Saturday, May 21, 2016

Begini Caranya Agar Tetap Ceria di Tanggal Tua

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

Setiap orang punya masa tanggal tua nya masing-masing. Oh ok, mungkin tidak semua. Paling tidak untuk orang-orang yang harus bertanggung jawab dengan kelangsungan hidupnya sendiri. Termasuk saya.

Mungkin untuk sebagian besar orang tanggal tua hanya dirasakan beberapa hari sebelum gajian. Abis itu bisa bernafas lega lagi. Lalu gimana kalo gak gajian juga? Tanggal tua bisa jadi berterusan hingga berbulan tua dong. Ini kejadian pada saya beberapa tahun lalu. Begini ceritanya...


Ketika pengumuman itu datang saya bersujud syukur. Alhamdulillah, lulus sebagai salah satu dari 300an CPNS lain dari sekian puluh ribu orang yang ikut test nasional sangat luar biasa. Saya berhasil mematahkan pemeo "mau jadi PNS? Bayar!" Sorry, not for me.

Sayangnya euphoria itu berangsur pudar ketika kabar yang ditunggu mengenai kapan secara resmi saya bertugas tak kunjung datang. "Biasanya sih bulan April,"kata salah seorang teman yang sudah duluan jadi PNS di kementerian yang sama. 

Apaaa? *jreng jreng* 

Bulan April? Waktu itu masih bulan Desember. Berarti ada 4 bulan lagi. Sementara itu saya sudah resign duluan dari kantor sebelumnya karena mengira bulan Januari sudah resmi bertugas di tempat baru. Waduh,  gimana ini!

Di rekening bank memang masih ada gaji bulan terakhir lengkap dengan bonus akhir tahunnya. Tapi itu tidak bertahan lama karena bonusnya sudah saya beliin gadget apple ke gigit. Tabungan yang ada hanya tersisa sedikit karena sebelumnya sudah pesan tiket liburan ke Bali-Lombok lengkap akomodasi. Rencananya saya pengen liburan sebelum ngantor lagi menghilangkan stress. Eh ternyata malah stress duluan.

And to make it even worse meski sempat bergembira karena panggilan bertugas di majukan sebulan ke bulan Maret, ternyata saya baru gajian setelah 8 bulan kemudian. Itupun tanpa uang makan dan uang operasional lainnya. Alasannya karena dana dari pusat belum cair. Bener-bener pengen nangis.

Tanggal Tua : "Kita Mulai dari Nol, yah..." 


Ada dua hal yang membuat saya 'bertahan hidup' di tanggal tua yang berkepanjangan itu adalah dukungan orang tua dan kerjaan freelance saya. Dukungan orangtua di sini bukan dalam bentuk uang yah. Saya merasa malu menerima 'uang saku' lagi setelah bertahun-tahun punya penghasilan sendiri. Masih tinggal di rumah orang tua merupakan berkah tersendiri buat saya. Selain gak perlu memikirkan sewa tempat tinggal, saya masih bisa makan gratis 3 kali sehari. Itu sudah alhamdulillah banget. Sisanya saya harus bertahan hidup dengan usaha saya sendiri. 

Untungnya sambil kerja kantoran saya gak pernah lepasin kerja freelance saya sebagai penyiar radio. Setiap minggu saya dapat jatah siaran 3 jam setiap Sabtu dan Minggu. Tentu saja, bayaran penyiar radio freelance itu gak  segede gaji saya di provider telco dulu. Yah.. sekitar 1/3 nya gitu deh. Dengan begitu saya harus pintar-pintar mengatur keuangan agar tetap ceria di tanggal tua. Begini caranya : 

1. Revisi Gaya Hidup 


Gaya hidup yang dulunya gampang aja kalau pengen beli baju, sepatu, buku, nongkrong di sini, ngopi di situ saat itu terpaksa direvisi. Tidak ada sepatu dan baju baru kali ini. Saya jadi lebih rajin mengubek-ubek isi gudang untuk mencari sepatu yang pernah saya  beli. Isi lemari saya rapikan untuk menginventarisasi model dan warna yang saya punya. Buku-buku yang tertumpuk di ruang baca saya kumpulkan dan dicatat layaknya pustakawan. 

Menakjubkan! Selain jadi tahu ternyata saya kerap membeli dan jarang menggunakan, aktivitas membongkar gudang, lemari pakaian dan ruang baca membuat saya jadi lebih sehat. Keringatan bo! See.. biaya fitness dan yoga di klub kebugaran pun bisa dicoret dari daftar pengeluaran. Bukti selalu ada sisi baik dari semua hal. 

2. Membiasakan Diri dengan Hiburan Gratis   


Jika biasanya setiap minggu nonton di bioskop, saat tanggal tua kebiasaan ini otomatis dicoret. Saya jadi lebih selektif menentukan film mana yang perlu ditunggu aja tayang di TV kabel, mana yang perlu di download gratisan dan mana yang perlu dipinjam DVDnya. 

Untuk biaya internet bisa dipangkas dengan beli simcard paket data yang bentar lagi expired. Selain membantu penjualan provider, kamu juga bisa punya paket data dengan harga murah. Di beberapa kota sudah tersedia beberapa wifi corner, ruang publik di mana masyarakat umum bisa mengakses internet.

Tidak lupa manfaatkan waktu yang ada di kantor untuk mendownload file yang besar hiburan di akhir pekan. Gak apa-apa nongkrong lebih lama di kantor. Selain kelihatan berdedikasi tinggi  'fakir wifi'nya tidak gampang terdeteksi. Praktis kan?

3. Jalan Kaki Itu Sehat 


Ketika taksi sudah tidak bisa dijadikan prioritas transportasi utama, di tanggal tua yang berkepanjangan saya terpaksa naik angkot. Namun ada kalanya jalur angkot tidak selalu sejalan dengan tujuan. Akibatnya diperlukan lagi nyambung pake becak atau bentor. Kalau jaraknya jauh dan harus nyambung beberapa kali seperti itu saya tetap memilih naik taksi. Bela-belain, gak apa-apa daripada repot. Tapi kalau jarak dari jalur angkot ke tujuan saya hanya sekitar 300 sampe 500 meter, mending saya jalan kaki. Selain hemat, jalan kaki itu sehat. *Padahal sih ..... * 

4. Bawa Bekal dari Rumah 

Makan di luar itu butuh uang gak sedikit dan belum tentu porsi dan kehigenisannya sesuai standar kita. Kreasikan apa yang ada di kulkas. Kalaupun malas masak, bertandang saja ke rumah kakak. Bungkus makanan dan minuman yang tersedia. Lumayan buat bekal makan siang. 

5. Gunakan Promosi Diskon 

Ada banyak macam promosi diskon. Kadang-kadang barang diskon itu ada yang dinaikin dulu harganya baru didiskon atau barangnya bentar lagi kaduluarsa. Tapi jika kita jeli dan dengan sedikit keberuntungan kita bisa menemukan barang-barang diskonan yang diperlukan. 

Saya sering memanfaatkan promosi kartu kredit yang sering memberi diskon di tempat-tempat tertentu. Walaupun begitu saya tetap harus sadar diri dan membayar tagihan full agar gak kena bunga berbunga. Lumayan, sesekali saya masih bisa nongkrong dan makan enak sambil ngopi-ngopi. Jadi gak berasa sengsara-sengsara banget kan? 

Tetap Ceria di Tanggal Tua 

Meski sekarang masa-masa suram itu telah berlalu, tetap saja saya gak mau hal itu terulang lagi. Amit amit.. ya Allah 8 bulan gak gajian. Makanya belajar dari pengalaman ini dia tips agar tidak terkena syndrome Tanggal Tua ala Vita Masli. 



Budi? Budi siapa ya?

Yuk kenalan dulu dengan cowok bernama Budi :



Gara-gara Budi, saya jadi tahu kalau sekarang ada program TTS (Tanggal Tua Surprise) dari MatahariMall. Sekali klik sudah bisa tahu deh ada promo diskon apa saja yang sedang berlangsung. Produknya mulai dari belanja bulanan kebutuhan pokok, produk perawatan kulit sampe fashion dan gadget. Tinggal pesan secara online, diantar ke rumah tanpa ongkos kirim. Sukaaa... !! 

Nah, jadi sekarang sudah tahu kan caranya agar tetap ceria di tanggal tua? Selamat tinggal masa suram tanggal tua.  Jadilah seperti budi dan tetap ceria. Merdeka!!!


Baca selengkapnya

Friday, May 20, 2016

60 Tahun Universitas Hasanuddin dan Ikatan Alumni : Sinergi Dua Peran di Zaman yang Terus Berubah

Beberapa belas tahun yang lalu saya adalah salah satu dari dua ratusan mahasiswa baru yang diterima di jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Senangnya bukan kepalang. Universitas Hasanuddin atau kerap disingkat Unhas adalah perguruan tinggi negeri terbaik di kawasan Indonesia Timur.  

Lulus di salah satu fakultas dan jurusan favorit adalah kebanggaan tersendiri. Orang tua saya bersyukur anak bungsunya tidak perlu jauh-jauh bersekolah di kota lain. Tak perlu uang kos, ke kampus pun hanya sekali naik pete-pete kampus dan yang paling penting SPPnya terjangkau. Paket lengkap. Saya senang, orangtua bahagia. Kurang apa lagi coba?



Begitu lulus dan berhasil menyandang gelar Sarjana Teknik, bahagianya gak ketulungan. Rasanya sudah seperti Jack Dawson di film Titanic,"I'm the king of the world...!" Lalu setelah euphoria kelulusan itu lalu muncul pertanyaan : kerja di mana?

Ini adalah masalah klasik yang kerap menghantui para lulusan yang baru wisuda. Selamat tinggal masa-masa menyenangkan menjadi mahasiswa, selamat datang di dunia nyata. Mencari pekerjaan tidak semudah yang diduga. Seringnya malah banyak yang masih bingung apa yang harus dilakukan. Jadi begitu ada lowongan pekerjaan, apapun yang mensyaratkan pendidikan S1 langsung disikat. Tidak peduli apa sesuai dengan background pendidikan atau tidak. 
   
"Lapangan kerja di Indonesia itu terbatas jadi terpaksa belok haluan cari bidang kerja lain,"kata salah seorang alumnus yang kini bekerja di perusahaan listrik negara. 

Setelah lulus dia tidak semerta-merta langsung bekerja di perusahaan yang menyerap banyak mahasiswa Teknik Elektro itu. Dia sempat bekerja sebagai pengajar di salah satu bimbingan belajar di Makassar. Meski sebenarnya di kampus dia mengambil jurusan telekomunikasi takdir membawanya bergabung dengan perusahaan listrik BUMN tersebut dan kini berada di jajaran managerial di Jakarta.

Lain lagi cerita salah satu alumni Teknik Elektro Unhas dengan IPK 3,0 ke atas. Setelah lulus, dia sempat menganggur beberapa lama. Ketika pada akhirnya mendapat pekerjaan, dia malah bekerja di sebuah perusahaan pembiayaan. Tak ada hubungannya memang namun tetap dijalaninya sambil bertahan hidup menunggu kesempatan berikutnya.

Ilmu jaringan telekomunikasi yang pernah dipelajari di bangku kuliah akhirnya sejalan dengan pekerjaannya ketika berhasil lulus menjadi pegawai negeri di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Meski begitu dia yang kini memegang jabatan yang cukup penting di direktorat Telekomunikasi berpikir,"Semua yang kita pelajari di kampus itu hanya sekedar tau tapi cuma kulitnya saja. Kalo orang luar kan, satu ji na tau. Tapi mereka benar-benar expert di bidang itu."

Itu hanya dua contoh dari sekian banyak alumni Unhas yang berhasil di bidang yang sesuai dengan apa yang mereka pelajari dulu di kampus. Ada lebih banyak lagi alumni yang berada di top level management di berbagai perusahaan. Senang ya, bisa bekerja di perusahaan atau kantor pemerintahan  yang sejalan dengan pendidikan yang kita dapatkan. Tapi ternyata banyak juga loh alumni Unhas yang berprofesi di bidang yang sama sekali 'Tidak Elektro Banget!'

Saya mengenal beberapa alumni Teknik Elektro Unhas yang kini menjadi politikus, pemimpin media, sekretaris, bankir, pengusaha, pengajar atau pengusaha. Jangan jauh-jauh deh, saya aja dulunya bekerja di perusahan telekomunikasi pun tidak ditempatkan di bagian teknik malah di bagian pelayanan dan marketing. Begitu jadi PNS saya malah ditempatkan di bagian graphis sampai administrasi sambil tetap nyambi jadi penyiar radio (dan blogger. Uhuk!).  Kakak saya lulusan Arsitektur kini menjadi manager di perusahaan food & bevarage perusahaan multinasional dan masih banyak contoh yang lain. Teman saya dulu anak Kehutanan jadi karyawan BPJS, pengusaha shopping online malah jadi manager radio ternama. Gak rindu hutan? Enggaaaaakkk!!!

Pada awalnya bisa jadi karena lapangan kerja yang terbatas akhirnya untuk bisa diserap dunia kerja para lulusan mencoba untuk bertahan di dunia nyata yang kejam ini. Eh gak taunya keterusan. Tapi apakah ini salah? Salah gue? Salah teman-teman gue?

*Maaf masih terbawa dengan Ada Apa dengan Cinta?*

Dunia Kampus dan Dunia Kerja adalah Dua Hal yang Berbeda

Tidak ada yang salah dengan bekerja di luar bidang ilmu yang kita ambil saat di kampus dulu. Seseorang mungkin menemukan passionnya setelah kuliah atau yang paling biasa disebut orang,"memang sudah takdirnya begitu."Dunia kampus dan dunia kerja adalah dua hal yang berbeda. Bahkan ketika seseorang bekerja sesuai latar belakang pendidikannya, bisa jadi dia merasa ilmu yang didapatkannya pada masa perkuliahan dulu tidak mencukupi.

Salah seorang dosen saya pernah mengatakan, mungkin yang salah adalah kurikulum pendidikan yang digunakan. Kurikulum yang ada jarang diupdate khususnya jurusan-jurusan yang ada hubungannya dengan teknologi seperti Teknik Elektro, misalnya.

Ketika seorang mahasiswa baru memasuki dunia kuliah, kurikulum yang menaunginya adalah yang sesuai dengan jaman itu. Begitu mahasiswa tersebut lulus empat atau lima tahun kemudian, teknologi sudah makin berkembang. Apa yang dipelajari selama empat tahun bisa jadi cenderung basi dan menimbulkan kegamangan tersendiri bagi mahasiswanya. Persis seperti apa yang dirasakan oleh salah seorang alumni yang saya ceritakan sebelumnya.

Selain jarang diupdate, kurikulum pendidikan kita lebih banyak membentuk mahasiswa untuk menjadi pekerja dan bukan pencipta lahan pekerjaan. Jadi ketika pasar kerja membutuhkan pekerja di bidang A, lulusan dengan latar belakang pendidikan bidang ilmu B pun akhirnya menyesuaikan hanya untuk diserap dunia kerja. Sesuai atau tidak dengan passion dan latar belakang pendidikan akhirnya tidak menjadi masalah. Yang penting sudah punya kerja aja.

Pun ketika memasuki dunia kerja, banyak lulusan yang kebingungan menghadapi persaingan di dunia baru ini. Seringkali yang IPKnya bagus pun nasibnya kurang beruntung dibanding lulusan yang IPKnya standar saja. Belum lagi bayangan indah tentang dunia kerja saat menjadi mahasiswa dulu.

Berpakaian bermerk, dandan cantik dan menggunakan gadget mahal. Masuk kantor jam 8, say hi dengan teman sebelah kubikel. Jam makan siang, makan bareng di tempat gaul. Pulang nunggu macet berakhir ngopi-ngopi dulu di coffee shop yang harga kopinya selangit. Tugas ke berbagai kota dalam dan luar negeri. Cuti liburan ke Maldives. Kelihatannya keren banget ya?

Iyah. But we never really know dunia kerja itu seperti apa until you get in to it. Bahwa ternyata karir seseorang gak semena-mena cemerlang hanya karena dia pintar dan tahu segala yang ada. Bahwa orang-orang yang bekerja dengan kamu tidak selamanya baik dan menyenangkan. Bahwa persaingan antar rekan kerja itu lebih kejam daripada persaingan kamu dulu rebutan tempat duduk strategis waktu ujian final di kampus.

Untuk beberapa orang. Dunia kerja tidak sesederhana seperti waktu gagal test pra praktikum sewaktu kita kuliah dulu. Sakitnya tuh bukan hanya di sini, tapi juga di situ dan di sana.  Saingan kita gak cuma dari sesama alumni tapi dari juga kampus lain,loh. Malah mulai tahun ini persaingannya lebih ketat lagi karena saingan kita adalah lulusan universitas dari negara-negara ASEAN. Sudah siapkah Unhas, mahasiswa dan para alumninya?

Universitas Hasanuddin dan Ikatan Alumni : Sinergi Dua Peran di Zaman yang Terus Berubah 

Saya masih ingat saat pertama kali memasuki dunia yang kerja yang sesungguhnya (dalam arti sebagai karyawan full time) di Makassar, kebetulan big boss provider telekomunikasi tersebut adalah lulusan Universitas Hasanuddin dari fakultas dan jurusan yang sama dengan saya. Jadi tidak ada kejutan yang berarti dalam wawancara kerja. 

Namun ketika saya dipindahkan ke Jakarta, saya bertemu dengan atasan-atasan yang mengernyitkan dahi ketika mendengar jawaban saya,"Saya lulusan Universitas Hasanuddin." Reaksinya hanya ada dua. Pertama bertanya,"Di mana itu? atau yang kedua,"Oooh yang suka tawuran, demo dan bakar ban di jalan itu ya?" 

Di saat seperti itu terkadang saya merasa sedih. 

Pun ketika saya kembali lagi ke Makassar dan bekerja sebagai PNS di sebuah satuan kerja. Saya lagi-lagi mendapat 'kejutan' menarik. Beberapa tahun sebelumnya reaksi orang ketika mengetahui orang lain adalah alumni Unhas sangat 'wow'. Lulusan Unhas sudah menjadi jaminan mutu dibanding lulusan kampus lainnya. Kali ini, di satuan kerja tersebut, saya terkejut bahwa mereka lebih menyukai lulusan institusi pendidikan swasta yang mereka anggap lebih tahu tentang Informatika. 

Tiba-tiba menjadi lulusan teknik elektro Unhas seakan tidak ada harganya di satuan kerja tersebut. Di saat seperti itu saya kembali menjadi sedih. 

Hal serupa meski tak sama saya dapati ketika saya memutuskan kembali melanjutkan kuliah ke jenjang S2 di jurusan Komunikasi Universitas Hasanuddin. Saya kerap mendapat pertanyaan seperti ini : ‘Kenapa di Unhas lagi? Kenapa kamu tidak lanjut kuliah di luar negeri?”

Saya kok jadi bertanya-tanya memangnya ada apa dengan Universitas Hasanuddin ?

Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin, Makassar


Faktanya universitas ini berdiri sejak 60 tahun lalu dan merupakan salah satu dari dua perguruan tinggi negeri berakreditasi A di luar pulau Jawa. Situs pemeringkat kampus-kampus terbaik di dunia, 4 International Colleges & Universities, melansir data terbaru tentang 400 kampus terbaik yang ada di Indonesia untuk tahun 2016 dan Universitas Hasanuddin berada di posisi 20.

Fakultas Teknik jurusan Teknik Elektro dimana saya menimba ilmu di jenjang S1 telah terakreditasi A. Begitu pula dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik jurusan Komunikasi tempat saya saat ini menjalani perkuliahan di program pascasarjana pun berakreditasi A. Pantas kan menjadi kampus pilihan?

Menurut saya pantas-pantas saja. Toh belakangan ini Universitas Hasanuddin semakin mempermantab diri dengan berubah dari konsep yang sebelumnya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang bersifat Badan Layanan Umum (BLU) dinaikkan statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

Dengan perubahan status ini Universitas Hasanuddin memiliki kewenangan mandiri baik akademik maupun non akademik serta memiliki kekayaan tersendiri yang dipisahkan dari kekayaan negara kecuali tanah.

Kewenangan mandiri akademik yang dimaksud kewenangan mengubah kurikulum, membuka dan menutup program studi. Sementara dibidang non akademik, Unhas dapat melalukan tatakelola sendiri baik manajemen, dan mengelola aset-aset yang dimilikinya dan membangun kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga-lembaga lainnya.

Secara ide dan tujuan, perubahan status ini jelas menguntungkan. Namun beberapa pihak khususnya sekelompok mahasiswa menganggap perubahan status ini hanya akan membawa Universitas Hasanuddin kehilangan ruhnya sebagai  perguruan tinggi  untuk mencerdaskan bangsa.

Pengelolaan keuangan secara mandiri akan memaksa universitas untuk mencari pendanaan yang cukup untuk keberlangsungan dan pengembangan kampus, sehingga universitas lambat laun akan memiliki mentalitas menuju arah pendanaan. Uang SPP akan semakin mahal dan beragam tergantung dari mana jalur masuknya.

Lagi-lagi saya teringat jaman saya masih mahasiswa S1. Saat itu tidak ada perbedaan uang SPP antara mahasiswa yang masuk melalui jalur matrikulasi dan mahasiswa dari jalur ujian. Perbedaan SPP hanya ada berdasarkan fakultas eksak dan eksakta dimana fakultas eksak sedikit lebih mahal. Tidak terlalu banyak fasilitas yang kami dapatkan but we survived and we made it through kejamnya persaingan di dunia kerja.

Banyak Orang-Orang Hebat dari Angkatan Ini
Meski pada kenyataannya seringkali alumni Unhas belum terlalu dianggap dibandingkan universitas ternama lainnya seperti UI, ITB, UGM, Unpad dan lain sebagainya, secara personal alumni Unhas tidak kalah dibandingkan alumni universitas 5 besar itu. Buktinya saya bisa lulus bersaing dengan mereka memperebutkan tempat di provider telekomunikasi bahkan di jalur

Dan saya bangga menjadi alumni Unhas. Sama bangganya ketika mengetahui bahwa banyak alumni Unhas berprestasi yang tersebar diberbagai sektor pekerjaan dan wilayah Indonesia. Itu berarti para alumni mampu memberikan manfaat seluas-luasnya bagi diri sendiri, keluarga, almamater, dan bangsa.

Universitas Hasanuddin memiliki banyak potensi yang dapat disinergikan bersama alumninya untuk mewujudkan kiprah Unhas yang lebih baik. Tak hanya Unhas yang harus berbenah, para alumni semestinya dapat memiliki ikatan antar alumni dan merasakan adanya kemanfaatan bergabung dan aktif bersama Ika Unhas.

Mendekatkan yang jauh dan merangkul yang dekat, ini adalah pekerjaan rumah Ikatan Alumni Unhas. Ini dimaksudkan agar  ada ikatan dan kemanfaataan sesama alumni baik yang berkarir maupun yang fresh graduate. Hal ini menjadi penting karena dapat menciptakan ruang komunikasi yang membantu mempermudah mereka dalam berkarir dan bersaing di pasar kerja global.

Baca selengkapnya

Monday, May 16, 2016

Celebes Beauty Fashion Week, Pesona Fashion dari Makassar

Jam digital di panel dashboard mobil sudah menunjukkan pukul 20:03. Seharusnya saya sudah berada di Four Points Hotel, Makassar sejam yang lalu. Tapi saya masih berada di tengah kemacetan berjarak kurang dari 300 meter saja dari venue. Gila! Jalan Landak Baru yang trafiknya ramai lancar kini tersendat. Padahal ini malam Kamis, sudah lewat jam pulang kantor juga. Mungkinkah ini gara-gara event Celebes Beauty Fashion Week?


Deretan mobil dan motor di depan dan samping tak kunjung mempercepat lajunya. Dari kaca spion tampak antrian kendaraan di belakang mobil saya yang mengular sampai jauh. Yang sabar yah.., kamu. Saya menepuk-nepuk setir mobil.

Hari itu, tanggal 11 Mei 2016 saya bersama beberapa blogger Makassar diundang oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar untuk menghadiri fashion show pembukaan Celebes Beauty Fashion Week, salah satu rangkaian acara di Femme 2016. Seharusnya saya sudah ada di venue pukul 7 malam. Apa daya karena ada acara lain yang mendesak maka terjebaklah saya di kemacetan ini. Pintu gerbang Four Points tempat penyelenggaraan acara sudah terlihat tapi terasa begitu jauh. Seperti kata pepatah, dekat di mata jauh di kaki. 

Lima belas menitan kemudian saya berhasil masuk ke area parkir. Akhirnya!! Sekarang giliran nyari tempat parkiran yang nyaman, gak nyusahin dan tentunya aman buat mobil saya. Bagusnya hotel bintang empat yang baru beroperasi sekitar Agustus 2015 ini menyediakan tempat parkir yang luas. Selain di depan gedung, ada parkiran basement dan juga lahan parkir di bagian lain. Parkiran full bo’! Tapi berhubung buru-buru dan dengan kekuatan doa, akhirnya dapat parkir di halaman depan gedung. Yay! Alhamdulillah.

Celebes Beauty Fashion Week, Pesona Fashion dari Makassar


Gedung ballroom Four Points yang lapang, lega, kini dipenuhi dengan orang berlalu lalang diantara deretan stand berisi beragam produk fashion. Ballroom utama disulap menjadi exhibition area di mana para pelaku dunia fashion dari dalam dan luar Makassar memamerkan produknya. Di sisi lain terdapat space khusus untuk Sociolla Beauty Week dengan sederet stand make up dari Jepang dan Korea nya. Haduh haduh haduh.. lalu di mana main stage runaway nya? 


Ternyata main stage nya ada di bagian ballroom utama juga, dibatasi dengan kain hitam dan ketutupan oleh stand-stand artis. Ketika akhirnya saya bisa duduk dengan cukup nyaman,  pagelaran desain Dhanet by Steve & Joe sudah kelar. Yah.. padahal belum juga bener-bener merhatiin detail koleksinya. Kata teman-teman blogger lain sebelumnya ada koleksi Oki Setiana Dewi. Duh, telat! 



Senangnya itu bukan sesi terakhir dari fashion show perdana malam itu. Last but not least dan pastinya ditunggu-tunggu hadirin adalah gelaran karya Ivan Gunawan. Desainer yang kerap hadir hampir setiap malam di layar kaca ini mengusung tema Rambu Solo, sebuah upacara adat Toraja yang mana merupakan salah satu etnis di Sulawesi Selatan. 

Opening nya aja sudah menarik perhatian banget. Ketika MC selesai mengumumkan tema desain koleksi Ivan Gunawan, semua lampu dipadamkan. Terdengar suara teriakan lelaki yang cukup mentrigger rasa penasaran (kalau tidak ada yang ngaku kaget sih) hadirin. Rasanya pernah dengar, cukup akrab. Ah.. itu kan biasanya ada di upacara adat Toraja. 

Secercah cahaya datang dari display segede gaban yang menjadi latar runaway. Terpampang grafis air terjun dengan beragam tumbuhan dan bunga disekitarnya. Seekor kupu-kupu mengepakkan sayapnya diantara daun-daun yang berguguran. Suara seruling khas Toraja pun memecah suasana. Satu persatu perempuan mengenakan pakaian adat Toraja muncul dari sisi panggung. Mereka adalah penari yang membuka pagelaran koleksi Ivan Gunawan. 


Sepanjang hampir tiga menit para penari memperlihatkan keindahan tarian khas Toraja hingga akhirnya mereka silam ke balik panggung diiringi tepukan hadirin. Lampu kembali dimatikan. Begitu pula display background LED. Tak berapa lama layar LED kembali dinyalakan dan terpampanglah logo 'Ivan Gunawan'. 


Satu persatu para model berjalan di atas catwalk dengan balutan busana yang terinspirasi kain tenun Toraja dan asesorisnya. Rancangan Ivan Gunawan tampak elegan dengan garis desain yang  wearable.  Bagi yang bodynya gak semampai model pun masih tetap bisa pakai kok. 

Tidak hanya koleksi busana untuk wanita, Ivan Gunawan pun menyisipkan busana pria yang bisa menjadi inspirasi tampil formal sekaligus tetap terlihat manly. Ini nih mungkin yang membuat desain Igun ditunggu-tunggu. Abis desainnya asik banget, kelihatan gak ribet dan tak tampak aneh. 




Koleksi Ivan Gunawan merupakan penutup fashion show hari pertama Celebes Beauty Fashion Week, salah satu rangkain acara di Femme 2016. Dasar orang kekinian, begitu para model silam ke balik layar dan lampu dinyalakan para hadirin segera menyerbu runaway stage. Untuk apa? Ada yang ngejar-ngejar Igun tapi lebih banyak sih memanfaatkan runaway dan display LED sebagai background foto. Iyess.. foto! Termasuk saya dan tiga teman blogger yang diundang. 



Celebes Beauty Fashion Week adalah salah satu rangkaian event yang ada di Femme 2016, sebuah h event fashion terbesar di Indonesia Timur. Tahun ini  adalah kali ke sebelas Femme diselenggarakan sementara Celebes Beauty Fashion Week menginjak tahun kedua. Kali ini dalam Femme 2016  tema yang diusung adalah ‘A Woman In Style” dengan mengusung Baju Bodo, baju adat tradisional Bugis Makassar sebagai centre pointnya. 

Rangkaian acaranya padat. Selama 5 hari fashionista (atau fashionista wanna be) Makassar akan dimanjakan dengan kehadiran deretan fashion designer ternama Indonesia. Sebut saja Anne Avantie, Ida Noer Haris, Poppy Dharsono, Nita Seno Adji, Ivan Gunawan, Misan, Sikie Purnomo, Malik Moestaram, Rudy Chandra, Defrico Audy, Erdan, Chintami Atmanegera, Verlita Evelyn, Oki Setiana Dewi  dan Luna Maya. 

Makanya di hari kedua saya datang lagi. Kali ini iseng aja sambil nemenin teman yang emang doyan belanja busana muslim. Koleksi busana muslim di Femme banyak cyn.. Sampai pusing milihnya. Tidak hanya dari Jakarta, tapi juga dari Bandung, Bogor hingga Makassar. 

Gak melulu busana muslim aja sih. Untuk yang suka Korea Style atau casual ada juga kok. Busana formal sampai gaun pengantin aja ada. Koleksi kain tenun, hijab, sepatu, tas, aksesori hingga make up dan skin care siap diserbu. Harganya berkisar antara 5rb (sudah dapat bros cantik) hingga juta-jutaan aja ada. Malah ada kain motif batik, rangrang dan tenun ikat lainnya seharga 50rb perlembar. Langsung diserbu bu ibu lah pastinya. 



Kalaupun misalnya gak mau kalap belanja (kek saya misalnya), boleh ikutan talkshow dengan para desainer/artis dengan koleksi desainnya. Di hari kedua kebetulan banget pas lagi nunggu teman di ruangan Sociolla, ternyata ada Zaskia Sungkar brand Ambasador Wardah. 

Selain talkshow ada beauty class sampai sharing knowledge mengenai konten kreatif untuk para beauty vlogger (atau yang mau coba-coba sih). Jadi gak cuma dapat belanjaan aja, ilmu dan pengalamannya juga nambah. 


Rencananya hari terakhir Celebes Beauty Fashion Week akan ditutup dengan pagelaran fashion koleksi Anne Avanti. Tahun depan acara ini akan diadakan kembali sebagai barometer fashion Indonesia bagian Timur. Ini juga sekaligus menambah opsi bagi orang-orang dari luar Makassar bahwa kota Makassar tidak hanya sekedar wisata pantai dan kuliner sedap. We have a fashion week going on just like Jakarta or even Paris and New York.

Masyarakat pemerhati dan pencinta fashion yang berasal dari Kendari, Samarinda, Menado, Palu dan beberapa kota lain di kawasan Indonesia Timur aja jauh jauh hadir bergabung bersama fashionista Makassar. Kalau tahun ini tidak sempat hadir, jangan sedih. Tahun depan jangan sampai ketinggalan menjadi bagian dari Celebes Beauty Fashion Week, gelaran fashion terbesar di kawasan timur Indonesia. 

Sampai ketemu! 
Baca selengkapnya

Friday, May 13, 2016

Penonton Ada Apa Dengan Cinta, Dulu dan Kini

Ok, ini bukan review apalagi spoiler karena saya gak mau terlalu menyoroti cerita AADC 2.  Meski well, just say saya punya ekspektasi yang cukup besar untuk AADC 2 dan merasa ada yang sedikit ngeganjel. Tapi ya sudahlah yah. Skenario sudah jadi, filmya sudah terbit dan penontonnya sudah melampai 3 juta. Mendingan saya berbagi cerita tentang penonton Ada Apa dengan Cinta dulu dan kini saja. Setuju?

Penonton AADC2

Saya termasuk salah satu dari generasi penonton pertama Ada Apa Cinta. Sewaktu film ini tayang di tahun 2002, saya bersama teman-teman nobar di hari pertama. Ngantri? Jelas. Tapi bukan saya sih yang ngantri. Entah gimana teknisnya saya lupa, yang jelas jam 4 sore sehabis siaran di radio,  saya bersama teman-teman sudah duduk manis di barisan tengah. 

Dan saya nangis. Nangis beleber sampai gak tahu saya nangis gara2 Cinta dan Rangga atau saya menangisi kisah percintaan saya sendiri, hahaha. Lalu kemudian pulangnya mampir ke Disc Tarra beli CD OSTnya. Besok-besoknya nonton lagi. Gitu terus sampai beberapa kali. Beli VCDnya, nonton lagi. Tidak berhenti sampai di situ, seperti juga dengan banyak penonton lainnya potongan2 dialog Rangga dan Cinta terbawa-bawa dalam percakapan sehari-hari. Puisi2 Rangga terngiang-ngiang sampai hari ini. 

Sebegitunya. 

12 tahun berlalu, tiba-tiba saja sebuah iklan mengetuk kenangan. Mini drama AADC setelah sekian purnama merebak kisah masa lalu. Apa kabar Cinta? Apa kabar Rangga? Apa kabar kita?

Kita...?????  Mungkin saya perlu A*ua.

AADC Line
Pic from Line Mini Drama AADC 2014 

Dan begitulah kenangan-kenangan itu membuncah. "Sudah terlalu lama kita gak kumpul seperti ini,"kata Cinta dalam trailer AADC2.

Iyah, sudah terlalu lama. Ada Apa Dengan Cinta 2 harus ada. Terserah 1 purnama di New York beda dengan 1 purnama di Bekasi, misalnya. Durasi 10 menit dengan ending tatap-tatapan sambil senyuman di bandara (Incheon) itu gak cukup. We want more, mbak Mirles. I want more!

Sungguh mati aku jadi penasaran
Sampai mati pun akan kuperjuangkan

Yang diatas itu bukan OST  AADC2, yah. Serius, bukan!

Tapi iyah, saya penasaran. Dari IGnya nicsap dan therealdisast saya akhirnya dapat sedikit clue : Cinta ke New York. Abis foto salju dan lokasi di IG nicsap dan therealdisast samaan sih. Sempat kepikiran jangan-jangan Cinta sakit hati gara-gara Rangga selingkuh di New York. Yeaah, cliche sih. But it happens all the time. Ok, most of the time. Tanya deh sama yang LDRan. *siul siul*

Penonton Ada Apa Dengan Cinta, Dulu dan Kini

Anyway, sebegitu excitednya saya dengan AADC 2 saya agak khawatir apakah saya bisa nonton di hari pertama. Alhamdulillah hari itu waktunya pas banget dengan hadirnya dua teman sekamar saya dulu jaman pra jabatan dari Jakarta. Salah seorang diantara kami berinisiatif untuk ngantri tiket. Gak pake lama (tahu tuh anak pake ilmu apa)  dapat deh tiga tiket untuk jam pertunjukan 16.50. Meski ternyata tiket yang kami beli berada di seat baris ke tiga dari depan layar. Tak mengapa. Demi sebuah rasa penasaran dan sekeping kenangan. #halah

Penonton AADC2
Hand model by Ank
Ternyata I wasn't the only one who excited, that's for sure. Studio 2 kala itu terisi penuh oleh berbagai macam tipikal penonton yang bahkan saya aja gak kepikiran bakal ada. Ternyata selain mba mba kantoran yang teng go (atau malah abis makan siang sudah gak balik ke kantornya lagi) terdapat juga mahasiswa dan fresh graduate yang entah kapan nonton AADC 1, cowok-cowok yang gak jelas nonton karena paksaan atau sukarela, Ibu ibu yang keliatannya pantas saya panggil tante atau ibu dan... ibu ibu muda yang mendorong troli bayi. Malah ada loh yang mengendong bayinya yang mungkin baru berusia sebulan.

Buset..!

Penonton AADC2
Ini suasana ketika saya ngantri tiket nonton kedua kalinya
Saking excitednya bu ibu itu nonton AADC 2, kali ya. Saya sempat terpikir kenapa gak bisa nunggu besok-besok aja. Titipin bayinya bu sama keluarga atau bersabar sampai DVD originalnya dirilis. Lebih gampangnya lagi, doain ntar lebaran tayang di SCTV. Ini untuk kenyamanan bayi-bayi itu juga. Bayangkan ada suara tangisan bayi dan alunan nursery song ditengah adegan Cinta dan Rangga di Gereja Ayam. 

Bu ibu, dapat salam dari mba Melly Goeslow.
Jangan kau ajak dia
Jangan kepikiran dulu sama dia
Jangan ajak-ajak dia
(Jangan Ajak Ajak Dia - OST AADC 2) 
Ok fine, lihat dari sisi lain. Mungkin bu ibu ini adalah generasi pertama AADC yang ketika itu masih gadis dan punya story tertentu dengan kisah percintaan Cinta dan Rangga. Mungkin bu ibu ini juga nonton AADC 1 di hari pertama tahun 2002 lalu, Yah, paling tidak bu ibu ini sedikit lebih kalem dibanding dede dede fresh graduate atau mungkin masih kuliah   di sebelah deretan saya. 

Jadi, ada tiga orang yang duduk di sana, dua perempuan dan satu laki-laki. Salah satu perempuan itu duduk persis di sebelah saya hanya dipisahkan tangga. Dua temannya tidak banyak berkomentar. Kalaupun ada reaksi tidak seheboh perempuan yang satu itu.

Rangga muncul sekilas, dia menjerit. Rangga ngelirik, dia histeris. Rangga ditampar ama Cinta, dia yang gak bisa terima. "Sakitnya hatikuuuuu," kalimat itu secara randomly dan berterusan diucapkan sepanjang penayangan film. Hanya Tuhan yang bisa menahan keinginan saya ngelempar pulpen ala2 Rangga di AADC1 ke arahnya. Etapi ini kan sudah AADC2 yah, jamannya lempar batal manja ala Milly aja. :D 

Film AADC2
Lempar gak yaaaa??? ( Pic from: aadc2.com)
Kali kedua saya menonton AADC 2 untungnya sudah gak ada yang berisik. Tapi pasangan yang bawa anak-anak lengkap dengan neneknya sih masih ada juga. Di saat pengen konsentrasi menyimak puisi Aan Mansyur yang dimonologkan Rangga, tiba-tiba ada celutukan,"Papaaa... gendong!" 

Naaaaaaak.... itu Om Rangga lagi galau karena tante Cinta sudah gak tinggal di rumah yang dulu lagi. Please dong... *ala Maura* .

Seringkali kebanyakan penonton terbawa suasana. Pada adegan Trian minta penjelasan tentang Rangga yang legendaris itu ke Cinta, salah seorang penonton perempuan di barisan atas nyelutuk,"Dih kek cakep aja. Rangga lebih cakep daripada kamu." 

Lemparkan saja piringnya biar ramai, mbak..  Hehehehe

Rangga, Trian, AADC2
Cakep Mana Rangga atau Trian? 
Reaksi penonton memang bisa beda-beda sih. Ada yang diam-diam aja, tapi bapernya berhari-hari di status fesbuk. Ada juga yang komentar dikit-dikit sambil berbisik. Ada juga yang serius menyimak layaknya kritikus film. Ada yang bentar-bentar liat hapenya entah ngecek apa. 

Begitu juga nonton AADC2 nya dengan siapa. Ada yang nonton rame-rame serumah, teman segeng jaman sekolah atau kuliah, teman sekerja, sendiri atau sama pasangan bahkan bawa anak. Nonton sekali atau dua kali seperti saya pun ada. I'm not surprised AADC 2  bisa menyabet 3 juta penonton and still counting. 
Jumlah penonton AADC2
Pic from Official Line AADC2 
Saya sih sebenarnya gak ada masalah dengan siapa atau bagaimana penonton bereaksi terhadap tayangan yang disimaknya. Beberapa orang terlalu ekspresif sementara beberapa orang lain butuh ketenangan dalam menikmati tontonannya. Saya sempat baca tweet dari akun Alexander Thian yang mengeluhkan betapa ia terganggu banget dengan orang di barisan atas dia, Berisik, ngobrol, norak. Begitu komentarnya. Baca punya baca twitnya si kokoh ternyata orang-orang itu adalah teman-teman dari seorang penyanyi solo ngetop Indonesia. Si penyanyi itu sedang nonton bareng teman-temannya, tapi sayang banget kelakuan temannya ganggu abis sampai nendang-nendang kursi koh Alex segala.

Tweet Amrazing penonton berisik AADC2

Kesimpulannya, gak semua orang suka ada komentator saat film ditayangkan. Ini nonton film di bioskop, bukan pertandingan sepak bola atau upacara bendera tujuh belasan di Istana negara. Kalaupun you got carried away alias terbawa suasana, gak perlu harus kedengaran satu bioskop.

Gak semua orang juga nyaman mendengar suara bayi menangis tanpa henti. Si bayi juga mungkin gak nyaman  karena terkaget-kaget gara-gara soundsystem yang menggelegar atau tawa penonton seruangan.  Setidak nyamannya kita jika kursi kita ditendang-tendang oleh penonton di barisan belakang. 

Anyway, 14 tahun perjalanan AADC ternyata tidak hanya cerita, karakter dan pemainnya yang berubah. Penontonnya juga. Dulu penonton AADC 1 baper diam-diam, sekarang bapernya berjamaah. Dulu nontonnya bareng sama teman segeng atau sama pacar, sekarang nontonnya bisa jadi sudah gak sama teman segeng atau sama pasangan yang baru (lengkap sama anak). Yah, semoga saja tidak sambil mengenang yang telah berlalu sambil mengaduh sampai gaduh.

Puisi AADC2
Pic from : aadc2.com
Ah.. alangkah menyenangkan jika kita bisa duduk bersama menonton film (apapun itu), sembari  menjaga kenyamanan nonton bersama. Setuju? 

Baca selengkapnya

Thursday, April 28, 2016

ANDROMAX R2, Smartphone 4G VoLTE Premium dari Smartfren

Apa sih yang kamu bener-bener butuhkan dari sebuah smartphone? Kebutuhan loh yaah, bukan keinginan. Karena terkadang yang kita inginkan sebenarnya bukanlah yang kita butuhkan. Terkadang juga keinginan belum tentu terwujudkan menjadi kenyataan. Kek jodoh-jodoh an gitu deh! Hehehe..

Saya sendiri (iyah maklum belum berdua. Eh, apa sih!) seperti orang-orang kekinian lainnya sebenarnya gak butuh smartphone yang macem-macem,kok. Asalkan bisa terhubung dan berkomunikasi melalui voice atau pun data, dimudahkan dengan bantuan teknologi, kualitas baik, keliatan stylish dengan harga terjangkau sudah cukup buat saya. 

Yah.. semua orang juga gitu kali. 

Makanya, saya senang banget ketika minggu lalu saya menerima sebuah paket yang isinya adalaaaahh… *sound effect* ANDROMAX R2. Waah, alhamdulilah yah. Selama ini smartphone dan perkembangan teknologi menjadi salah satu hal yang menarik perhatian saya. Jadi penasaran, smartphone ini sesuai dengan kebutuhan orang masa kini gak sih? 


Saat ini memang smartphone 4G LTE makin beragam baik dari fitur maupun harga.  Nah, tahun ini agar makin banyak orang yang bisa merasakan 4G LTE di tanah air maka Smartfren meluncurkan Andromax R2. Sebagai anggota terbaru dari varian Andromax, R2 merupakan ponsel pintar yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kita akan smartphone dengan fitur mumpuni. Kita cek satu-satu, yah... 

Design Stylish dan Elegan 

Dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain, saya melihat Andromax R2  ini lebih terlihat stylish dan elegan. Tampak depannya saja sudah keliatan menarik dan enak dilihat. Sementara bodi belakang sekilas terlihat seperti kaca, tapi kalau dipegang terasa bahannya seperti mika. Menurut saya ini jauh lebih baik dibandingkan plastik. Bentuknya pun tipis karena Andromax R2 ini unibodi, jadi baterainya menyatu di dalam. Lebih ringkas dan terasa ringan digenggam.


Selain penampakan depan dan belakangnya, yang semakin mendukung tampilan fisik Andromax R2 ini menurut saya adalah rangka bodinya. Framenya menggunakan bahan metal premium. Ini yang membuat R2 terkesan elegan sekaligus kokoh. Tetap kelihatan cantik dipegang oleh perempuan namun tetap 'gahar' terlihat dipegang oleh lelaki,



Saya sedikit terkejut ketika menyalakan Andromax R2 untuk pertama kalinya. Sebenarnya saya gak mengira kalau kualitas warna dari layarnya ini akan terlihat jelas, cerah dan natural. Kedalaman warnanya juga lumayan, enaklah dipandang mata. Dilihat dari sampingpun masih bisa terlihat jelas. Lumayan banget kan untuk smartphone 4G LTE seharga 1,699 juta, ya kan? 




Oiya, buat yang belum jelas apa sih teknologi OGS itu? Nah, teknologi OGS ini bikin tampilan layar R2 jadi terlihat nyata dan lebih dekat. Selain itu di bawah layar ada 3 tombol sentuh kapasitif untuk tombol navigasinya. Menurut saya ini membuat Andromax R2 ini lebih stylish karena gak ada tombol yang menonjol. 



Performa 

Setelah mencoba Andromax R2 ini hampir sebulan, saya merasa performa smartphone ini tidak mengecewakan, kok. Berhubung saya senang nonton drama Korea dan beberapa variety show, jadilah Andromax R2 ini sebagai media yang mempertemukan saya dengan Song Joongki (ahay!). Kadang-kadang ponakan kalau mampir ke rumah sering minjem pake untuk maen game car racing dan tembak-tembakan entah apalah namanya itu. No freeze, no lag, just smooth.


Dari sisi pemakaian daya, memang tergantung dari pemakaian dan sinyal di tempat masing-masing. Based on my experience dipemakaian pertama,  saya ngecharge baterai Andromax R2 ini dari posisi 19% hingga 100% memerlukan waktu sekitar dua jam. Setelah itu saya menggunakannya untuk streaming video dengan jaringan Smartfren 4G LTE, download, foto, merekam video dan browsing-browsing sampai saya jadikan modem (tethering) dari jam 10 malam sampe jam 6 pagi masih tersisa sekitar 30%.

Di kali lain saya hanya menggunakannya untuk menelpon, sms atau sekedar sosmed dalam pemakaian wajar, baterai Andromax R2 bisa bertahan seharian, bahkan kadang-kadang besoknya baru dicharge lagi.

Untuk audio dari Andromax R2 ini tidak mengecewakan. Saya menginstal aplikasi Spotify dan betah mendengarkan musik berlama-lama baik dengan menggunakan earphone atau langsung menggunakan speaker. Mumpung sudah Dolby Digital Plus, bolehlah sesekali digedein volumenya. Tentu saja asalkan tidak menganggu tetangga sebelah meja. Sampai sekarang sih belum ada yang nimpuk yah, berarti masih aman dong.. :D

Kamera 

Salah satu hal yang paling diperhatikan saat memilah milih smartphone adalah kamera. Iyes..sebagai orang yang kekinian rasanya gak afdol jika tidak mengabadikan moment-moment spesial. Andromax R2 tentu saja tidak ketinggalan menghadirkan kamera yang bisa diandalkan untuk pemakaian sehari-hari. 



Tidak ketinggalan ditambahkan pula fitur yang cukup banyak untuk menunjang hasil foto yang lebih baik. Terdapat beberapa pilihan filter, pengaturan exposure, iso, white balance, kontras, dan saturasi, Bagi yang senang traveling terdapat pilihan pemotretan HDR, dan panorama. Sementara para pencinta selfie,  Andromax R2 menambahkan fitur gesture tangan agar selfie kamu lebih maksimal.

Hasil jepretan kamera Andromax R2 bisa dilihat di bawah ini:

Indoor (Low Light) 

Showcase Tulus

Indoor (normal light) 


Outdoor 

Auto Focus 

Mode Panorama

Video 

Sempat-sempatnya saya pake ngerekam video pas nonton showcasenya Tulus di Four Points, Makassar. Gambarnya sih oke yah, cuma audionya aja agak pecah. Mungkin karena saya berdiri sangat dekat dengan panggung. Maklum, penganut faham 'front row', biar gratis yang penting paling depan. #eh 



Selain beberapa hal yang saya sebutkan diatas, ada beberapa hal menarik dari Andromax R2 yang menjadi favorit saya :

Andromax R2, Generasi Andromax pertama yang memiliki kemampuan VoLTE

VoLTE (Voice Over LTE) merupakan layanan berbasis data yang mengandalkan teknologi LTE dari jaringan 4G LTE. VoLTE memungkinkan kita sebagai pengguna untuk melakukan panggilan telepon maupun video call dengan kualitas suara yang lebih baik, stabil, dan jernih namun tetap hemat baterai. Dengan VoLTE ini, aktifitas panggilan suara ataupun video bisa dibarengi dengan download disaat yang bersamaan.


Bagaimana cara mengaktifkan fitur VoLTE ini? Cukup mudah, kok. Geser turun menu Setting di Andromax R2, lalu tekan tombil 'VoLTE' sampai warnanya berubah dari abu-abu menjadi putih. Pastikan sudah mendapat sinyal 4G Smartfren di perangkat kamu yah sebelum mengaktifkan fitur ini.

Fitur Gerakan dan Isyarat 

Saya merasa meng-underestimated Andromax R2 hanya karena harga dan pabrikannya. Ternyata Andromax ini punya fitur Gerakan dan Isyarat juga, loh.


Masih ada beberapa gesture lain sih sebenarnya, bisa disetting juga sesuai keinginan pengguna. Bahkan kita bisa memunculkan display jam di layar sebagai alarm meski layar dalam keadaan mati. Not bad untuk smartphone 4G LTE dibawah 2 juta an.

Harga 

Dengan fitur-fitur yang sudah saya bahas diatas, Andromax R2 ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau : Rp. 1.699.000,- . Harga segitu juga sudah termasuk dengan starterpack Smartfren 4G LTE yang sudah dilengkapi paket data 2GB (24 jam) dan 6GB (untuk pukul 01.00 - 6.59 WIB) yang berlaku selama 7 hari,

Gak puas dengan quota segitu? Saat ini pengguna Andromax R2 bisa menikmati paket True Unlimited (24 jam) hanya dengan 75ribu saja. Paket promo ini hanya berlaku sampai bulan April, sih. Tapi semoga diperpanjang yah. Lumayan banget kan, 75rb sudah bergelimang quota, hehehe...

Sinyal 4G LTE Smartfren

Alhamdulillah, Makassar - kota tempat saya menetap- sudah tercover jaringan 4G LTE Smartfren. So far tidak ada kendala, diajak mobile ke mana-mana di seputar kota Makassar. Download juga cepat dibanding dulu pake EVDO atau jaringan 3G. Di tempat saya, 1 file drama Korea ber size 700MB bisa selesai dalam waktu 15-20 menit. Jadi rugi banget, jika kamu berada di 86 kota di Indonesia yang sudah tercover jaringan 4G LTE dan tidak menggunakannya.  

Oiya, kalau kamu adalah pelanggan Smartfren yang telah aktif selama lebih dari tiga bulan, secara aktif melakukan panggilan dan melakukan top-up (prabayar) atau membayar tagihan (paska bayar) dan sedang tidak dalam posisi masa tenggang (prabayar) atau belum melunasi tagihan (paska bayar) berhak melakukan pemindahan layanan ke 4G LTE dan mendapatkan berbagai penawaran menarik. Tahun lalu Modem usb saya yang masih EVDO dan sudah saya gunakan setahun lebih mendapat penawaran cukup beli pulsa 100rb yang langsung direload ke nomer eksisting sudah langsung dapat modem 4G, gratis! Gimana gak cinta saya sama Smartfren! 


Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi mba/mas call centre di 888 dari nomer Smartfren kamu. Bisa juga mengirimkan SMS ke nomor 6046 dengan mengetik “LTE” untuk informasi promo dan potongan harga  atau mengunjungi website resmi  https://my.smartfren.com/upgrade4G.php

Simpulan

Kalau balik lagi ke awal pembicaraan kita tentang kebutuhan dan keinginan, saya pikir Andromax R2 ini sudah cukup jadi pilihan smartphone sesuai kebutuhan. Sudah 4GLTE, punya fitur VoLTE, desainnya stylish dan elegan, hardware dan softwarenya pun cukup mumpuni. Dari sisi harga juga cukup terjangkau.

Memang sih di sana sini masih ada beberapa kekurangan bagi saya misalnya kapasitas baterai yang kurang besar, gak ada fitur beauty pada kamera depan dan earphone jacknya berada di atas, bukan di bawah. Tapi so far dengan harga Rp.1,699 juta is worthed untuk dimiliki.

Coba aja! 
Baca selengkapnya

Wednesday, April 27, 2016

5 Aplikasi Mengetahui Judul Lagu Tanpa Mengetahui Liriknya

Jadi ceritanya, saya ini sering kangen sama Daehan, Minguk, Manse. Meski mereka sudah 'graduate' dari The Return Of Superman, saya masih penasaran dibuat penasaran dengan sebuah lagu yang dijadikan backsound di episode 116. Gak cuma saya, ternyata banyak juga loh penggemarnya Daehan, Minguk, Manse yang pengen tahu apa sih judul lagu itu. Saya sampai dikejar-kejar pertanyaan oleh salah seorang fansnya triplets di Instagram.

Biasanya kalau saya gak tahu judul sebuah lagu, saya berusaha menangkap beberapa kalimat dari lyrics lagu tersebut. Abis itu baru deh nanya Om Google. And it works all the time, except for this one : Lagu Backsound di episode perpisahan Daehan, Minguk, Manse. Mesin pencari seperti Google atau Bing tidak akan banyak membantu kecuali kita tahu beberapa kata dari lirik lagu atau clue tentang nama artis atau band. Dan saya gak bisa menangkap sama sekali liriknya juga gak tahu pasti siapa yang nyanyi. Gimana caranya ya?




5 Aplikasi Mengetahui Judul Lagu Tanpa Mengetahui Liriknya 

Untungnya saya termasuk orang yang gampang penasaran dan tidak mudah menyerah mendapatkan apa yang saya inginkan (halah!). Setelah sempat mencari dengan kata kunci yang salah gara-gara mengira yang nyanyi adalah Sun Shi Kyung, akhirnya saya berhasil menemukan lagu yang menjadi backsound episode perpisahan Daehan, Minguk, Manse. Yay!

Nah, berikut adalah beberapa yang terbaik layanan pengenalan musik yang dapat membantu kita menemukan nama lagu tanpa harus mengetahui lirik. Kita dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi  musik dari radio, TV, internet atau yang CD.

1. Shazam

Ini dia aplikasi yang akhirnya mempertemukan saya dengan lagu backsound episode perpisahan Daehan, Minguk, Manse. Shazam merupakan aplikasi mobile yang dapat digunakan untuk menemukan nama lagu dari iPhone, BlackBerry, Windows Mobile, dan Android. Kita juga dapat menggunakan Shazam pada iPod Touch asalkan memiliki mikrofon eksternal.

Caranya gampang, cukup instal aplikasi Shazam di appstore/playstore, pegang ponsel di depan sumber audio dan tekan tombol Tag untuk membiarkan Shazam mengidentifikasi musik yang sedang dimainkan. Se simple itu! And finally i found lagu yang menjadi backsound episode perpisahan Daehan, Minguk, Manse. O My Baby - Yoon Jong Shin.


2. Midomi 

Kadang-kadang ada sebuah lagu yang terjebak di kepala, gak jelas juga liriknya gimana apalagi siapa yang nyanyi. Pokoknya tahunya na-na-na aja. Senangnya sekarang sudah ada aplikasi yang bisa membantu kita hanya dengan menggunakan mikrofon, senandungkan nada sendiri dan voila! Midomi akan dapat memberitahu kamu apa lagu itu. Atau, kamu juga dapat memainkan rekaman pendek dari lagu yang "tidak diketahui" itu dan Midomi akan mengidentifikasi judul dan penyanyinya.

Selintas aplikasi Midomi ini mirip dengan Shazam. Midomi bebas digunakan online, tetapi juga menawarkan aplikasi mobile untuk iPhone, Android, Nokia Ovi dan Windows Mobile. Bedanya adalah tidak seperti Shazam yang merupakan aplikasi mobile saja, Midomi juga memberi layanan aplikasi web di mana kamu dapat dapat bersenandung atau bernyanyi selama sekitar 10 detik dan akan menampilkan daftar lagu yang cocok. Untuk hasil terbaik, jaga volume bar di hijau dan hindari kebisingan latar belakang supaya Midomi nya fokeessss.

3. Audio Tag

Jika kamu memiliki rekaman singkat dari lagu yang kamu gak tahu judulnya itu di komputer atau ponsel, kamu dapat menggunakan layanan pengenalan musik online di AudioTag untuk mencari tahu judul dari lagu itu.

Caranya kamu dapat meng-upload cuplikan audio singkat (atau bahkan seluruh lagu) dan Audio Tag akan mencoba untuk mengidentifikasi judul lagu dengan membandingkan audio ke database musik lagu dan mesin pengenalan akan memilih irisan secara acak dengan sendirinya.

Aplikasi ini sangat berguna jika kamu kebetulan dapat merekam sebagian dari lagu pada perangkat mobile, dan kemudian memeriksa informasi lagu manapun saat kamu sudah bisa online.


4. WatZatSong 


Ketika aplikasi di smartphone atau di web gagal untuk mengidentifikasi lagu yang kamu cari, kamu boleh call a friend alias minta bantuan dari manusia yang mungkin tahu tentang lagu itu.

WatZatSong (dari kata "What's That Song?") Adalah sebuah situs sosial di mana kamu dapat meng-upload rekaman audio MP3 pendek dari lagu tersebut (atau merekam diri sendiri dengan bersenandung) dan anggota lain dari situs tersebut kemudian dapat membantu kamu  menebak dengan tepat nama lagu. Memang sih jawaban mungkin tidak akan datang langsung,  tetapi kamu dapat membuat tugas orang lain sedikit lebih mudah dengan memberi detail tentang lagu seperti bahasa yang digunakan atau jenis musiknya.

Kamu juga bisa loh mershare postingan permintaan WatZatSong ke situs media sosial lain seperti Twitter, Facebook, dll sehingga kemungkinan yang  dapat membantu kamu dalam pencarian judul lagu itu lebih besar.

5. Musipedia 


Dengan Musipedia, kamu dapat mencari lagu dengan memainkan nada yang kamu ingat  di keyboard piano virtual. Bisa juga dengan bersiul ke komputer menggunakan mikrofon apapun.

Musipedia ditata seperti Wikipedia dan lebih cocok untuk menemukan musik klasik. Tidak seperti Shazam yang hanya akan menemukan lagu yang tepat sesuai rekaman, Musipedia dapat mengidentifikasi semua musik yang berisi melodi tertentu yang kamu rekam entah itu dengan cara disenandungkan atau melalui keyboard komputer.

Nah, itu dia 5 aplikasi untuk mengetahui judul lagu tanpa mengetahui liriknya. Semoga berguna jika kapan-kapan there's a song stuck in your head. Selamat mencoba!

Baca selengkapnya

Tuesday, April 12, 2016

Kiat Tampil Cantik Memilih Busana Muslim untuk ke Pesta

Banyak wanita muslim yang merasa sangat bingung pada saat akan menghadiri pesta terutama bagi mereka yang menggunakan hijab. Busana muslim untuk ke pesta sebenarnya sudah banyak sekali sehingga tidak perlu ragu dalam memilih baju ini. Kebanyakan memang pakaian ini sudah maju dan banyak digunakan orang yang ingin ke pesta. Bahkan baju pesta ini juga bisa mewah, setiap orang sebenarnya bisa saja menggunakan pakaian apa saja ke pesta hanya saja mereka harus bisa mengkreasikannya agar menjadi lebih baik. 

Busana Muslim


Ada beberapa cara dalam mengkreasikan baju ini agar lebih layak pada saat akan digunakan ke pesta pastinya. Berikut ini adalah tips dan trik pada saat akan menghadiri pesta menggunakan busana muslim instan syari dan modis  antara lain: 

1. Pilih pakaian yang bermodel gamis dengan pita yang ada bagian pinggang. Ini akan membuat bentuk tubuh menjadi lebih bagus dan juga membuat pakaian menjadi lebih modern.

2. Pilih pakaian yang memang jauh lebih bermodel dari pakaian yang biasanya. Kita bisa memilih pakaian yang menggunakan payet ataupun yang menggunakan bordir karena akan jauh lebih baik pastinya.

3. Gunakan aksesoris yang memang akan menunjang pakaian. Kita bisa menggunakan kalung yang memiliki model beragam sehingga akan membuat baju terkesan lebih mewah.

4. Gunakan hiasan pada hijab agar hijab tampak lebih bagus dan juga lebih elegan pastinya tidak ada salahnya menambah hiasannya.  Hiasan bisa yang terbuat dari perak seperti bros yang pastinya sangat cocok untuk ke pesta.

Wanita memang akan lebih banyak membutuhkan aksesoris maupun tips dalam berpakaian ke pesta karena mereka memang perlu penampilan yang baik. Busana muslim saat ini juga sudah bisa dipadukan dengan beberapa aksesoris yang memang bagus dan juga sesuai dengan pakaian yang ada. Satu hal yang penting juga adalah biasanya warna yang akan sangat pengaruh apakah baju tersebut cocok atau tidak digunakan untuk ke pesta. Jangan ragu karena ada banyak sekali warna yang bisa kita pilih.

Apabila baju sudah siap maka kita juga harus pastikan bahwa riasan kita sesuai dengan baju yang kita gunakan. Bagi yang menggunakan hijab memang ada baiknya menggunakan riasan yang natural saja akan tetapi ada baiknya menggunakan lipstik yang terang untuk menonjolkan riasan kita agar tidak terlihat kaku. 

Kiat Tampil Cantik ke pesta


Semua sudah siap hanya saja sepatu belum kita temukan, kita bisa menggunakan high heels atau menggunakan wedges yang digabungkan dengan pakaian kebaya, pasti kombinasi tersebut bisa menunjang penampilan kita dengan sangat baik. Kemudahan dalam mencari busana muslim untuk ke pesta ini bisa kita rasakan karena kita bisa mencari secara online. Selain itu bisa juga membuat sesuai dengan kebutuhan kita pastinya.

Bagaimana menurutmu? Mudah,kan? Kalau kamu punya kiat tersendiri, silahkan berbagi di kolom komentar ya. Ditunggu! 
Baca selengkapnya

Monday, April 11, 2016

Begini Caranya Memilih Hadiah Untuk Pria Kesayangan

Pernah merasa bingung untuk memilih hadiah untuk  pria kesayangan? Entah itu ayah, kakak, kakek, adik, pacar, mantan pacar.

*eh*

Ketika tiba saatnya untuk memberi mereka hadiah, ada aja yang kebingungan. Kita sepertinya sudah merasa kenal kepribadian mereka, sudah tahu kesukaan mereka, sudah tahu mereka maunya apa. Tapi tetap aja, dari satu opsi ke sekian opsi seringkali berakhir menjadi pusing sendiri.

Well, actually you don't have to...





Memutuskan hadiah apa yang tepat untuk  pria sebenarnya tidak lebih sulit daripada memberi hadiah bagi perempuan. Menurut gue perempuan itu lebih ribet. Kalau diberi hadiah sama pasangan trus hadiahnya tidak seperti yang dibayangkan ada sedikit (atau banyak) terbersit dipikiran,"Kok hadiahnya kek gini sih? Mana intan berlian lamborghini bulan madu di atas pelangi itu?"

*Menatap nanar pada hadiah tiket sekali jalan ke Timbuktu*

Well, in that case somebody tries to get rid of ya, girl! 


Based on my true experienced selama ini ngadoin bapak, kakak dan patjcar (dan mantan-mantan kala jaman jahiliah dulu) ada beberapa hal yang gue lakukan sebelum menentukan pilihan.

Pertama adalah bakar menyan.

Eh, bukan! Becanda yah.. *padahal gak mau ketahuan aja*

Ok, seriously.. berikut ini adalah 5 hal penting sebelum menentukan pilihan hadiah bagi lelaki kesayangan :


1. Lifestyle atau Gaya Hidup

Saya  selalu mempertimbangkan gaya hidup secara umum dari lelaki yang bakal dikadoin itu. Apakah ia seorang Penggemar Olahraga ? Workaholic ? Mahasiswa? Petualang? Tukang Pesta? Techno freak?  Penggila kebugaran ? Anak Rumahan atau Lelaki Sholeh yang gak pernah absen sholat Jumat? *ehm*

Dari sini sudah bisa ketahuan kan, penggemar olahraga akan lebih senang diberi tiket nonton bola misalnya atau seorang yang gila teknologi lebih suka diberi gadget. Tapi kalau misalnya mau ngasih selembar sajadah dan baju koko bagi cowok yang suka party, bisa aja sih. Jangan lupa kasih notes "Jangan lupa sholatnya yah, ganteng..."

Song Joongki


Ehm!

2. Umur


Lelaki yang berumur belasan dan 20-an tentu punya visi memandang dunia ini dengan cara yang beda dengan lelaki berumur 30-an atau yang lebih tua. Biasanya lelaki yang masih abege dan early 20's lebih senang mainan. Sementara late 20's, umur 30-an dan diatasnya sudah lebih mature. Pakaian, dasi, celana, tas, dompet, sampai gadget pun boleh dikasih. Tentunya sesuaikan dengan style dan kepribadian mereka juga ya.. 

gift for men


3. Hobby


Pikirkan tentang item yang berkaitan dengan hobinya , meskipun hadiah itu tidak harus terkait secara langsung . Misalnya, jika orang itu adalah seorang yang suka ngopi, boleh tuh diberi hadiah gift voucher MAP atau tumblr Starbucks. Jika dia pengoleksi Gundam, kamu harus cari tahu info lebih banyak tentang koleksi Gundamnya sebelum  memberikan hadiah. Sayang sayang kan kalo ternyata dia sudah punya.

Tapi kalau dia adalah lelaki pengoleksi cewek, sudah langsung putusin aja!


4. Kemampuan Keuangan


Yang saya maksud disini adalah kemampuan keuangan kamu dan dia, yah! Haduh semacam mau nikah gini ya, bahasanya. Anyway, kalau secara finansial dia u mampu beli barang yang berkualitas bagus, pastiin kamu beliin dia barang yang kualitasnya sama atau kalau bisa diatasnya.

Nah, itu tergantung lagi dari kemampuan keuangan kamu. Kalo misalnya dia mampu beli jam tangan Rolex, trus lo gak mampu beli yang setara dengan itu, yah jangan dipaksain. Bisa aja kan, kamu memberi kado tasbih yang lo beli pas umroh. Kasi catetan "Banyakin istigfar, bang! Mata jangan jelalatan mulu dong!"

Song Joongki Song Hye Kyo

Just kidding!

Untuk lelaki yang punya segalanya, lo gak ngambek dan bikin pusing dia sehari aja, sudah lebih berharga. Huahahaha.. *dikeplak massa perempuan*

5. Investigasi


Sebenarnya ini paling gampang untuk dilakukan : jangan ragu untuk bertanya apa yang menjadi keinginannya. Tapi kalau kamu pengen ngasih surprise, gak mungkin juga kan langsung nanya gitu aja. Melakukan investigasi bisa jadi solusinya. Ada baiknya perhatian apa yang sering dia bicarakan. Biasanya dari situ  (yang entah sengaja atau enggak) tersebar clue kira-kira dia maunya apa. Kalau masih mentok juga, tanya melalui orang terdekatnya (selain kamu) atau nanya sama teman lelakinya. 


Sejatinyanya hadiah yang terbaik bukanlah yang termahal atau yang mewah. Bisa jadi ia sederhana namun berguna. - Vita Masli - 

Oiya saya pernah ngasih seorang cowok selembar kemeja motif kotak-kotak. Gak mahal sih, tapi dia pake dengan penuh rasa bangga. Kemeja itu bikin dia tambah ganteng. 

Song Joongki reading script descendants of the sun


*GUBRAK* 

Terkadang fakta dan fiksi sama seperti harapan dan kenyataan. Beda tipis ..........  

Nah itu dia 5 cara yang saya lakukan dalam memilih hadiah untuk pria kesayangan. Mudah-mudahan bisa memberi inspirasi buat kamu. Kalau pun misalnya masih mentok juga, boleh tanya aja sama yang Maha Tahu. Anggaplah kamu clueless banget mau ngasih kado apa buat pasangan. Sholat istikharah, gih supaya dapat petunjuk. Kali aja alih-alih dapat clue, kamu malah diberi pencerahan petunjuk untuk mendapat lelaki yang lebih baik lagi. Huahaha..

Selamat memilih hadiah... Kabar-kabarin sukses atau enggak nya yah..  : ) 
Baca selengkapnya