Latest Posts

Tips Rumah Dijual Cepat Secara Online


Di era sekarang ini yang semakin canggihnya teknologi banyak yang memanfaatkan internet, semua kegiatan dapat dilakukan melalui media online.. Misalnya nih,gimana caranya agar banyak orang tahu ada rumah dijual di Depok, ini bisa dilakukan secara online loh!

Selagi rumah yang ditawarkan masih layak untuk dijual dan bermanfaat bagi orang lain dan juga banyak yang mencari, media online ini akan tetap bisa membantu. Berikut tips-tips rumah dijual secara online:


Beriklan di situs jual beli property

Dengan melakukan promosi melalui jual beli propeti, rumah yang akah dijual dapat di lihat banyak orang. Selain itu tujuan utamanya adalah mencari calon pembeli sebanyak-banyaknya. Banyak situs yang dapat digunakan untuk melakaukan iklan di mesia online. Apabila ingin rumah yang dijual laku cepat, sebaiknya beriklan dengan cra berbayar agar iklan rumah selalu muncul di posisi paling atas.

Sharing di media social

Dengan memasang iklan di berbagai situs media online, juga dapat di sharing ke media sosial seperti twitter, facebook, dan lain sebagainya untuk menjangkau lebih banyak calon pembelinya. Sehingga informasinya bisa tersebar diluar daerah juga.

Beriklan di situs/blog niche properti yang memiliki trafik tinggi

Selain melalui situs-situs yang ada di internet, bisa juga dengan beriklan di blog yang khusus mengulas terkait penjualan rumah. Ini pun juga akan bisa  memberikan informasi kepada kalayak lain yang lebih luas juga. Ya kayak blog saya ini lah.. hehehehe.

Pasang iklan di komunitas online

Memasang iklan tidak harus di situs-situs besar. Media-media komunikasi pun juga bisa digunakan seperti BBM, Wechat, WhatsApp dan aplikasi lain yang bisa dimanfaatkan, khususnya jika memiliki komunitas didalamnya. 


Itu tadi beberapa tips yang bisa dilakukan melalui media online. Jangan lupa hal yang harus diperhatikan dalam menbuat iklan adalah penyediaan gambar yang berkualitas. Dengan begitu akan bisa menarik perhatian para pembeli untuk melirik rumah yang ditawarkan. Selamat mencoba! 

Tips Menjual Rumah di Jakarta dengan Harga Tinggi

Sering kali dijumpai kesulitan dalam hal menawarkan, sebab harga yang disanggupi oleh calon pembeli di bawah rata-rata. Namun, dengan strategi yang tepat rumah Kamu bisa terjual dengan harga yang memuaskan bahkan sampai di atas rata rata. Harga yang tinggi pastinya menunjukkan kualitas dari rumah yang Kamu jual. Bener gak? 

Maka dari itu, harus cermat terhadap rumah Kamu sendiri. Penting juga melihat dari segmen pasar yang cocok terhadap rumah yang ingin dijual itu. Memang dalam menjual rumah sering kali diumpamakan seperti mencari jodoh. Terkadang rumah yang sedang dijual cocok menurut calon pembeli,akan tetapi soal harga kadang masih kurang terjangkau. Kendala-kendala seperti itu  sekarang ini bisa diatasi dengan tips rumah dijual di Jakarta berikut ini :



Tips yang pertama adalah jangan sampai cara menyampaikan alasan menjual rumah membuat calon pembeli berpikir berulang kali untuk membeli rumah yang sedang Kamu tawarkan. Dalam hal ini pembeli  akan berspekulasi mengenai perihal kualitas rumah yang Kamu jual dan pastinya itu tidak menguntungkan.

Tips yang kedua adalah Kamu harus cermati harga pasaran di daerah Kamu dengan mengiklankan rumah yang sedang  Kamu jual. Dengan mencermatinya hal tersebut, maka dengan begitu Kamu akan terhindar dari harga jual yang rendah bahkan sampai  minus. 

Tips yang ketiga adalah tunjukkan rasa cinta Kamu kepada rumah yang sedang  Kamu jual. Dengan ikatan emosional yang sangat kuat tersebut akan membuat calon pembeli semakin terpikat dengan promosi yang kamu berikan. Dengan  adanya testimoni terhadap rumah yang kuat akan mempercepat lakunya rumah Kamu walaupun dengan harga yang terbilang tinggi diatas rata rata.


Nah, mudah-mudahan bagi kamu yang akan menjual rumah  beberapa Tips rumah dijual di atas bisa memberikan solusi. Happy selling! 

3 Tempat Hangout di Phinisi Point Mall Makassar

Ada mall baru lagi nih di kota Makassar. Mall yang menyatu dengan sebuah hotel ini berkonsep lifestyle 5 kota metropolitan dunia dan diberi nama Phinisi Point. Katanya sih mall ini akan diisi sekitar 75% tenant food and beverage. Sisanya untuk kebutuhan gaya hidup lainnya termasuk spot-spot menarik yang didesain Instagramable.



Mungkin karena masih baru dan belum grand launching juga, pas saya ke Phinisi Point di daerah Tanjung Bunga belum semua space tenant terbuka. Meski begitu tidak bisa dibilang sepi juga. Tempat nongkrong yang sudah available beragam konsepnya. Mulai dari makanan Jepang, Melayu, Vietnam, Chinese, Korea dan tentu saja Indonesia. Dari makanan berat sampai buat ngemil cantik, dari konsep keluarga sampai ngopi-ngopi elegant ada kok di sini. 

3 Pilihan Nongkrong di Phinisi Point Mall 


Jadi tempat nongkrong apa aja nih yang menarik di Phinisi Point Mall? Saya pilihkan 3 yang sempat saya coba ya.. 

Chir Chir 



Namanya lucu ya? Dari namanya mungkin gak ada yang ngeh kalo ini adalah resto ayam goreng dengan konsep Korea. Untuk pencinta drama Korea atau acara variety show mungkin sudah tahu lah ya dengan ayam goreng tepung garing dan ayam goreng tepung bersaus pedes yang sering bikin kita ngiler tengah malam itu. Nah, di Chir Chir, kamu bisa menemukan itu semua. 

Layaknya di Korea, ayam goreng ini bisa dimixed, setengah yang garing dan setengahnya lagi yang bersaus pedas. Chir Chir juga menyediakan berbagai varian menu ayam termasuk juga tteokpokki yang sayangnya pas saya mau pesan ternyata sold out. Yaah...! 

Akhirnya saya pesan ini saja...




Kalau dilihat dari foto di menu harusnya ada saus dippingnya, namun entah dengan alasan apa saus dippingnya gak ada. Ketika saya coba rasanya pedesnya gak nendang buat saya. Ada sih saus botolan tambahan, tapi kan malah akan mengubah rasa yang dulu pernah ada .  

Oiya, menu yang tersedia di Chir Chir belum sepaket sama nasi ya. Pada dasarnya kebiasaan orang di Korea kalau makan ayam goreng yah di makan aja layaknya cemilan. Jadi buat kamu yang merasa belum makan kalau belum pake nasi, pesan nasi aja lah ya! Seporsi nasi seharga 12K. Sedangkan seporsi ayam yang bisa dimakan ber 2 atau 3 orang mulai dari 139K.



Minuman yang tersedia cukup beragam, termasuk juga ada pilihan bir dan soju. Tapi untuk yang muslim saya gak merekomendasikan dua yang ini. Banyak kok minuman lainnya yang siap kamu pesan.



Kalau penasaran, Chir Chir ini letaknya ada di sebelah kanan setelah pintu utama, pas di sudut bagian belakang dekat eskalator.


Maxx Coffee 

Satu hal yang membuat saya tertarik mencoba nongkrong di Maxx Coffee selain saya emang suka kopi, desain tempat ini sangaaaat sangaaaat mirip dengan 'outlet kopi sebelah' (if you know what I mean). Gak cuma interior style, display food sampai nama menunya pun ada yang plek sama. Saya kan jadinya penasaran.



Tempat ini asik dijadikan tempat nongkrong kok, gaes. Maxx Coffee menyediakan ruangan khusus untuk perokok, jadi untuk non smokers seperti saya gak perlu merasa terganggu dengan asap-asap yang sebenarnya merusak kesehatan kita itu.



Untuk rasa kopinya meski nama boleh sama tapi rasa bisa beda. Bagi saya yang bener-bener suka kopi Ice Americano nya nendang banget. Kamu yang gak begitu suka dengan kopi bisa memilih varian lain seperti Green Tea Latte atau Taro Latte. Harganya berkisar antara 30rban-50rban. Sedikit lebih murah dibanding yang di ujung saanaaah dengan size yang sama. 

Warung Koffie Batavia




Untuk pencinta makanan Indonesia tapi pengen ngopi-ngopi juga, silahkan mampir ke Warung Koffie Batavia. Mulai dari Mie Goreng, Mie Ayam, Gado-Gado sampai Soto Betawi bisa kamu pilih. Saat itu saya lagi pengen makan yang berkuah, jadi pilih Mie Ayam aja dengan minuman Ice Cappuccino.



Setelah nyicipin, saya pikir untuk sekedar nongkrong cantik sambil silaturahmi tempat ini boleh lah meski rasa masakannya biasa aja. Harga makanan dan minuman mulai dari 40ribuan. Jika kamu butuh tempat yang nyaman buat ngobrol, tempat ini bolehlah kamu pilih.



Mmh.. gimana, sudah kebayang mau hangout di mana nih? Silahkan mampir aja untuk real feelnya yah. Namanya juga rekomendasi, review dari selera pribadi saya aja. Selebihnya, silahkan dicoa sendiri. 

Dekorasi Rumah Mewah Mediterania

Memiliki rumah yang mewah dan elegan memang idaman untuk semua orang. Saat ini banyak yang suka dengan dekorasi rumah mediterania. Dekorasi mediterania ini sangat cocok apabila digunakan untuk dekorasi rumah dan juga apatemen dan dekorasi mediterania ini memiliki desain yang menyeruapi rumah- rumah eropa yang memiliki kesan cerah dan juga romantis. Bahan yamg digunakan untuk dekorasi mediterania adalah kayu, keramik dan bahan alami dalam warna- warna yang hangat.

Dekorasi interior mediterania seperti ini bisa diterapkan pada desain rumah minimalis saja asalkan ruangan rumah dipenuhi dengan tanaman, lukisan, foto, piring hias, atupun gambar. Dekorasi mediterania ini dapat ditandai dengan penggunaan marmer dan juga keramik yang bergaya kuno dan kayu dengan warna yang berbeda. Warna dinding interior juga dapat bervariasi atau bisa dikombinasi seperti warna biru, hitam, putih dan warna pirus. 



Dekorasi rumah mediterania biasanya akan dihiasi dengan bahan- bahan yang alami dan gaya mediterania ini melibatkan penggunaan batu bata tapi dengan jumlah yang sedikit seperti contoh pemasangan batu bata perapian atau bisa di pasang pada dinding dapur. Dalam dekorasi mediterania ini lebih memilih furniture yang dibuat kerajinan oleh tangan dan mebel kayu ataupun kaki meja yang dipernis. Dan memilih batu alam sebagai hiasan pada dinding yang dapat memberikan kesan nyaman pada penghuni didalam ruangan.

Rumah Minimalis dengan dekorasi mediterania juga memiliki dua versi yakni rumah untuk pedesaan dan rumah perkebunan. Akan tetapi pada saat ini lebih banyak yang memilik dekorasi mediterania dalam versi perkebunan karena agar tampak lebih segar dilihat. Dekorasi perkebunan ini memilih warna cat dinding yang dingin yaitu warna putih dan juga biru. Desain mediterania dapat dikombinasikan ubin mosaic dengan plester dekoratif yang digunakan sebagai finishing dinding. Gaya dekorasi mediterania lebih condong dengan gaya yunani dan juga itali.




Nah, itu dia sedikit informasi dekorasi rumah bergaya mediterania yang mungkin dapat memberikan kamu inspirasi untuk dekorasi rumah kamu menjelang lebaran Idul fitri ini, Gimana, menurut kamu dekorasi rumah minimalis mana yang kamu suka? Share di bawah ini ya... 

Photo credit to: Pixabay 

Rumah Dijual Di Bandung Di Bawah 200 Juta

Memiliki rumah dengan kualitas terbaik adalah dambaan setiap orang, setuju gak? Rumah yang ingin dimiliki biasanya memiliki desain yang unik dan menari. Namun, tentu saja untuk bisa memiliki rumah yang demikian memang dibutuhkan pembangunan dalam yang relative lama dan biaya yang tidak sedikit. Apalagi di kota besar seperti di Jakarta, Makassar atau Bandung. 

Rumah Dijual Di Bandung Di Bawah 200 Juta


Maka tak heran jika dewasa ini kita sering menemukan masyarakat yang masih belum mampu memiliki hunian sendiri. Padahal, kita tahu bahwa rumah adalah kebutuhan pokok yang pemenuhannya harus diprioritaskan. Duh.. jadi bingung kan? 



Sebenarnya  ada solusinya sih buat kamu yang sedang bingung ingin memiliki rumah sendiri. Salah satunya adalah dengan membeli rumah langsung huni. Iyah! Selain lebih cepat, cara ini terbilang efisien. Lalu cari di mana dong? 

Buat kamu yang sedang mencari rumah di kawasan kota Bandung, saat ini sudah banyak cara untuk mencari informasi rumah dijual yang tepat. Salah satunya dengan bergabung bersama agen rumah dijual di Bandung. 

Rumah di Jual di Bandung


Berbicara tentang rumah yang nyaman, kini telah hadir agen jual rumah murah di Bandung dengan harga di bawah 200 juta. Bandung adalah kota besar yang banyak diminati oleh masyarakat dari berbagai kota.

Bahkan Bandung ini dijadikan sebagai destinasi wisata baik wisatawan domestic atau pun mancanegara. Harga penawaran hanya di bawah 200 juta rupiah ini tentu sebuah penawaran yang menarik bukan? Maka dari itu, bagi Kamu yang saat ini tengah risau dan tak kunjung mendapatkan rumah impian, maka Kamu bisa bergabung bersama salah satu agen jual rumah murah di Bandung yang menyediakan harga di bawah 200 juta.

Cara Bergabung dengan Agen Jual Beli Rumah


Untuk bisa mendapatkan rumah dijual di Bandung dengan harga di bawah 200 juta memang cukup sulit. Maka dari itu, langkah praktis yang harus dilakukan adalah dengan bergabung dengan agen jual rumah murah di Bandung supaya kita lebih mudah mendapatkan rumah impian dengan harga yang kita harapkan.

Sejak dulu hingga saat ini masyarakat jika ingin mencari rumah memang selalu mempercayakannya pada agen tertentu. Nah, sekarang gliran Kamu untuk membuktikannya sendiri. Gimana, tertarik?  

Suatu Sore di Gwanghwamun Square

Sore itu, setelah menjelajahi Gyeongbokgung Palace dan sekitarnya, saya kembali ke arah Gwanghwamun Square. Tujuannya pengen foto-foto lagi karena tadi siang hasilnya kurang maksimal gara-gara hujan. Iyes sodara-sodara, hujan di musim semi seperti di drama-drama Korea itu menyambut saya ketika keluar dari stasiun subway Gwanghwamun exit 9. Huhuhu.. 



Entah hujan yang telah reda atau memang begitulah adanya, Gwanghwamun Square sore itu beda dari siang tadi. Setelah nyebrang dari Gwanghwamun Gate, tampak berjejer polisi berompi hijau terang di sisi jalan. Beberapa sound system terpasang menyuarakan lagu-lagu Korea yang energik. Orang-orang menyemut mulai dari patung raja Sejong. Ada demo kah? Di Makassar kan biasanya gitu, pake bakar ban mobil segala. 

Lain lubuk lain ikannya, pepatah yang satu ini sepertinya benar. Di Makassar yang rame-rame pake polisi gini di tengah keramaian kota palingan demo. Di Seoul beda lagi,cyn.. 

Ternyata sore ini sekelompok ahjussi dan ahjumma sedang senam bersama di depan patung raja Sejong. Gak cuma itu. Hanya dipisahkan oleh tenda sound system  dan barisan mas-mas ganteng berjas hitam dan beberapa mba-mba berompi biru, mungkin ada sekitar seratus dua ratus atau bahkan lebih orang berkumpul di di depan sebuah panggung. Apa pula ini?


Suatu Sore di Gwanghwamun Square


Melihat mas-mas ganteng dan seorang mba berjas hitam dengan earpiece berseliweran di depan saya, tak pelak membuat saya langsung teringat pada drama Korea 3 Days. Mereka semacam pengawal keamanan presiden or something. 

Makin ke sana makin banyak orang, musik juga makin keras. Dari lagu yang terdengar sepertinya yang lagi perform di atas panggung itu grup Koyote. Itu lohh grupnya Kim Jong Min, castnya 2 Days 1 Night di KBS. Ya ampun.. ya ampun, saya suka banget sama acara itu. Meski gak cakep-cakep banget, Jong Min lucu abis. Lumayan kan bisa ngeliat artis, hahaha (sungguh saya memang terkadang naif sekali). 



Boleh gak ya saya lewat sini? Sudah orang di Seoul tinggi-tinggi (apa saya yang terlalu kecil?). Susyeeh amat menerobos ke panggung. Ya sudahlah lewat aja.  Jangan-jangan turis gak boleh lewat, kan gak lucu kalau ditahan polisi lalu dibawa ke kantor polisi Seoul. Mending kalo ketemu Donghae yang lagi wajib militer di sana..  

*eaaaaa.. ngayal!* 

Saya memberanikan diri bertanya pada seorang wanita berompi biru. Pokoknya di Seoul andalan saya kalau lagi nyasar atau pengen tahu sesuatu, tanyalah pada orang berompi warna terang. Mereka kemungkinan besar petugas. Asumsi saya gak salah. Dia sepertinya petugas yang bagi-bagiin brosur (hahahaha apa sih) hanya sayangnya dia gak tahu berbahasa Inggris. Jadilah dia memanggil seorang rekannya yang kemudian menjelaskan pada saya bahwa ini adalah event kampanye calon presiden Korea Selatan. 

Cek videonya di akun instagram @vitamasli 

Whaaaatt?? Kampanye? Saya pikir acara hiburan apa gitu. Mereka sedang menunggu sang calon presiden nomer 1 ini tiba di lokasi. Jadi ada acara nyanyi-nyanyi apalah gitu, bagi-bagi brosur dan light stick. Semacam konser Kpop aja nih bapaknya... Apa perasaan saya aja ya? 

Anyway, berhubung rasanya aneh juga berada di tengah orang-orang Korea yang bentar lagi bakal pemilu itu, Lagian takutnya kesorean, pencahayaan gak begitu bagus buat foto di depan patung Admiral Yi Sun Sin. Kamera mirrorlessnya lowbat cyn. Mau gak mau yang diandalkan cuma kamera dari hape aja. Ihiks! 

Berjalan menuju area patung Admiral Yi Sun Sin di belakang exit 9, saya perhatikan makin banyak orang berpakaian ala karyawan yang berlalu lalang dari seberang jalan. Ah.. sudah pukul setengah enam sore, waktunya bubar kantor. Tapi kok mereka gak bergegas pulang melalui exit 9 sih? Malah pada nunggu di depan pintu keluar? Ada apa sih, ada apa sih? Tingkat kekepoan saya memuncak. E..tapi ada spot yang bagus nih, foto dulu ah! 

*Tetap yaaa... turis banget!* 



Lagi seru-serunya foto sana, foto sini, area di depan pintu exit Gwanghwamun stasiun tiba-tiba kosong. Gak ada orang yang keluar dan masuk melalui jalur itu. Lagi-lagi mas-mas berjas hitam, tinggi semampai dan keren itu berdiri di beberapa spot tertentu. Adakah yang mau lewat? Eihh.. gak mungkin lah capres nomer 1 lewat situ kan? 

Sekali lagi, jangan nyamain kebiasaan di satu tempat dengan tempat lain. Beneran loh sang capres nomer 1 itu keluar dari situ diiringi pengawalnya sambil dadah-dadah gitu ke orang-orang yang menunggunya. Seorang haksaeng (siswa) yang berdiri di samping saya malah sudah teriak-teriak histeris semacam fans ngeliat member EXO lewat. 

Cek videonya di akun Instagram @vitamasli 

"Who is he?"tanya saya pada siswa perempuan itu. 

"He's our new president,"jawabnya dengan mata berbinar. "No... i mean, he's going to be new president." 

"Oh you mean he's one of the candidates for president?" 

"Yes, yes. But he's going to be our new president," jawabnya yakin seyakin fans kpopers meyakini hanya boyband favoritnya yang paling keren. 

Para mba-mba kantoran di sebelah sana juga tampaknya senang sekali meski gak sehisteris dedek ini sih. Bapak-bapaknya lebih kalem sih, cuma langsung turun dong minta salaman. Hahaha.. Ya sudahlah, langsung cuzz aja deh ke area patung Admiral Yi Sun Sin buat foto-foto. Sayangnya di sana tampaknya ada ritual memperingati kematian seseorang. Yah.. akhirnya cuma bisa foto dari samping aja. 



Hawa makin dingin, pegel makin terasa. Saya memutuskan duduk sebentar di bangku taman sambil duduk menikmati suasana sore di Gwanghwamun, Trafik kendaraan sore itu cukup padat meski tidak semacet Jakarta atau sesemrawut lampu merah di Makassar. Dari pengeras suara terdengar bapak capres itu berorasi entah ngomong, saya gak tahu. Yang jelas para pendukungnya dengan setia menyerukan namanya bahkan ketika bapak ini turun panggung. "Moon Jae In.. Moon Jae In.." 

Tiba-tiba saya teringat, payung kuning punya penginapan ketinggalan di tempat penyewaan Hanbok. Oemji.. berarti kudu balik lagi ke arah Gyeongbokgung Palace di seberang sana. Kalau saja payung pinjaman mungkin gak bakal balik lagi. Jauh booo'.. 

Kampanye Pilpres di Gwanghwamun Square, Moment I'll Never Forget


Tapi saya percaya everything happens for a reason. Demi mendapatkan payung itu kembali, saya harus melewati massa yang menari bersama seiring lagu tema kampanye. Ada dance tutorialnya loh di atas panggung. 

Di sisi lain, massa mengejar mengejar salaman dengan sang capres. Gak mau ketinggalan saya mengarahkan kamera hape untuk mereka. Saya baru ngeh bahwa saya lupa menekan tombol record ketika pak capres masuk ke mobilnya dan berlalu. Fiuhh... pasti kalau saya ceritain bakal dianggap hoax. Ok, fine! Whatever.. hahaha 

Sembari menyusuri jalan mengambil payung yang tertinggal, saya berpikir betapa event yang tidak sengaja saya ikuti itu adalah sebuah kampanye yang rame dihadiri oleh masyarakat namun tetap tertib. Tidak menganggu aktivitas yang lain meski harus berbagi Gwanghwamun Square dengan komunitas pesenam tai-chi dan upacara peringatan kematian. Waktunya di jam bubar kantor pula, di mana kawasan itu merupakan kawasan perkantoran pemerintahan yang juga gak jauh dari objek wisata. Kebayang dong crowdednya. 

Video lengkapnya ada di Instagram @vitamasli ya! Jangan lupa follow (teuteup pesan sponsor) 

Paling amazing menurut saya adalah si bapak ini tiba ke lokasi melalui stasiun Gwanghwamun exit 9 dan meninggalkan massa pendukungnya dengan mobil. Gak bikin macet, gak pake nutup jalan,gak pake foreider. Bahkan setelah kampanye usai Gwanghwamun Square tetap bersih dan nyaman. 

Ketika kemudian beberapa hari yang lalu ramai diberitakan bahwa Moon Jae In meraih suara paling banyak di pemilihan presiden Korea Selatan bulan Mei ini, saya lalu kepikiran siswi sekolah yang menjawab pertanyaanku. As she expected, bapak itu jadi presiden beneran. Congrats! Selamat ahjussi.. 

Apa ini berarti saya sudah menyaksikan peristiwa bersejarah? Hahaha.. 

Yang jelas sore di Gwanghwamun Square kala itu merupakan pengalaman berkesan. Saya menyaksikan moment yang mungkin tidak akan saya dapatkan jika saya jalan dengan tour travel atau payung gak ketinggalan atau males-malesan jalan kaki. I love my trip! Alhamdulillah.. 

Traveling ke Korea Selatan, Butuh Budget Berapa?

Ini dia nih pertanyaan yang sering banget dilontarkan orang-orang kepada saya SELAIN "ini jalan-jalan modal pribadi atau dibayarin?"

((Dibayarin))

Mauku juga begitu kak... 

Asal tahu aja traveling gratisan ke Korea itu sudah jadi impian sejak 2012. Ikut lomba lah, quiz lah, blog ini saya jadiin dotcom, kontennya Kwave melulu lah dan inilah itulah. Segala cara saya lakukan dengan harapan suatu hari bisa jalan2 ke Korea dibayarin pihak KTO atau siapa gitu. Ya kaleee...

Nyatanya.., mungkin Allah tahu saya cukup mampu untuk traveling ke Korea meski gak gratisan. Lagian apa sih yang gratis di dunia ini gaes? Ngeliat senyum Lee Jungki dari jarak 100 meter aja pake bayar tiket fanmeeting kok! Hihihihi..

Anyway,  saya ke Korea (Selatan) itu atas biaya sendiri. Berapa total keseluruhan biaya nya? Mmh.. lets put it this way!

Traveling ke Korea Selatan, Butuh Budget Berapa? 


Setiap perjalanan yang kita lakukan harus dilihat dulu dari style traveling kita. Apakah kita memilih traveling seperti turis secara grup yang disediakan pihak travel agen, semi backpackeran yang diusung oleh travel agen perseorangan,jalan berdua atau solo traveling? Karena tiap pilihan, beda biaya loh. Jalan berdua atau sendiri pasti beda juga dengan traveling bareng keluarga even though dilakukan secara mandiri (bukan pake grup tur travel agent).


Setelah menetapkan style traveling kita, baru kemudian kita menentukan berapa besaran budget untuk tiap-tiap variabel. Apa saja kah itu? 

1. Tiket Pesawat

Banyak orang yang berlomba-lomba dengan segala trik dapat tiket murah semurah-murahnya. Pokoknya makin murah keliatannya (seperti) makin hebat. "Lu dapat tiket berapa ke Seoul kemarin? Gue dong 2 juta pp." Padahal abis itu ngeluh badannya pegel2 selama perjalanan, masa transit yang lama sampai harus keluar biaya tambahan untuk nginap semalam krn connecting flight.

Kalau kamu gak keberatan dengan fasilitas standar, masa transit, connecting flight sampai harus beli bagasi, silahkan ambil budget airlines. Apalagi kalo memang budget yang ada yah cukupnya segitu.  Harganya bisa jadi muraaaaah banget di waktu-waktu tertentu dibanding full service airlines. Namun, karena harga promo gak bisa direfund jika terjadi sesuatu dan lain hal.

Terkadang kita juga merasa dengan budget airlines sudah paling murah harganya dibanding full service airlines. Nyatanya belum cencuuuu... Airlines yang gede2 tuh ada kok yang mengadakan travel fair di bulan-bulan tertentu. Dengan harga yang lebih reasonable, kamu sudah dapat fasilitas yg lebih nyaman.

Budget Trip
Korea Airlines dan Air Seoul di Bandara Incheon 
Nah, sekarang pertanyannya kamu pilih yang murah atau yang nyaman? Semua orang pasti sudah murah,nyaman pula. (Sayaaaa jugaaa kali kak...). Tapi ada harga ada kualitas. Jangan terlalu tergiur juga dengan tawaran tiket murah. Mana tahu jebakan batmennya lebih parah. Maunya hemat, malah pengeluaran dua kali lipat. 

Oleh karena itu saya gak nyantumin harga tiket di sini,karena sekali lagi tergantung preferensi dan 'luck'. Sebagai gambaran aja, tiket pulang pergi dari Makassar melalui Denpasar atau Jakarta ke Seoul dengan Garuda Indonesia sekitar 5 jutaan (if you lucky enough nyatronin Garuda Travel Fair). Dengan Budget airlines semacam Airasia bisa jadi lebih murah atau malah lebih mahal tergantung kamu bookingnya pas promo atau enggak. 

Berhubung saya startnya dari Makassar, tentunya harganya akan lebih mahal dibanding kamu yang startnya dari Jakarta. Yalah, karena Makassar gak ada penerbangan langsung ke Seoul. Makanya sekali lagi, gak bisa banding-bandingin harga lah ya. 

2. Penginapan

Untungnya traveling berdua adalah bisa shared cost penginapan. Saya dan partner traveling sepakat nyari yang kamar mandi private tapi bukan hotel karena budget kami per orang cuma 250 ribu per malam. Sempat agak lama pilih-pilih dan baca review dari lima situs pemesanan kamar seperti Agoda,Booking,Hostels,Tripadvisor,AirBnB hingga Traveloka. Membaca review orang itu penting supaya gak salah pilih tempat. Foto juga kadang deceiving banget kan.. 

Setelah sempat membooking 3 penginapan dan dibatalkan tanpa ada biaya (pembatalan 14 hari sebelum kedatangan), akhirnya saya dan partner traveling sepakat untuk menginap di Korstay Guesthouse. Selain sekamar berdua, kamar mandi di dalam, televisi,AC+heater,sarapan disediakan dan free wifi, menurut review guesthousenya bersih. Lokasinya strategis deket dengan stasiun subway dan halte bus, deket Namsan,Dongdaemun,Myeongdong plus managernya baik,helpful dan bisa bahasa Inggris. 

Sayang saya lupa (pake banget) foto kamarnya selama nginap di situ. Di hari kedatangan saya sudah senang banget bisa early check-in dan bisa ketemu kasur. Sampai akhirnya kami check out pagi-pagi, niat mau fotoin dan vlogin kamarnya tinggal niat doang. 

Korstay Sookmyung University
Korstay Guesthouse Seoul Tampak Depan
Pada dasarnya sih foto yang ada di homepage Korstay atau yang ada di situs-situs pemesanan kamar seperti disebut  di atas gak jauh beda kok dengan kenyataannya. Malah ada ruangan penghubung antara pintu kamar dengan pintu ruang tidur. Ruangan kecil ini khusus naro sepatu kek yang biasa kamu liat di drama-drama Korea itu. Kamar tidurnya dipisahkan lagi dengan pintu lain. Jadi tingkat keamanannya lumayan karena ada dua pintu yang bisa kamu kunci.

Oiya kamar mandinya juga bersih dan gak bau. Tersedia juga shampoo, sabun mandi cair dan sabun cuci tangan. Air dingin dan panas bisa diatur baik itu untuk wastafel dan hand shower. Aliran airnya stabil dan kencang. Jadi selain dipake mandi bisa dipake buat bersih-bersih setelah BAB. Maklum kebanyakan toilet di Korea modal tissue doang. So, hand shower yang bisa dimultifungsikan is a must, lol.

Biaya :  
Rp. 3.300.000 untuk 8 hari. Di bagi dua, seorang kena 206.250. Boleh lah untuk standar saya, Oiya, sebenarnya ada harga yang lebih murah bisa didapatkan melalui Agoda. Sekitar 2,7 juta. Tapi pada akhirnya kami memutuskan booking via Traveloka. Berdasarkan pengalaman, just in case something bad happen, Traveloka masih bisa diandalkan untuk dimintai pertanggungjawaban. Saya kapok dengan tawaran harga murah yang pada kenyataannya berbuntut 'derita'. Huhuhuhu..

3. Transportasi 

Selama di sana saya menggunakan moda transportasi umum (subway dan bus). Untuk itu saya menggunakan T-money. Kartu T-money bisa dibeli di Icheon Airport melalui mesin atau ke Seven Eleven,G25 yang ada di sana. Partner traveling awalnya mau beli yang gambar lucu-lucu di mesin T-money Line seharga ₩4000. Berhubung mesinnya gak menerima lembaran 50ribuan, akhirnya beli di Sevel seharga ₩3500. 

Saya malah gak beli karena dapat gratisan dari KTelecom setelah beli simcard 4G unlimitednya. Asik! 


Biaya: 
Awalnya saya reload ₩30.000 namun pada akhirnya reload lagi sampai total ₩50.000. Iyess soalnya rute traveling sampe ke Songdo,Incheon dan di Seoul banyak ngider-ngidernya. Ada beberapa tempat khusus yang saya datangi sampai berkali-kali. Biasanya karena pershoppingan yang gak selesai-selesai. Hahahaha..

Sebenarnya ₩50.000 itu gak melulu buat transport kok. Kartu T-Money juga bisa dipake buat bayar belanjaan di CU, Seven Eleven atau G25. Kadang saya pake buat jajan roti,binggere (susu pisang) atau kopi. 

Jajan? Itu makan siaaaaang....!!! Hihihi... 

4. Konsumsi 

Mengingat di Korea banyak makanan non halal, saya pun jadi milih-milih. Sarapan berupa roti panggang dan selai strawberry sudah makanan wajib disantap karena disediakan pihak penginapan. Makan siangnya cukup beli gimbap isi tuna seharga ₩ 700 atau kalau ketemu penjual Odeng yang gak jual sundae (which is itu jarang banget) seharga ₩700 - ₩1000 pertusuk. Alternatifnya beli roti susu atau isi kacang merah (yang sudah aku scan google translate dulu komposisi bahannya) seharga ₩1000 - ₩1300. Minumnya 

Minuman semacam Milkish dipatok ₩1000 per kaleng sementara Binggere alias Susu Pisang ₩1300 per botol. Khusus yang rasa cokelat atau plain dapat promo beli 1 gratis 1. Minuman ion yang dipromosikan di serial TV Goblin itu ₩1500 per botol. Minum modal dari tumblr yang diisi air putih di penginapan, isi 1 liter. Lumayan kan? Hihihi. Malamnya sebelum pulang ke penginapan, mampir dulu ke CU dekat Korstay beli nasi instant seharga ₩1300 per cup, beli 1+1. 

Gak lupa beli buah-buahan buat cemilan tengah malam. Kebetulan Strawberry di sana gede-geda dan manis jadi langsung beli aja. Pertama beli di Myeongdong sekotak ₩6000. Kedua beli di Itaewon dengan berat yang sama harganya ((cuma)) ₩3000. Plus kiwi 6 biji ((hanya)) ₩2000. Cuma emang lebih gede dan manis Strawberry di Myeongdong. Hihihihi



Sekali makan di Subway karena isi sandwichnya bisa milih dan ada opsi vegetariannya. Saya pilih isi sayuran dengan saos pedes. Harganya ₩3500 gak termasuk minum. Di sana gak ada paketan ala-ala keepci ya sodara-sodara. Minuman yang tersedia hanya softdrink standar semacam Sprite,Coca Cola, Pulpy pokoknya yang keluaran Coca Cola family  deh! Harganya? Ukuran standar ₩1500 per gelas. Lumayan juga kalo dikaliin Rp,12,5 per won. 

Untuk kamu yang demen ngopi, maka berbahagialah... Di Seoul di mana-mana banyak coffee shop entah itu yang francise international semacam Starbucks, Coffee Bean atau yang lokal ala Dal.komm dan kopi-kopi lokal lainnya. Harga kopi berkisar antara ₩4500 - ₩6000 (tergantung ukurannya). Tapi aku dong pernah beli kopi pas lagi jam promo, jam orang pulang kerja. Dari ₩4500 cuma bayar ₩1500 doang. Hahaha, alhamdulillah! 

Minuman kopi botolan Starbucks atau French Coffee juga bisa kamu temukan di mart-mart dengan harga ₩2300 - ₩2500 per botol. Di Vending machine ada juga tuh yang cup cup kecil cuma aku belum pernah nyobain. Harganya sekitar ₩300 aja! Mau gratis? Ada di Korstay. Tersedia coffee instant sachetan dan teh dalam jumlah banyak. 

Makanan lain misalnya segala macam ayam-ayaman dan sapi-sapian terus terang saya gak niat mau nyoba juga karena alasan kehalal-an. Meski itu ayam dan sapi tapi disembelihnya gak pake bismillah yah gak halal juga sih menurut saya. Menurut saya loh yaaa... 

Jjimdak - Makanan Korea yang Rasanya Pedes Manis 
Saya makan ayam, daging dan seafood itu pas ke Itaewon. Disana banyak tempat makan halal. Tentu saja tidak kusia- siakan. Satu porsi harganya ₩10.000 -₩12.000 . Porsinya lumayan gede bisa buat berdua. Sudah lengkap dengan 3 macam side dish yang tentu saja aku minta refil (hahahaha gak mau rugi kalo ketemu sayuran) dan minum teh aapaaaa gitu yang rasanya nyegarin banget. 

Di Banpo Bridge senang banget nemu Nasi Goreng dan Mie Goreng ala Indonesia di salah satu foodtruck pasar malam Seoul. Harganya ₩ 7500 untuk Mie Goreng Seafood dan ₩7000 untuk seporsi Nasi Goreng. Demi kekangenan dengan makanan Indonesia. 

Jadi total pengeluaran berapa? Tergantung dari kamu aja sih mau makan apa. Kisaran harganya gak jauh-jauh dari yang saya sebutin di atas. Jadi murah atau enggaknya sekali lagi pilihan kamu. Saya sih makan roti ama minum aja sudah cukup buat jalan seharian. Gak tahu deh kalau mas Anang..

5. Internet

Perlukah sewa modem di Seoul sementara free wifi di mana-mana? Nyatanya free wifi itu gak literally di mana-mana. Di tempat pariwisata memang ada, di mall gede pun ada sebenarnya. Di penginapan sudah jelas ada. Di Incheon airport apalagi. Tapi yang saya khawatirkan itu just in case saya kesasar dan di sana gak ada wifi. Gimanaaa coba?? Karena sekeren-kerennya itinerary, yang namanya kemungkinan nyasar itu selalu ada. 

Dengan beberapa pertimbangan akhirnya saya membeli simcard unlimited untuk 10 hari di SK Telecomm. Harganya sekitar ₩31.000 bonus T-money card dan e-voucher belanja. Kamu bisa skip ini kalau merasa gak perlu. Toh pada akhirnya tergantung dari kebutuhan kamu aja kok. 

6. Biaya Lain-Lain

Hal-hal yang saya kategorikan dalam biaya lain-lain sangat bergantung pada tujuan kamu ke Korea tuh mau ngapain dan ke mana aja. Misalnya kamu pengen maen ke Everland, strolling around ke pulau Nami, nonton pertunjukan 3D di Coex, naik ferry mengarungi Hangang  misalnya, itu tentu gak gratis. 

Kalau saya lebih memilih masuk ke tempat pariwisata yang gratis atau semi gratis. Contoh sewaktu saya berkunjung ke Gyeongbokgung palace dan sekitarnya. Masuk ke istana-istana bisa kena ₩3000 per istana. Kalau ada 3 istana jadinya ₩9000. Masuk pake hanbok bisa gratis. Sewa hanboknya ₩10.000 per dua jam atau ₩15.000 per empat jam. Kalau dihitung-hitung keknya rugi duit yah sewa hanbok cuma buat masuk ke istana doang. Tapi pengalaman pake hanbok ngider 3 istana sampai ke bukcheon village keknya nutupin sih buat saya.  

Gyeongbokgung Palace
Hanbok Experince 

Maka dari itu cost untuk biaya lain-lain ini bisa amat sangat bervariasi.  Termasuk juga oleh-oleh dan belanja. Ada yang merasa hanya perlu beli gantungan kunci atau magnet tempel. Bisa jadi ada juga yang gak enakan sama orang kalau oleh-olehnya bukan kosmetik Korea atau tshirt/varsity yang Korea banget. 

Belum lagi perempuan suka gak bisa nahan diri kalau liat make up atau baju yang lucu-lucu which are itu banyaaakkkkk banget di Seoul. Meski sudah memantapkan hati gak mau shopping, ada saatnya kamu akan khilaf di Myeongdong. Waspadalaaah! 

Budget yang Perlu Disiapkan Untuk Traveling Ke Korea

Overall, saya gak mau mentotalkan berapa duit yang saya keluarkan untuk biaya traveling ke Korea. (Saya gak bisa menyebut Seoul aja karena wilayah jelajahan sampai ke Songdo,Incheon juga).  Sekali lagi, biaya traveling itu sangat bervariasi tergantung pilihan kamu. Kata salah satu teman saya, satu-satunya yang pasti itu cuma biaya pembuatan Visa Korea Selatan aja. Itu juga bisa jadi berbeda tergantung kamu berada di Jakarta dan mengurus sendiri atau berada di luar Jakarta dan atau pakai jasa travel agent.


Sisa Duit 
Biaya traveling juga gak bisa dibanding-bandingkan ini murah ini mahal, kamu rugi saya untung. Karena sekali lagi, kembali ke itinerary, kemampuan finasial kamu, preferensi kenyamanan and a little bit luck juga. Dapat tiket promo full service airlines itu 'luck' juga loh.. but then again, bukan berarti kalau kemudian kamu dapat tiket budget airlines yang harganya gak promo itu sial. Emang jalannya gitu aja kali. Kadang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dan sesiap mungkin, ada hal-hal yang tak terduga bisa terjadi dan ngefek ke budget tiket. Jangan sedih... hehehe.

Prinsip saya secara sederhana seperti ini: sepanjang gak bikin saya ngutang dan tabungan saya habis sehabis habisnya, saya pilih yang membuat saya nyaman. 
Pada akhirnya liburan itu supaya kita senang, bukannya susah. 
Nah, diatas sudah saya kasi gambaran harga tiket,akomodasi,transportasi selama di sana, makan dan lain-lain. Silahkan buat budget plan sendiri sesuai kemampuan dan kemauan kamu. Happy traveling!

Oiya,saya ngapain aja di Seoul dan Songdo? Next post yaah...

Travelling : Rame-Rame, Berdua Atau Sendiri?

Hayo ngaku, kalian pasti nungguin saya posting tentang jalan-jalan ke Korea, kan? Hihihi, ge-er dikit boleh dong. Toh, emang ada yang nanyain kapan ngepost cerita halan halan ngebolang di negerinya Park Bo Gum.

Tapi sabar ya gaes.. 

Saya mau cerita dulu nih sisi lain dari travelingku ke Korea Selatan minggu lalu. Di bandara pas transit saya sempat bertemu dengan serombongan orang Indonesia yang pengen corporate gathering ke Malaysia. Salah seorang dari mereka sempat berkomentar,"apa serunya jalan berdua,mbak? Jalan rame-rame tuh lebih seru."

Mmh..gimana ya? Menurut saya belum tentu juga jalan rame-rame itu lebih seru. Bisa jadi lebih ribet. Sama dengan pilihan ikut grup tour atau jalan sendiri (entah backpacker style or flashpacker), semua tergantung masing-masing kepribadian sih menurut saya. Paling gak menurut analisa saya aja sih ya, traveling bisa kamu lakukan dengan 3 cara.

Travelling : Rame-Rame, Berdua Atau Sendiri Aja ? 





Disclaimer : Untuk menghargai teman-teman saya yang tidak mau fotonya dipajang, maka beberapa foto diperagakan oleh model (hahahaha) .



Rame-Rame 

Saya membagi kategori rame-rame ini dalam dua bagian : group tour yang jumlah pesertanya antara 10 hingga puluhan orang dan small group dengan 3-9 orang. 

Group Tour 

Biasanya grup tur itu emang buat orang yang sudah berkeluarga, corporate gathering, family gathering, study tour atau pengen liburan aja ama teman-teman se geng. Tapi grup tour bisa juga kamu pilih kalau kamu ngerasa terlalu repot buat mikirin itinerary,nyari tiket murah,pilih penginapan atau gak pede jalan sendiri seperti yang kerap dilakukan oleh traveler mandiri (either backpacker or flashpacker). Pokoknya mah tinggal bayar, geret koper aja sudah. 

Kelebihannya yah pasti kamu tinggal 'menikmati' liburan kamu aja. Kekurangannya yah ada kemudahan dan fasilitas pasti ada harga yang lumayan juga. Meski belum tentu juga lebih mahal daripada kamu jalan sendiri (kalau gak diperhitungkan dengan baik). Selain itu biaya tour biasanya ada biaya guide. Kendala lainnya adalah waktu yang dibatasi di tiap lokasi dan lokasi yang kamu maui belum tentu dikunjungi. Kecuali kalau ada waktu kosong sehari yang mana bisa kamu pake ngebolang sendiri, ya tinggal siapkan keberanian kamu aja. 

Nah, makanya kalau gak pede jalan sendiri atau emang suka jalan berkelompok, buat grup tour antar temen-temen dekat aja. Meski rame-rame, tapi tetap harus nyari tiket sendiri. Kesesuaian jadwal juga penting karena belum tentu jatah cuti atau tingkat kesibukan sama. Nyusun itinerary pun harus dikompromikan antar teman-teman segrup. Keuntungannya, budget buat penginapan atau rental modem bisa jadi lebih murah. Untuk kamu yang gak begitu mempermasalahkan mau ke mana aja yang penting seseruan rame-rame, this is might be the best choice for you. 

Small Group Travelling

If traveling with more than 10 people is so 'chaotic' for you, maybe small group travelling is better. Bisa jadi gak semua travelling agency menyediakan small group kayak gini. The best way is set up your own small group.

Saya pernah jalan berempat aja ke Bali dengan teman-teman ex kantor lama. Tiket diserahkan sepenuhnya pada seorang teman,sementara hotel saya yang nyari, transportasi selama di Bali dihandle teman satu lagi. Kita nunjuk 1 bendahara untuk menghandle keuangan untuk urusan pembayaran kecuali personal expenses semacam jajan di mana atau beli oleh-oleh (yaiyalaah!). Jadi tiap orang tuh punya tugas masing-masing dan tanggung jawab untuk kebersamaan. Iya, supaya gak ada yang merasa terbebani. 

Itinerary gak baku-baku amat yang sampai ditulis perjam atau permenit. Cukup ngelisting aja tempat-tempat yang pengen kita kunjungi bersama. Selebihnya dikondisikan. Misalnya dua diantara kami lebih suka shopping sementara dua lainnya lebih suka nongkrong di cafe. Silahkan jalan terpisah tapi jangan lupa to meet at meeting point which is tempat mobil rental kita di parkir.

Kelebihannya menurut SAYA, 'dramaless' karena sudah tahu karakter dan kesukaan masing-masing jadi komprominya lebih enak. Gak sepi-sepi amat karena berempat cukup rame juga. Hosip-hosip di kamar sebelum tidur itu loh yang kadang-kadang perlu ketegasan sendiri. Kalau enggak bisa kesiangan bangunnya. 

Kamu mau foto2 juga ada yang motoin (hahahaha). Dari segi biaya penginapan relatif murah karena bisa ngambil kamar berempat. Sebagai gambaran mungkin bisa nonton Youth Over Flower Africa di mana Park Bo Gum, Ryu Jun Yeol and the other two casts from Reply 1988 traveling berempat. 

Youth Over Flower Africa 

Keberangkatan saya ke Korea Selatan awalnya mau berempat juga. Sayang ditengah jalan terjadi hal tak terduga dan schedule kita pun berantakan. Akhirnya saya memilih traveling berdua aja.

Travelling Berdua

If you feel like group trip ala travel agent bukan kamu banget, atau teman2 kamu yang lain gak ada yang pengen ke tempat itu sementara kamu gak berani jalan sendiri karena kamu sendiri belum pernah ke tempat itu, maka traveling lah berdua.  

Sepanjang sejarah pertravelingan, saya sudah beberapa kali ngetrip berdua aja. Ada yang memang berangkat bareng dari Makassar, tapi ada juga yang ketemunya pas di bandara transit ( Jakarta atau Surabaya). Lalu di mana letak keseruan traveling berdua (bukan sama pasangan,pacar,pacar orang,mantan atau gebetan yaahh..) ?

Traveling Berdua tuh Kayak Gini. Meski Berbeda Kepribadian tapi Tetap Satu Tujuan

Menurut saya karena yang ditemanin jalan itu orang yang sudah kamu kenal dan deket ama kamu, both of you can explore tempat-tempat yang emang 'kalian banget'. Komprominya juga lebih enak sih menurutku, because we're just have to deal with one person. 

Untuk urusan nyari tiket, penginapan sampai itinerary bisa dilakukan barengan. In my case karena pernah beberapa kali ngetrip berdua tapi kami berbeda kota, tiketnya nyari sendiri-sendiri. Itinerarynya dirembukkan bersama atau dibagi berdasarkan tempat yang pengen dikunjungi. Sesuai kebijakan masing-masing aja. 

Begitu kita setuju dengan itinerary yang sudah disusun, kalaupun terjadi perubahan di hari H atau terjadi sesuatu yang tidak bisa diprediksikan sebelumnya (misalnya nyasar atau kehujanan) yaah diterima dengan lapang dada aja.  Namanya juga traveling. Kalau gak nyasar berarti lo sudah jadi warga setempat. Ya gak sih?

Urusan budget dan kenyamanan juga perlu dibicarakan. Ini juga berlaku untuk traveling dengan small grup. Budget traveling seseorang kan emang beda-beda dan biasanya berpengaruh ke masalah kenyamanan. Misalnya mau pake airline budget atau airline full service, penginapan kamar mandi dalam atau di luar, hostel atau hotel, naik kendaraan umum atau sewa kendaraan semuanya perlu dibicarakan di depan. Gak perlu malu terus terang kalo memang budget gak sesuai dengan rencana yang diusulkan partner traveling kamu. 

Yang perlu diingat karena ini jalan berdua (I'm not talking about marriage couple ya gaes) dimana budget depend on your own money, daripada terasa memberatkan pas di lokasi (misal lo akhirnya kelelahan krn harus naik subway melulu) atau sepulang traveling (tagihan CC malah membengkak), better mempertimbangkan dari gaya hidup kalian di Indonesia. Sama gak? Beda banget atau beda tipis? 

Kalau masih bisa ditolerir, just go ahead. Rencanakanlah traveling berdua. Saya personally selalu melihat kesesuaian gaya hidup dan standar kenyamanan karena gak mau ada diantara kami yang merasa 'kebanting' duluan.

Baca juga traveling berdua dengan anak di postingannya Nina

Kalau pun ternyata gak match, masih ada pilihan berikutnya. Either cari partner lain, sekalian ikut grup traveling yg dihandle traveling agent atau solo traveling alias jalan sendiri.  Ingat ya ini liburan, bukan cobaan! Jangan nyusahin diri dan partner traveling kamu. 


Travelling Sendiri 

Nah, ini dia yang belum pernah saya lakukan. Belum berani aja, takut nanti kenapa-napa apalagi saya termasuk orang yang ceroboh. Suka ninggalin barang seenaknya. Kalau ada partner kan lumayan bisa ngingetin atau ngecheck barang bawaan #eh. 

Takut Traveling Sendiri? Segera Hubungi Alpha Team

Tapi kalau melihat dua teman saya yang demen solo traveling kayaknya fun juga yah. You can go wherever you like, berapa lama mangkal di mana, suka suka kita aja lah. 

Kekurangannya pasti gak ada teman shared biaya hotel. Kalau mau hemat paling ambil kamar dorm, sekamar dengan orang yang gak dikenal dengan kepribadian yang belum tentu cocok ama kamu juga. Kamar mandi juga pasti shared dong dengan mereka. (Based on what my friends told me). 

Sisi lainnya adalah, although solo traveling might be seems lonely, kamu gak bakal sendiri. Just say hi to your room-mate or people around you, who knows you probably can make new friends to strolling around with. Ya kan? 

Gak enaknya sih emang kalau mau foto-foto sih, masa selfie doang. Tapi tenang aja, selalu ada orang baik di mana-mana kok. Pengalaman saya waktu akhirnya partner traveling nyerah dengan tanjakan di daerah Ihwa Mural Village dan saya memilih jalan sendiri, ada other travelers yang bisa diminta tolongin motret kamu. As long as kita minta tolong dan sopan, kayaknya gak bakal jadi masalah.

The Choice is Yours! 

Jadi gimana, apakah traveling sendiri atau berdua gak cukup seru dibanding traveling rame-rame? Nah, itu sekali lagi tergantung kamu sendiri. Traveling rame-rame, berdua atau sendiri aja bisa menjadi menyenangkan asalkan kamu gak merasa terpaksa untuk menjalaninya.

Kamu lebih suka yang mana? Drop your comment below dan ceritakan pengalaman traveling sendiri/berdua atau rame-rame kamu, ya! 

Sulit atau Mudah Mengurus Visa Korea ?

Jadi finally akhirnya saya memberanikan diri mewujudkan salah satu keinginan yang sudah lama terpendam : traveling ke Korea (Selatan tentu saja, belum ada niat ke Utara). Kenapa saya bilang 'memberanikan' diri? Karena sejak 2012 selalu ada aja yang jadi bahan pertimbangan. Mulai dari masalah waktu, kesempatan, dana umum (eh!) sampai VISA. Iyes... Visa perjalanan yah gaes, bukan Visa kartu kredit loh. 

Dari banyak kisah-kisah perjalanan para traveler yang saya baca dan dengar gak semua yang nge-apply itu bisa melengang cantik seperti Taeyon SNSD dengan visa tertempel di passport. Ada yang bilang passportnya gak boleh kosong lah, minimal harus ada dua cap negara lain.  Ada yang ngasih tahu 'harus sekian puluh juta di rekening, gak boleh kurang' lah.  Kudu punya tiket pulang pergi yang sudah diissued lah. Macam-macam pokoknya. 

Duh ya kok ribet banget gitu loh! Padahal orang Korea aja masuk ke Indonesia cuma kena visa on arrival doang. Apalagi katanya setelah makin booming orang-orang Indonesia ke Korea untuk traveling, approval visa Korea itu hanya Tuhan dan orang kedutaan aja yang tahu. Halah! 

Sulit atau Mudah Mengurus Visa Korea ? 

Berhubung ini perjalanan pertama saya ke negeri yang mengharuskan adanya visa kunjungan, gak mau dong kalau sampai gagal. Mulailah saya mengecek persyaratan pengajuan visa kunjungan wisata Korea Selatan di website resmi kedubes Korea Selatan


Persyaratan Visa Kunjungan Wisata Korea Selatan 

Apa aja sih persyaratannya? Ternyata permintaannya gak banyak kok. Gak pake bubur merah bubur putih segala. Cukup ini aja  : 


Paspor Asli dan Fotokopi Paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi) 

Belum punya paspor? Ya bikinlah! Gak perlu khawatir kalau belum pernah ke mana-mana. Partner perjalanan saya paspor nya masih fresh dari imigrasi, lolos juga kok. Jangan kayak gue kemakan kata-kata traveler kondang, jadinya gue traveling dulu ke Malaysia dan Singapore. Demi apaaaa?? Demi memenuhi persyaratan 'visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi'. Hahaha.. Tapi gak apa-apa, Sekalian 'nenangga' juga sih.. 

Formulir Aplikasi Visa (dengan satu lembar foto yang ditempel pada kolom foto)

Diisi yang baik dan benar. Meski pada dasarnya formulir aplikasi visa ini dalam huruf hangul, tapi tenang aja, ada bahasa Inggrisnya kok di bagian bawah. Lengkapi dengan foto terbaru berlatar belakang putih atau paling lama 6 bulan sebelumnya. Pokoknya penampakan kamu yang sekarang gak jauh beda lah sama yang di foto. 



Oiya, ini pas foto yah bukan foto alay, hahahaha! Ukuran 4x6 aja, gak usah ukuran poster, Kalau bingung, foto di studio foto aja dan bilangin foto ini buat visa. Mereka sudah ngerti kok. Jangan lupa, ini foto kamu yahh, bukan foto bias kamu apalagi mantan. 

Kartu Keluarga atau Dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan

Ya kale ternyata kamu sekeluarga dengan Park Bo Gum. Difoto kopi aja selembar. Panjang ntar urusan kalau ngasih yang aslinya. Bisa-bisa kamu malah dicoret dari kartu keluarga yang baru sama bapak kamu. 

Surat Keterangan Kerja dan Fotokopi SIUP Tempat Bekerja

Manis-manisin deh bagian SDM, hahaha! Surat ini menurut saya cukup sakti untuk menghapus kecurigaan kalau kita datang ke Korea untuk bekerja. Di dalam surat berkop nama tempat bekerja itu disebutkan berapa lama akan berada di Korea, untuk tujuan apa ke sana sekaligus bahwa yang bertanda tangan di surat itu menjamin kamu gak bakal nyari kerja di sana dan pulang begitu liburan selesai. 

Untuk yang pegawai negeri sipil gak perlu pake SIUP dong yaa... Kalau saya, cuma masukin surat keterangan kerja, surat rekomendasi dari atasan dan kartu pegawai aja. 

Surat Keterangan Mahasiswa/Pelajar, bagi yang masih bersekolah

Isi suratnya kurang lebih sama cuma yang tanda tangan itu Dekan atau ketua jurusan tempat kamu kuliah. Lampirkan surat keterangan mahasiswa dan surat persetujuan dari orangtua. 

Fotokopi Bukti Keuangan:
    * Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21) 
    * Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank 

SPT tahunan bisa diambil di bagian keuangan kantor kamu. Waktu saya lagi ngurus visa pas banget sama lembaran SPT PPH-21 dibagiin di kantor. Jadi aman. Tinggal di kopi aja. Lain cerita dengan rekening koran tabungan. Karena agak khawatir juga dengan 'katanya.. harus sekian puluh juta' itu, akhirnya saya memasukkan dua rekening koran dari dua account tabungan yang saya punya. Sebenarnya pengen masukin tiga rekening lainnya lagi sih, cuma ntar ketahuan kalau saya dapat job paid review atau buzzer fee dari perusahaan bapaknya Park Hyung Sik (hadeeuhh!). 

Surat referensi banknya cukup satu aja. Mahal bo soalnya! Surat referensi bank yang saya masukkan itu dari rekening gaji saya di BRI. Biayanya Rp.150rb sudah termasuk rekening koran. Awalnya ngantri di CS, tapi ternyata kalau di BRI ada bagian khusus di back office yang ngurusin dokumen seperti ini. Cukup bilang aja surat referensinya buat ngurus visa ke negara mana. 15 menitan sudah jadi kok. Lebih lama nunggunya sih menurut saya.. hehehe.. 

Oiya biaya surat referensi dan rekening koran tiap bank itu beda-beda. Silahkan cek di bank masing-masing ya!

Dimana Mengurus Visa Korea ?


Di kedutaan besar Korea Selatan yang berlokasi di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 57 Jakarta, tentu saja. Gimana kalau tinggal di Jakarta atau gak ada waktu ke Kedubes? Santai.. , pake travel agen saja. Kayak saya nih, karena berdomisili di Makassar kok ya rasanya ribet ama mesti ke Jakarta dulu. Makanya saya lebih memilih mengurus visa Korea lewat travel agen saja. Tentunya cari travel agen yang terpercaya. 

Sempat baca di website KTO sebenarnya ada 16 travel agen yang bekerja sama dengan mereka untuk mengakomodir pelancong yang gak sempat ke kedubes. Diantara 16 itu ada dua yang punya cabang di Makassar. Datanglah saya ke travel agen A. Officernya menetapkan minimal 30 juta di rekening. Duh! Kurang dari itu 'dengan berat hati kami tidak bisa membantu menguruskan', demikian katanya. Ke travel agen B malah lebih parah, harus 40 juta! Katanya 'ke Australia aja harus 50 juta, mbak', Ya sudah kalo gitu nambah 10 juta mending sekalian saya ke Australia aja, yes? 

Nanya ama teman di kantor, ternyata bisa kok mengurus visa Korea lewat travel agen meski di isi rekening kita gak sebanyak itu. Cuma waktu itu dia berangkat rame-rame dengan teman-temannya yang pengusaha kaya raya, jadi masuk visa grup gitu. Entah gak ada hubungannya atau memang ada, visa nya diapproved kok. 

Akhirnya nanya ke teman sekota yang sudah tiga kali ke Korea. Dia merekomendasikan Panorama Tours. Memang biaya visa nya lumayan mahal, Rp.700rb dengan perincian biaya resmi apply visa 544rb+ongkos kirim dokumen+pajak+fee travel. Tapi gak apa-apa, daripada saya ke Jakarta yang mana tiket pesawat pp aja sudah 1,3 juta, ya kan? Officernya juga gak banyak cingcong nanyain jumlah rekening dan helpful banget. Pihak travel agen cuma minta beberapa dokumen yang tidak disebut di website sebagai pelengkap. Soalnya memang dokumen yang telah dilampirkan jika dianggap masih belum lengkap oleh konsul maka pihak Kedubes Korea berhak untuk meminta tambahan dokumen. Dokumen apa saja kah itu?

Dokumen (tambahan) yang diperlukan untuk Visa Korea 

1. Fotokopi NPWP 

Sebagai warga negara taat pajak kartu NPWP sudah punya kan? Saya gak begitu ngerti ya kalau yang belum bekerja atau yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Setahu saya, buibu itu bisa nebeng di NPWP suami deh. 

2. Fotokopi KTP 

Nah yang ini buibu gak bisa nebeng suami ya! Hahaha.. Kecuali kalau belum berusia 17 tahun yang tentunya gak punya KTP, itu bisa pake kartu keluarga dan surat pernyataan dari orangtua. 

3. Fotokopi Akte Lahir 

Untuk memastikan nama kamu sama dengan di paspor dan kartu keluarga. Kalau pernah ganti nama lengkapi dengan surat resmi pendukungnya. 

4. Slip Gaji Terakhir

Ini bagi yang bekerja tentu saja. Sementara ibu rumah tangga dan yang masih belum memiliki pekerjaan/penghasilan harus melampirkan bukti keuangan suami atau keluarga (orang tua atau saudara yang menjadi sponsor). Oiya kalau kamu pengusaha yang ingin mengajak serta asisten rumah tangga, harus melampirkan surat sponsor dari employernya (surat keterangan kerja, kartu keluarga, bukti keuangan tidak perlu dilampirkan). Ini untuk menghindari human trafficking

5. Bukti Booking Hotel/Hostel/Penginapan 

Saya memasukkan bukti booking dari sebuah situs pemesanan hotel/hostel yang sudah terpercaya dengan jaminan uang kembali jika pemesanan batal dua minggu sebelumnya. Ini penting karena kalau visa ditolak, gak ada cerita uang penginapan hangus. Tinggal dicancel aja bookingannya.


e-voucher bookingan kamar yang diprint 


Cukup simple kan ya? *lalu nyanyi Mr. Simple* Gak perlu itinerary dan kode booking tiket segala. Kedubes Korea gak sejahat itu mengharus kita beli tiket sampai issued tiket segala, kok. Itulah mengapa gaji dan saldo di rekening diperlukan, just in case, di sana perlu beli tiket pesawat pulang atau memastikan  kita gak terlunta-lunta disana karena gak punya cukup uang untuk menyewa kamar. Ya masa ngemper di Gangnam sih.. kan gak mungkin juga * lalu gelar tikar di depan gedung SMent di Apgujong* 

So, What's Next? 


Dokumen semuanya dikirim oleh pihak travel agen di hari Senin sore dan diterima Selasa sore di kedubes Korea. Rabu pagi saya ngecek di website www.visa.go.kr , statusnya sudah received. Menurut informasi di website lama proses pembuatan visa itu minimal 6 hari kerja, dihitung satu hari setelah hari penyerahan dokumen. Proses bisa lebih dari 6 hari kerja jika dokumen dianggap belum lengkap dan interview jika dibutuhkan. Alhamdulillah hari Selasa sore status dokumen berubah menjadi approved. Itu berarti cuma 4 hari kerja aja. Hari Jumat sore, paspor yang sudah bertempelkan visa Korea saya sudah nyampe di travel agent. Azza!! 


Kenapa Permohonan Visa Korea Ditolak ? 

Nah ini dia yang sering dipertanyakan. Alasannya sih memang tidak pernah diungkap nyata setajam silet oleh pihak kedubes. Kata kebanyakan orang jawabannya hanya Tuhan dan officer kedubes Korea aja yang tahu. Jadi saya coba menganalisis nya sesuai pengalaman dari orang-orang terdahulu  aja, yah (duhh.. emangnya sub bab II : Penelitian Terdahulu yang Relevan ). 

1. Status Pekerjaan 

Meski bisa aja kamu buat kop surat sendiri, tapi kan ada SIUP yang bisa dicek. Pekerjaan menjadi hal penting karena untuk menutup kemungkinan orang mempergunakan visa kunjungan wisatawan sebagai kedok untuk bekerja dan menetap di Korea. Duh yaa takut bener sih.. Indonesia dong, tenaga kerja ilegal banyak banget dan gak pusing soal itu. *rolling eyes* 

Beberapa orang menganggap kalau sudah PNS atau kerja di perusahaan ternama bisa jadi jaminan mutu visa diapproved. Bisa ya, bisa juga enggak. Karena pengalaman para klien dari teman yang punya grup travel sendiri,  ada yang visa nya ditolak  padahal sudah PNS bahkan karyawan bank ternama. 

2. Transfer Dana Tiba-Tiba dalam Jumlah Besar di Rekening

Biasanya karena  takut visa nya gak diapprove gara-gara dana di rekening, beberapa orang memutuskan untuk mentransfer atau menyetor sejumlah besar dana hanya untuk saldo akhirnya sekian puluh juta. Setelah rekening koran dicetak, dana tersebut ditransfer kembali. Makanya untuk menghindari hal ini, saya siapin dua rekening koran dari rekening gaji dan tabungan. Jadi bisa kelihatan tiap bulan pemasukan pengeluarannya lancar dan gak ada dana siluman. Kalaupun kamu cuma punya satu rekening dan biasanya terima transferan dalam jumlah banyak, yah gak masalah sih. Partner traveling saya hanya masukin satu rekening koran dari rekening gajinya, ternyata diapprove juga. Menurut saya asalkan flownya lancar gak ada pemasukan yang mencurigakan, insya Allah aman-aman aja. 

3. Emang gak Jodoh Aja! 

Hahahaha... ini sih becandaan saya ama teman-teman aja. Ya abis gimana kalau dokumen sudah lengkap dan meyakinkan, sudah berusaha dan berdoa terus gak approve? Masalah traveling itu kan masalah rejeki dari Allah juga. Kadang ada dana, gak waktu. Bisa jadi ada waktu eh tapi dana gak cukup even itu buat beli tiket promo. Ada tiket promo tapi kamu gak kebagian. Begitu ada dana, ada waktu, dapat tiket murah eh ternyata kamu ditipu (hahahaha, asli ini mah apes!). Visa approve atau ditolak pun juga termasuk di dalamnya. 

Maka saya sebagai orang yang alhamdulillah visa nya sudah diapprove hanya bisa mendoakan semoga yang pengen traveling ke negara mana aja yang membutuhkan visa bisa lancar dalam pengurusan dan diapproved. Mudah-mudahan sih besok-besok makin banyak negara yang bisa menerima paspor hijau kita tanpa perlu embel-embel visa nempel di dalamnya. Supaya kita bisa semudah warga negara lain yang masuk ke Indonesia dan cuma bayar visa on approval aja. Semoga!

Kamu punya pengalaman seputar pengurusan visa (approved atau ditolak) negara apa aja? Share di kolom komentar ya!