An Excited Blogger

Sunday, April 02, 2017

Sulit atau Mudah Mengurus Visa Korea ?
Jadi finally akhirnya saya memberanikan diri mewujudkan salah satu keinginan yang sudah lama terpendam : traveling ke Korea (Selatan tentu saja, belum ada niat ke Utara). Kenapa saya bilang 'memberanikan' diri? Karena sejak 2012 selalu ada aja yang jadi bahan pertimbangan. Mulai dari masalah waktu, kesempatan, dana umum (eh!) sampai VISA. Iyes... Visa perjalanan yah gaes, bukan Visa kartu kredit loh. 

Dari banyak kisah-kisah perjalanan para traveler yang saya baca dan dengar gak semua yang nge-apply itu bisa melengang cantik seperti Taeyon SNSD dengan visa tertempel di passport. Ada yang bilang passportnya gak boleh kosong lah, minimal harus ada dua cap negara lain.  Ada yang ngasih tahu 'harus sekian puluh juta di rekening, gak boleh kurang' lah.  Kudu punya tiket pulang pergi yang sudah diissued lah. Macam-macam pokoknya. 

Duh ya kok ribet banget gitu loh! Padahal orang Korea aja masuk ke Indonesia cuma kena visa on arrival doang. Apalagi katanya setelah makin booming orang-orang Indonesia ke Korea untuk traveling, approval visa Korea itu hanya Tuhan dan orang kedutaan aja yang tahu. Halah! 

Sulit atau Mudah Mengurus Visa Korea ? 

Berhubung ini perjalanan pertama saya ke negeri yang mengharuskan adanya visa kunjungan, gak mau dong kalau sampai gagal. Mulailah saya mengecek persyaratan pengajuan visa kunjungan wisata Korea Selatan di website resmi kedubes Korea Selatan


Persyaratan Visa Kunjungan Wisata Korea Selatan 

Apa aja sih persyaratannya? Ternyata permintaannya gak banyak kok. Gak pake bubur merah bubur putih segala. Cukup ini aja  : 


Paspor Asli dan Fotokopi Paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi) 

Belum punya paspor? Ya bikinlah! Gak perlu khawatir kalau belum pernah ke mana-mana. Partner perjalanan saya paspor nya masih fresh dari imigrasi, lolos juga kok. Jangan kayak gue kemakan kata-kata traveler kondang, jadinya gue traveling dulu ke Malaysia dan Singapore. Demi apaaaa?? Demi memenuhi persyaratan 'visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi'. Hahaha.. Tapi gak apa-apa, Sekalian 'nenangga' juga sih.. 

Formulir Aplikasi Visa (dengan satu lembar foto yang ditempel pada kolom foto)

Diisi yang baik dan benar. Meski pada dasarnya formulir aplikasi visa ini dalam huruf hangul, tapi tenang aja, ada bahasa Inggrisnya kok di bagian bawah. Lengkapi dengan foto terbaru berlatar belakang putih atau paling lama 6 bulan sebelumnya. Pokoknya penampakan kamu yang sekarang gak jauh beda lah sama yang di foto. 



Oiya, ini pas foto yah bukan foto alay, hahahaha! Ukuran 4x6 aja, gak usah ukuran poster, Kalau bingung, foto di studio foto aja dan bilangin foto ini buat visa. Mereka sudah ngerti kok. Jangan lupa, ini foto kamu yahh, bukan foto bias kamu apalagi mantan. 

Kartu Keluarga atau Dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan

Ya kale ternyata kamu sekeluarga dengan Park Bo Gum. Difoto kopi aja selembar. Panjang ntar urusan kalau ngasih yang aslinya. Bisa-bisa kamu malah dicoret dari kartu keluarga yang baru sama bapak kamu. 

Surat Keterangan Kerja dan Fotokopi SIUP Tempat Bekerja

Manis-manisin deh bagian SDM, hahaha! Surat ini menurut saya cukup sakti untuk menghapus kecurigaan kalau kita datang ke Korea untuk bekerja. Di dalam surat berkop nama tempat bekerja itu disebutkan berapa lama akan berada di Korea, untuk tujuan apa ke sana sekaligus bahwa yang bertanda tangan di surat itu menjamin kamu gak bakal nyari kerja di sana dan pulang begitu liburan selesai. 

Untuk yang pegawai negeri sipil gak perlu pake SIUP dong yaa... Kalau saya, cuma masukin surat keterangan kerja, surat rekomendasi dari atasan dan kartu pegawai aja. 

Surat Keterangan Mahasiswa/Pelajar, bagi yang masih bersekolah

Isi suratnya kurang lebih sama cuma yang tanda tangan itu Dekan atau ketua jurusan tempat kamu kuliah. Lampirkan surat keterangan mahasiswa dan surat persetujuan dari orangtua. 

Fotokopi Bukti Keuangan:
    * Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21) 
    * Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank 

SPT tahunan bisa diambil di bagian keuangan kantor kamu. Waktu saya lagi ngurus visa pas banget sama lembaran SPT PPH-21 dibagiin di kantor. Jadi aman. Tinggal di kopi aja. Lain cerita dengan rekening koran tabungan. Karena agak khawatir juga dengan 'katanya.. harus sekian puluh juta' itu, akhirnya saya memasukkan dua rekening koran dari dua account tabungan yang saya punya. Sebenarnya pengen masukin tiga rekening lainnya lagi sih, cuma ntar ketahuan kalau saya dapat job paid review atau buzzer fee dari perusahaan bapaknya Park Hyung Sik (hadeeuhh!). 

Surat referensi banknya cukup satu aja. Mahal bo soalnya! Surat referensi bank yang saya masukkan itu dari rekening gaji saya di BRI. Biayanya Rp.150rb sudah termasuk rekening koran. Awalnya ngantri di CS, tapi ternyata kalau di BRI ada bagian khusus di back office yang ngurusin dokumen seperti ini. Cukup bilang aja surat referensinya buat ngurus visa ke negara mana. 15 menitan sudah jadi kok. Lebih lama nunggunya sih menurut saya.. hehehe.. 

Oiya biaya surat referensi dan rekening koran tiap bank itu beda-beda. Silahkan cek di bank masing-masing ya!

Dimana Mengurus Visa Korea ?


Di kedutaan besar Korea Selatan yang berlokasi di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 57 Jakarta, tentu saja. Gimana kalau tinggal di Jakarta atau gak ada waktu ke Kedubes? Santai.. , pake travel agen saja. Kayak saya nih, karena berdomisili di Makassar kok ya rasanya ribet ama mesti ke Jakarta dulu. Makanya saya lebih memilih mengurus visa Korea lewat travel agen saja. Tentunya cari travel agen yang terpercaya. 

Sempat baca di website KTO sebenarnya ada 16 travel agen yang bekerja sama dengan mereka untuk mengakomodir pelancong yang gak sempat ke kedubes. Diantara 16 itu ada dua yang punya cabang di Makassar. Datanglah saya ke travel agen A. Officernya menetapkan minimal 30 juta di rekening. Duh! Kurang dari itu 'dengan berat hati kami tidak bisa membantu menguruskan', demikian katanya. Ke travel agen B malah lebih parah, harus 40 juta! Katanya 'ke Australia aja harus 50 juta, mbak', Ya sudah kalo gitu nambah 10 juta mending sekalian saya ke Australia aja, yes? 

Nanya ama teman di kantor, ternyata bisa kok mengurus visa Korea lewat travel agen meski di isi rekening kita gak sebanyak itu. Cuma waktu itu dia berangkat rame-rame dengan teman-temannya yang pengusaha kaya raya, jadi masuk visa grup gitu. Entah gak ada hubungannya atau memang ada, visa nya diapproved kok. 

Akhirnya nanya ke teman sekota yang sudah tiga kali ke Korea. Dia merekomendasikan Panorama Tours. Memang biaya visa nya lumayan mahal, Rp.700rb dengan perincian biaya resmi apply visa 544rb+ongkos kirim dokumen+pajak+fee travel. Tapi gak apa-apa, daripada saya ke Jakarta yang mana tiket pesawat pp aja sudah 1,3 juta, ya kan? Officernya juga gak banyak cingcong nanyain jumlah rekening dan helpful banget. Pihak travel agen cuma minta beberapa dokumen yang tidak disebut di website sebagai pelengkap. Soalnya memang dokumen yang telah dilampirkan jika dianggap masih belum lengkap oleh konsul maka pihak Kedubes Korea berhak untuk meminta tambahan dokumen. Dokumen apa saja kah itu?

Dokumen (tambahan) yang diperlukan untuk Visa Korea 

1. Fotokopi NPWP 

Sebagai warga negara taat pajak kartu NPWP sudah punya kan? Saya gak begitu ngerti ya kalau yang belum bekerja atau yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Setahu saya, buibu itu bisa nebeng di NPWP suami deh. 

2. Fotokopi KTP 

Nah yang ini buibu gak bisa nebeng suami ya! Hahaha.. Kecuali kalau belum berusia 17 tahun yang tentunya gak punya KTP, itu bisa pake kartu keluarga dan surat pernyataan dari orangtua. 

3. Fotokopi Akte Lahir 

Untuk memastikan nama kamu sama dengan di paspor dan kartu keluarga. Kalau pernah ganti nama lengkapi dengan surat resmi pendukungnya. 

4. Slip Gaji Terakhir

Ini bagi yang bekerja tentu saja. Sementara ibu rumah tangga dan yang masih belum memiliki pekerjaan/penghasilan harus melampirkan bukti keuangan suami atau keluarga (orang tua atau saudara yang menjadi sponsor). Oiya kalau kamu pengusaha yang ingin mengajak serta asisten rumah tangga, harus melampirkan surat sponsor dari employernya (surat keterangan kerja, kartu keluarga, bukti keuangan tidak perlu dilampirkan). Ini untuk menghindari human trafficking

5. Bukti Booking Hotel/Hostel/Penginapan 

Saya memasukkan bukti booking dari sebuah situs pemesanan hotel/hostel yang sudah terpercaya dengan jaminan uang kembali jika pemesanan batal dua minggu sebelumnya. Ini penting karena kalau visa ditolak, gak ada cerita uang penginapan hangus. Tinggal dicancel aja bookingannya.


e-voucher bookingan kamar yang diprint 


Cukup simple kan ya? *lalu nyanyi Mr. Simple* Gak perlu itinerary dan kode booking tiket segala. Kedubes Korea gak sejahat itu mengharus kita beli tiket sampai issued tiket segala, kok. Itulah mengapa gaji dan saldo di rekening diperlukan, just in case, di sana perlu beli tiket pesawat pulang atau memastikan  kita gak terlunta-lunta disana karena gak punya cukup uang untuk menyewa kamar. Ya masa ngemper di Gangnam sih.. kan gak mungkin juga * lalu gelar tikar di depan gedung SMent di Apgujong* 

So, What's Next? 


Dokumen semuanya dikirim oleh pihak travel agen di hari Senin sore dan diterima Selasa sore di kedubes Korea. Rabu pagi saya ngecek di website www.visa.go.kr , statusnya sudah received. Menurut informasi di website lama proses pembuatan visa itu minimal 6 hari kerja, dihitung satu hari setelah hari penyerahan dokumen. Proses bisa lebih dari 6 hari kerja jika dokumen dianggap belum lengkap dan interview jika dibutuhkan. Alhamdulillah hari Selasa sore status dokumen berubah menjadi approved. Itu berarti cuma 4 hari kerja aja. Hari Jumat sore, paspor yang sudah bertempelkan visa Korea saya sudah nyampe di travel agent. Azza!! 


Kenapa Permohonan Visa Korea Ditolak ? 

Nah ini dia yang sering dipertanyakan. Alasannya sih memang tidak pernah diungkap nyata setajam silet oleh pihak kedubes. Kata kebanyakan orang jawabannya hanya Tuhan dan officer kedubes Korea aja yang tahu. Jadi saya coba menganalisis nya sesuai pengalaman dari orang-orang terdahulu  aja, yah (duhh.. emangnya sub bab II : Penelitian Terdahulu yang Relevan ). 

1. Status Pekerjaan 

Meski bisa aja kamu buat kop surat sendiri, tapi kan ada SIUP yang bisa dicek. Pekerjaan menjadi hal penting karena untuk menutup kemungkinan orang mempergunakan visa kunjungan wisatawan sebagai kedok untuk bekerja dan menetap di Korea. Duh yaa takut bener sih.. Indonesia dong, tenaga kerja ilegal banyak banget dan gak pusing soal itu. *rolling eyes* 

Beberapa orang menganggap kalau sudah PNS atau kerja di perusahaan ternama bisa jadi jaminan mutu visa diapproved. Bisa ya, bisa juga enggak. Karena pengalaman para klien dari teman yang punya grup travel sendiri,  ada yang visa nya ditolak  padahal sudah PNS bahkan karyawan bank ternama. 

2. Transfer Dana Tiba-Tiba dalam Jumlah Besar di Rekening

Biasanya karena  takut visa nya gak diapprove gara-gara dana di rekening, beberapa orang memutuskan untuk mentransfer atau menyetor sejumlah besar dana hanya untuk saldo akhirnya sekian puluh juta. Setelah rekening koran dicetak, dana tersebut ditransfer kembali. Makanya untuk menghindari hal ini, saya siapin dua rekening koran dari rekening gaji dan tabungan. Jadi bisa kelihatan tiap bulan pemasukan pengeluarannya lancar dan gak ada dana siluman. Kalaupun kamu cuma punya satu rekening dan biasanya terima transferan dalam jumlah banyak, yah gak masalah sih. Partner traveling saya hanya masukin satu rekening koran dari rekening gajinya, ternyata diapprove juga. Menurut saya asalkan flownya lancar gak ada pemasukan yang mencurigakan, insya Allah aman-aman aja. 

3. Emang gak Jodoh Aja! 

Hahahaha... ini sih becandaan saya ama teman-teman aja. Ya abis gimana kalau dokumen sudah lengkap dan meyakinkan, sudah berusaha dan berdoa terus gak approve? Masalah traveling itu kan masalah rejeki dari Allah juga. Kadang ada dana, gak waktu. Bisa jadi ada waktu eh tapi dana gak cukup even itu buat beli tiket promo. Ada tiket promo tapi kamu gak kebagian. Begitu ada dana, ada waktu, dapat tiket murah eh ternyata kamu ditipu (hahahaha, asli ini mah apes!). Visa approve atau ditolak pun juga termasuk di dalamnya. 

Maka saya sebagai orang yang alhamdulillah visa nya sudah diapprove hanya bisa mendoakan semoga yang pengen traveling ke negara mana aja yang membutuhkan visa bisa lancar dalam pengurusan dan diapproved. Mudah-mudahan sih besok-besok makin banyak negara yang bisa menerima paspor hijau kita tanpa perlu embel-embel visa nempel di dalamnya. Supaya kita bisa semudah warga negara lain yang masuk ke Indonesia dan cuma bayar visa on approval aja. Semoga!

Kamu punya pengalaman seputar pengurusan visa (approved atau ditolak) negara apa aja? Share di kolom komentar ya! 

Sunday, March 19, 2017

Fangirling, Dulu dan Sekarang
Berhubung lagi serius banget mempersiapkan tesis (yang tampaknya tak kunjung usai itu), belakangan kurang ada waktu ngeblog. Takut bahasa tesis kebawa di blog atau sebaliknya. Ya kan gak enak kalau pembimbingnya komen di bagian bawah "ini tesis.. bukan postingan blog" lengkap dengan nama dan url website beliau. (Ciee minta di BW in balik, prof?) #eh 

Lohh kok jadi curhat.. Ya namanya juga blog personal, kalo gak curhat ntar dikira jualan melulu #eh #lagi 

Jdi seriusnya nih.. kemarin-kemarin, gara2 chat dengan @ruthnina akhirnya kepikiran tentang fangirling, secara saya dan dia ini sama-sama suka Super Junior. We are one of those ELF (nama fandomnya Suju).Bedanya Ruth fokus ke Yesung, saya sih labil aja antara Kyu, Donghae,Heechul dan siapa aja yang saya anggap lucu di situ. Dan seperti kebanyakan ELF, when we're fangirling them, it takes long conversation and a lot of mentions.


Fangirling, Dulu dan Sekarang 


Bentar..bentar.. Fangirl(ing) itu apa sih? Menurut urban dictionary, basically seperti ini: 

" A gathering of two or more fangirls in which they proceed to waste endless amounts of time ogling, discussing/arguing, stalking, etc. the object of their "affection." 

Artian bebasnya kira-kira seperti ini : pertemuan dua atau lebih fans cewek di mana mereka menghabiskan banyak waktu  membahas / berdebat, menguntit, dan seterusnya obyek yang mereka minati.  "Kegiatan" inilah yang kemudian disebut fangirling.

Kalau mau dirunut-runut sebenarnya jauh sebelum Kpop mewabah, aktivitas fangirling ini sudah ada sejak jaman The Beatles. Band Inggris legendaris ini mungkin adalah band cowo pertama yang bikin cewe-cewe di seluruh dunia melakukan fangirling ini. (Kalau gak tahu The Beatles dan bilang "bukan jaman aku", coba cek YouTube aja yaah... hahaha). Setelah itu ada The Jackson Five, The Osmond, New Edition,NKOTB, Backstreet Boys, N'Sync dan seterusnya dan seterusnya sampai One Direction. Itu baru di peta musik Amerika yang akhirnya turut meng'inspirasi' industri musik negara lain di dunia ini (termasuk Indonesia dong pastinyaa..).

Baca Juga : Fakta Boyband dari Masa Ke Masa 

Pada akhirnya fangirling ini berterusan dari generasi ke generasi. Saya aja sebelum mentok di Super Junior dan segambreng 'oppa oppa' dari jagad drama Korea, awalnya ngefangirling gara-gara keseringan dicekokin lagu-lagunya Tommy Page dan NKOTB sama kakak saya back in the late 80's to early 90's. Dua nama ini jaminan mutu banget bikin the girls screaming di jamannya, ya kan? Ayolaah, jangan bikin saya merasa tua sendiri, pasti ada yang pernah mengalami fenomena ini. Hahaha...

Anyway, karena sudah ngerasain fangirling di era 90's and 2000's ada perbedaan gak sih? Mmh, let me put it this way :

1. Fangirling Gak Kenal Usia 





Kalau kamu menganggap semua fans cewek usianya hanya di kisaran praremaja atau remaja, coba aja ngumpul dengan Kpop fans. Dari umur masih piyik sampai ahjumma-ahjumma (perempuan usia 30 tahun ke atas) bertampang agashi semua ada. Jangan khawatir, tidak pernah ada istilah terlalu tua untuk ngeship Jongkook BTS  atau terlalu muda untuk pingsan saat melihat Gong Yoo. Selama cowok-cowok itu masuk kategori cakep, silahkan panggil dia 'Oppa' meski dia lebih muda dari kamu.

2. Fangirling Gak Cuma Boyband Aja


Banyak juga yang ngefans dengan aktor bahkan karakter di manga, drama atau novel. Untuk yang terakhir ini menurut aku sih agak weird, but it's true! Tahu kan novelis Ika Natassa? Dia sampai bikin akun twitter khusus untuk karakter di salah satu novelnya loh. Gilanya lagi banyak yang follow dan ;menganggap' itu bener-bener ditwit sama karakter tersebut. Padahal sih everyone knows including the followers themselves kalau yang ngetwit yah Ika Natassa juga. Ha!

3. Males Ngomongin Orang Lain 


Paling enggak menurut saya loh ya.. Di saat perempuan lain ngomongin orang di belakang, kita mah mending ngomongin oppadeul dan dongsaeng-dongsaeng lucu. Penampilan lucu mereka di variety show apa, bahas MV dan dance practice mereka, drama-drama dan kelakuan mereka yang seru-seru aja. So basically, fangirling itu mengurangi kemungkinan kita untuk gosipin orang lain apalagi ikutan nge-lambe turah. #eh 

4. You Easily Can Make Friends Anywhere 


Sudah sering kejadian ketemu dengan orang baru which is totally awkward lalu kemudian akrab hanya karena kesukaan nonton drama Korea, misalnya. Bahkan dengan orang yang nun jauh di sana di bagian lain dari bumi ini sekalipun. I happened to know some good people because we are in the same 'boat'. Termasuk Ruth Nina yang ngajak kolaborasi nulis tentang Fangirling ini. Kamu gimana?

Baca tulisan Ruth Nina tentang Fangirling dari Sudut Pandang Seorang Mama


5. Gak Semua Aktivitas Fangirling Itu Negatif


Ok, i must admit ada beberapa orang yang terlihat sangat 'crazy' and over obsessed as being fangirl. Contoh aja macam cewe-cewe yang stalking sampai ke rumah atau kamar hotel, nelponin melulu sampai meneror, atau yang paling parah sampai menyakiti badan sendiri dengan menyilet sampai bunuh diri.  Padahal lebih banyak orang yang akhirnya termotivasi and get busy with positive things yang menguntungkan.

ok.. not that! 

Based on my experienced back in the days saya punya dance group yang membernya teman-teman yang suka NKOTB (huaahahaha..). Saya juga jualan merchandise sampai ke seluruh Indonesia. Gara-gara Kpop saya punya siaran radio sendiri yang pasti bayarannya beda dibanding saya siaran program acara yang lain. Seorang ELF yang saya kenal menang lomba nulis novel fan fiction  dan sekarang novelnya nongkrong di jual di Gramedia. Belum lagi orang-orang yang doyan spazzing di sosmed dan akhirnya malah ditawarin ngeendorse produk. Tergantung kitanya aja sih, mau dibawa kemana energi fangirling kita.


6. Kemampuan Berbahasa Asing (bisa) Bertambah 


Kendala fangirling biasanya sih karena language barrier alias bahasa. Tapi karena itu pula bisa jadi seseorang tertantang untuk mengetahui suatu bahasa. Awalnya mungkin cuma sering dengar aja mereka ngomong entah itu dari lagu, film, drama, reality show atau tayangan interview. Karena keseringan bisa kebawa-bawa juga loh.



Thanks to artis-artis berbahasa Inggris, nonton kalian bikin pronunciation dan listening comprehension saya lumayan tinggi pointnya di TOEFL/IELTS. Sementara untuk bahasa Korea, paling tidak 'annyeonghaseo' dikit-dikit bisa lah ngerti  meski sekarang lagi belajar untuk bisa nawar barang dalam bahasa Korea. Persiapan belanja di Dongdaemun. Hahahaha..


7. Jaman Boleh Beda, Fangirling Tetap Sama 


Mau jaman Beatles Mania sampai ke Directioners nangis bombai karena One Direction hiatus, sebenarnya basically fangirling itu sama aja hanya medianya aja yang beda. I remember back in the 90's ketika boro-boro ada smartphone dengan koneksi 4G, internet pake dial-up dengan modem yang berisik aja sudah syukur banget. Sumber berita terlengkap itu hanya dari majalah luar negeri yang nyampe ke Indonesia bisa sebulan lebih. Mau nonton MV (Music Video) nya? Tongkrongin aja MTV atau beli antena parabola biar bisa nonton stasiun televisi negara lain.




Sekarang, thanks to the internet semua orang bisa dengan mudah mendapat kabar dari mana aja. Banyak banget situs berita sampai situs fanbase yang bisa memuaskan keinginan tahu tentang kabar terbaru. Baru nyampe di airport aja foto-fotonya sudah bisa kita lihat melalui sosmed, Interview, music video sampai reality show model macam apapun ada di YouTube atau situs-situs pengunggah video lainnya. Siapin aja kuota yang gede dan jaringan internet yang gak labil aja deh.

Fangirling Lebih Seru dengan Internet Cepat XL 


Bicara tentang jaringan internet yang gak labil, untuk ukuran org awam kek kita nih, kekuatan sinyal jadi patokan untuk kelancaran kita surf the internet.  Memang sih tiap operator punya area 'blank spot' dimana kekuatan sinyal bisa jadi lemah, lelah, lesu  tapi akan lebih menyenangkan kalau area blank spot nya lebih sedikit. Jadi kemana pun kita berada, bahkan di basement atau di pelosok sekalipun sinyal tetap ada. Bisa diandalkan di segala cuaca pula. Hayati lelah tiap bulan harus nelpon call centre cuma untuk komplen gk bisa internetan saat hujan.

Begitu juga masalah harga paket data. Sudah bukan rahasia lagi kalau harga paket data internet di Indonesia gak bisa dibilang murah. Ada juga yang bonusnya banyak bergiga-giga tapi sayang cuma bisa dipake untuk aplikasi tertentu. Yah masih mendinglah kalau bisa ngasih banyak bergiga-giga bonus modem MiFi gratis.



Kita sih sebagai pengguna tinggal melihat yang mana yang kira-kira sesuai kebutuhan dan kemampuan. Misalnya nih saya sebulan menggunakan kuota gak kurang dari 30GB. Ya karena gue pake buat stay connect to other people, cari literatur kuliah, urusan pekerjaan dan tentu saja hiburan. Streaming drama Korea, download reality show, nonton segala macam di YouTube itu makan banyak kuota,gaes. Belum lagi saya ini orangnya gak begitu suka pas nonton trus buffering. Hello.... browsing berita aja terus loading halamannya lama aja bisa bikin mengurut dada (mas Gong Yoo) , apalagi YouTube-ing.

Banyak pilihan operator di luar sana, saya belakangan ini pake XL gara-gara liat teman-teman pada pake XL semua. Alasannya teman-teman saya rata-rata sama "cepat" dan "harga paketnya masuk akal". Saya pakai sendiri dan saya bisa bilang emang sih, beda aja XL ini. Saya bisa bilang gini yah karena saya sudah coba layanan data dari semua operator di Indonesia. Semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nah, untuk fangirling mentoknya yah sama XL juga. Apalagi sekarang bisa bebas YouTube an tanpa kuota dengan Paket Combo XTRA dari XL. Ahay!!



Tuh kan..  makin keliatan kan beda fangirling dulu dan sekarang. Apapun, fangirling menurut saya adalah cara yang baik untuk tetap terhubung dengan dunia, get connect to other people, have fun dan sekaligus menjalani hidup saya. Menurut kamu?


Wednesday, March 08, 2017

Segarnya Clear Sakura Fresh, Shampo Wangi Tahan Lama dari Home Tester Club
Dari kapan tahu saya tuh sudah penasaran banget sama bunga Sakura. Dari jaman nonton film kartun Jepang sampe terakhir liat babang Gong Yoo memekarkan bunga Sakura saat sedang senang banget di Goblin. Pokoknya mah pengen.. banget megang, nyium, kalau boleh bawa pulang masukin ke saku bunga Sakura nya.

Tapi kan gak ada di Indonesia.. hiks! Apa saya harus terbang ke Jepang atau Korea dulu? Huhuhuhu.. segera! Doain aja semoga gak ada halangan April ini insya Allah ke Seoul khusus buat Cherry Blossom Festival. Horeeeee!!!

Eh tapi kan masih ada sekitar 2 bulanan gitu. Lamaaa..

Senangnya kemarin saya dapat kiriman bunga Sakura,loh! Meskipun dalam bentuk shampoo.. Kok bisa sih?

Segarnya Clear Sakura Fresh, Shampo Wangi Tahan Lama dari Home Tester Club 

Jadi gini ceritanya... *siapin cemilan*  

 

Kemarin sore sepulang kantor saya menerima sebuah paket kiriman dari Home Tester Club. Beberapa waktu lalu saya emang sempat daftar di website yang memang menyediakan sample-sample gratis produk ternama untuk dicoba. Jenis produknya macam-macam,mulai dari kosmetik sampai minuman.

Kebetulan saya tertarik pengen nyoba produk terbaru dari shampo Clear yaitu Clear Sakura. Alasannya yah karena saya penasaran aja dengan wangi Sakura nya. Lagian shampoo Clear mah sudah terkenal sebagai shampo anti ketombe. Jadi sip lah.. gak usah diragukan. 




Sempat terlupa sudah daftar di #HomeTesterClubID, eh sebuah paket berbentuk kotak berbalut bublewrap sudah nongkrong cantik di atas meja. Ada logo "Home Tester Club" di box berwarna hitam berhias gambar bunga Sakura di sudutnya. Aiiih cantiknya. Boxnya aja kayak gini, isinya gimana ya?

Tadaaaa..  

Unboxing Home Tester Club : Celar Sakura Fresh 


Isinya beragam banget. Diawal buka box, sudah ada postcard yang bertuliskan kegunaan & manfaat dri Clear Sakura shampo. Gak cuma itu tentu saja, karena setelah layer berikutnya disibak (duh bahasa saya), tersusun rapih shampoo Clear #SakuraFresh ukuran botol, 2 pax ukuran sachet, sisir dan gak lupa setangkai bunga Sakura. Imitasi sih.. tapi gak masalah. Tetap cantik..

Cantik banget,kan?



Pas buka botol shamponya, wangi segarnya sudah berasa. Jadi pengen buru-buru nyoba nih, mumpung pulang kantor kepala rasanya gerah banget.

Kalau soal shampoo Clear saya rasa sudah banyak yang tahu lah gimana shampoo yang satu ini tahu aja cara mengatasi ketombe. Untuk Clear Sakura Fresh ini adalah shampo anti ketombe yang diformulasikan khusus dengan Nutrium 10 yang mengandung nutrient, vitamin dan mineral dengan wangi segar bunga Sakura. Dengan formula andalan terbaru ini penyebab ketombe maunya sih bisa diatasi. Bisa dipake untuk semua jenis rambut pula.


Saya sih suka suka aja makenya. Pas keramas gak perlu pake banyak-banyak, bilasnya juga gak lama dan yang jelas shampo wangi nya bedaaaa.. Kulit kepala juga rasanya adem gitu. Segar.. Berasa sudah di taman Yeouido aja nih, di bawah pohon Sakura di musim semi. *Gong Yoo..mana Gong Yoo*  

Kamu Pengen Juga Nyobain Di Rumah?



Selain dapat shmapo Clear Sakura Fresh ukuran botol dan sachet, ada bonus sisir mini yang  lucu dan imut banget. Cocoklah dibawa traveling Clear Sakura Fresh ini. Sudah Clear shampoo wangi tahan lama pastinya sih gak perlu khawatir lagi dengan ketombe. 
 






Nah, kalau kamu sudah nyoba pake shampoo Clear Sakura Fresh ini belum? Kalau kamu juga pengen dapat paket Clear Sakura Fresh gratis seperti saya, ya mending kamu daftar langsung aja di Home Tester Club ID. Ajak teman kamu yang lain daftar di biar lebih seru. Jangan lupa share pengalaman kamu setelah menggunakan produknya jadi bisa barengan say yes to #HomeTesterClubID #SakuraFresh #FreshHairDay .



Kamu tertarik mencoba atau malah sudah coba duluan nih? Share cerita kamu di kolom komentar ya!

@templatesyard