KE INGGRIS GRATIS ?? MAAAAUUUUU.....

Saya suka traveling, kemana aja. Apalagi kalo gratis ( hihihi..iyah aku pencinta gratisan). Berhubung there's no such thing call "free lunch" in this world, jalan-jalanpun tentunya pake usaha. Nabung, itu cara pertama. Kedua, nebeng dinas luar kantor (selesai bertugas, minta extend buat cuti liburan pakai duit sendiri tentunya.. ). Ketiga, ikut lomba apa aja yang hadiahnya jalan-jalan gratis. Sejauh ini sih belum pernah menang (hahahaha) mungkin belum rejeki atau Allah berpikir pake tabungan gue aja sudah cukup kali (selalu berpikiran positip kekeke). 

Salah satu tempat yang pengen banget saya datangi itu adalah Inggris. Negara ini sudah jadi tujuan cita-cita traveling sejak jaman baca buku Enid Blyton, Agatha Christie, Sir Conan Arthur Doyle  sampai jaman JK Rowling. Tapi..tapi... Jauh.. Tapi..tapi... mahal. Tabungannya belum nyampe, hiks! Tapi Alhamdulilah yah.. Allah emang maha tahu banget keinginan hambanya yg  pengen banget ke Inggris tapi tabungan gak nyampe-nyampe juga. Baca di twitter ada dong lomba ngeblog yang hadiahnya jalan-jalan gratis ke Inggris selama 9 hari dari Mister Potato. Tentu saja  saya langsung menuju TKP. Kapan lagi coba? Syaratnya juga gak nyusahin. Cukup nulis alasan kenapa pengen banget ke Inggris. Itu juga sudah sambil ngemil Veetos pula. Gampang dan enak. *nom nom nom* 

Inggris, Jauh di Mata Dekat di Google Map

Eh.. jadi kenapa harus ke Inggris?

Sejak kecil saya sudah dicekokin buku-buku Lima Sekawan, Pasukan Mahu Tahu, Malory Towers, St.Claire dan  Si Anak Badung. Kisah-kisah di buku itu berlatar belakang sekolah dan pedesaan di Inggris ini membekas banget di pikiran bahkan sampai sekarang. Rumput yang hijau dan perbukitan dengan bunga-bunga cerah di musim semi, angin yang berhembus saat bersepeda di musim panas, dedaunan yang berguguran di musim gugur dan hangatnya perapian di liburan musim dingin sambil menikmati secangkir teh ( dan kue tarcis) menjadi impian seorang gadis kecil. "Suatu hari aku akan kesana. Bersepeda di pedesaan, menggelar kain flanel dan meletakkan keranjang piknik berisi kue-kue dan botol limun, mencari petunjuk di perpustakaan, bertemu dengan polisi desa dan main lacrosse layaknya siswi di asrama ala kastil-kastil tua.

Warwick Castle: The Castle of William The Conqueror
Semakin besar semakin bertambah pula keinginan itu seiring bertambahnya bahan bacaan berlatar belakang Inggris. Terima kasih Agatha Christie, saya semakin tergila-gila dengan kehidupan pedesaan Inggris yang nyaman dan tentram. Saya sering membayangkan betapa romantisnya berjalan kaki di sebuah desa di suatu sore yang dingin dan kelabu dengan pemandangan bukit yang hijau beserta kawanan domba yang sedang dijaga seekor anjing gembala. Ketika waktu minum teh tiba, bisa mampir di sebuah tea house untuk  menikmati secangkir teh dan sepiring biskuit. Dari balik jendela tetes demi tetes hujan yang turun membuat suasana semakin syahdu. Ah.. what a romantic afternoon tea time.

Rumah Pedesaan di Birmingham
Sayangnya bayangan romantisnya hujan di Inggris sedikit mengabur ketika saya menonton film Oliver Twist. Ihiks.Gelandangan di kota London yang padat. Pabrik-pabrik bercerobong asap, kereta-kereta kuda dan lorong-lorong yang gelap dan sepi. "Please Sir, I want some more,"kata Oliver Twist (sodorin Veetos). London menjadi kota yang suram dalam ingatanku terbawa kepiawaian Charles Dickens merangkai kata. Untungnya ada Sir Arthur Conan Doyle yang akhirnya bisa menyibak keraguanku dengan berjuta misteri dan sisi lain dari sebuah kota yang akhirnya menjadi pusat keuangan di dunia. London tak lagi suram. London bisa jadi penuh misteri yang harus dipecahkan (seperti celengan ayamku). Termasuk juga lorong-lorong rahasia tempat tak hanya ada manusia, tapi juga dunia goblin. 

Welcome to Harry Potter era.. :) 
Saya membayangkan London tidak hanya sekedar kota berpenduduk sebanyak 8.174.100 jiwa, atau sekitar 12,5% dari populasi Britania Raya secara keseluruhan. Ada Goblin dan mahluk-mahluk sihir lainnya yang terselip diantara manusia dan gedung-gedung tinggi menjulang. Bukan berarti saya mau aja ketemu Goblin ( Hell, No!! * keluarin tongkat sihir*), tapi saya pengen dong merasakan kehidupan di dunia Harry Potter di sini : 

The Warner Brothers Studio Harry Potter Museum

Ok, lokasinya memang gak pas di London ( eerr....) tapi dijanjikan sebagai "magical place where all of the real-life Harry Potter movie details can be explored and appreciated up close". Ihhh mau banget dong liat authentic sets, props, costumes, bahkan even animatronics dari the film-film Harry Potter. Katanya  bisa juga nyobain peta perompak, tongkat sihir dan duduk di meja makan panjang di aula Hogwarts. Ihh Mau mau mau.. *dapat jus labu juga gak ya?* *siapin Mister Potato teman ngemil*

Long table at Hogwarts Dining Hall


Tentu saja sebelum ke Hogwarts gak sah rasanya kalau tidak melewati King's Cross. Stasiun kereta ini melayani rute tidak saja antar kota di Inggris tapi sampai Paris dan Brussels. Whoaa..Saking sibuknya stasiun kereta ini, di tahun 2010 sudah direncanakan jalur ke China, jadi dari Beijing bisa langsung ke London dalam waktu dua hari. Tsaah.. Saya sih gak usah jauh-jauh dulu lah. Cukup berfoto di platform 9 3/4 seperti anak-anak ini aja sudah bahagia kok :)

Bandel yak?? :D
Harry Potter bukanlah buku terakhir yang membuat keinginan saya ke Inggris semakin menjadi-jadi. Adalah Sophie Kinsella dengan The Shophaholic Seriesnya yang bikin saya kebayang-bayang deretan toko-toko dan coffee shop di seputaran kota London. Hello.. London kan salah satu pusat kota fashion dunia selain Paris, New York, Milan dan Tokyo. Siapa sih yang bisa nahan diri untuk tidak belanja di luar negeri? Apalagi kalau pusat perbelanjaannya nyaman dan bisa ditelusuri dengan berjalan kaki tanpa khawatir disalip motor dan ketemu pedagang kaki lima di trotoar.  Oxford Street (tempat belanja murah meriah), Covent Garden ( dulunya tempat jualan buah dan sayur tapi sekarang ada berbagai macam kafe, restoran, bar, teater, dan museum juga bisa ditemukan. Ada pertunjukan live semacam akrobat, musik klasik, sulap, pantomim di alun-alun Covent Garden), Bond Street & Mayfair ( toko titel dengan suasana yang nyaman  produk  brand eksklusif seperti Browns, Tiffany & Co, Burberry, dan Louis Vuitton bisa ditemui disana) dan Harrod's, toko serba ada kelas atas yang dimiliki Mohammad Al Fayed (namanya ring a bell gak?) dan untuk pencinta street fashion ala London, The Shoreditch Station adalah pilihan yang tepat (semoga tidak terdengar seperti pelayan pondok pizza) Terlepas dari nilai tukar poundsterling yang bikin sesak napas, sekedar jalan-jalan di pusat perbelanjaannya sah-sah aja kan?

Bond Street Mayfair, Gak Pake Pedagang Kaki Lima

Dari buku semua potongan-potongan bayangan tentang Inggris satu demi satu melekat di ingatan dan menjadi satu keinginan yang (sayangnya) belum terwujudkan. Makanya jika beneran ke Inggris, saya pengen banget ke toko buku. Satu tempat lagi yang identik banget dengan toko buku di London dalam ingatan saya adalah : Notting Hill. Salahkan Julia Roberts kenapa dia dengan cantik dan sangat anggun  membuka pintu toko buku milik Hugh Grant. Saya kan jadinya kepikiran banget bisa seanggun dia. Mungkin saya akan seperti Shinee Key saat ia jalan-jalan ke London, menyusuri Notting Hill dan berharap menemukan lokasi asli dari toko buku yang ada di film itu *lalu membayangkan payungan dengan Key*. Kalaupun gak ketemu,saya sudah puas aja kali ya ke The Society Club aja. The Society Club itu terletak di di kawasan SoHo London. Sebuah toko buku yang  menyajikan beragam pilihan buku berkualitas, baik terbitan lama maupun produksi terbaru. Bahkan jika beruntung bisa menemukan buku-buku langka yang rasanya sulit ditemukan di tempat lain di seluruh dunia. Whoah.. Serunya lagi karena The Society Club ini dilengkapi dengan sebuah kafe kecil untuk membaca buku yang baru dibeli jadi bisa sambil  menikmati kudapan ringan yang lezat khas London. Ngemil Mister Potato disini lucu juga kalee yaak... *lalu dipelototin waitress* 

The Society Club, Bisa Baca Buku Sambil Ngemil Cantik


Old Trafford Football Stadium
Tapi apalah namanya ke Inggris  kalau gak ke BigBen, Westminster Palace (pengen menyambangi makam Charles Dickens. Thanks for writing Oliver Twist & Bleak House), Tower Bridge (berharap bisa dadah-dadahan ala membernya One Direction dari puncak towernya), London Eye (biar bisa liat London dari ketinggian dan pura-pura diwawancarain ala acara di Bloomberg TV), Buckhingham Palace (ya kalee ketemu Prince Harry), Museum Sherlock Holmes di 21b Baker Street London, Museum The Beatles di Liverpol atau  nonton bola di stadium Old Trafford punya Manchester United. Makanya dengan semangat dan penuh harap-harap banget saya berusaha ke Inggris bahkan sampai nyari-nyari beasiswa ke negara-negara terdekat segala. Apalah..yang penting ke Inggris.  Keinginan saya  untuk menjelajah tempat-tempat menarik di Inggris ini sudah tersebar kemana-mana sampai-sampai seorang kakak senior malah nambahin stock list spot-spot menarik yang wajib dijelajahi. Dia bilang,"Kalau sudah nyamperin Notting Hill sempatin mampir ke Portobello Road. Cari di wikipedia deh tempatnya macam apa. Yang jelas waktu kesana tidak sengaja ketemu Gary Linecker, mantan striker terkenalnya Tim Inggris." Whoaaa.. gimana gak tambah pengen saya ke Inggris. (Walopun belum tentu ketemu Gary juga sih disana, emangnya dia mangkal disitu terus? hehehe).

Last but not least, ada satu hal lain yang pengen saya lakukan di Inggris:  Saya pengen maen hujan-hujanan, khususnya di London. Saya suka banget hujan dan London adalah salah satu kota di Inggris dengan curah hujan tertinggi. Norak ya? Maafkan aja saya yang romantis ini. Tapi gambaran langit yang tampak gelap walaupun masih sore dan udara dingin hasil hembusan angin musim gugur disusul butir-butir air yang satu demi satu turun menjadi scene tersendiri yang tersimpan rapih diingatan. Ketika hujan sudah berhenti, hanya ada jalan yang basah dan daun-daun yang jatuh di trotoarnya. Langit tampak sedikit jernih. Saat itu akan kuhirup udara segar sehabis hujan itu dengan segenap rasa. Tentu saja kalau ada yang mayungin lebih asik :)

MINHO SHINEE : Kamu berani hujan-hujanan tanpa Akuuhh??

Jadi Inggris, nantikan aku datang yaaa.... Accio tiket ke Inggris!!! *peluk erat Mister. Potato*. 

Saya : Ngeblog sambil ngemil Veetos

6 comments:

  1. Wiiiihhh.. aku sih gk terlalu ngarep ke Inggris, tapi setelah baca postinganmu jadi pengin juga, hihihi..
    Jadi inget adegan RM yang mereka ke London trus Gary foto nyebrang jalan ala ala The Beatles di Abbey Street xD
    Good luck Vita, moga menang ^_^

    ReplyDelete
  2. Whoaaaa...
    ternyata lo penggemar Si Becky Blomwood jugaaaa....

    gue sukaaaa banget baca novel itu dan punya semua lengkaaap...

    Gudlak yah Viiit :)

    ReplyDelete
  3. @Della .. Whoaa aku malah belum nonton yg itu (iya sih bukan penggemar Running Man banget.). Kwangsoo ikutan norak gak? hihii ( Aku suka Kwangsoo.. )

    @Bibi Titi Teliti
    Ternyata satu lagi selera kita yang sama * grup hug* semoga kita berdua bisa kesana ya hhiihihi. Amien

    ReplyDelete
  4. Ira Firayana akhirnya kau bukan silent reader lagi kkkk... Amien. Makasih doanya. Ntar sy bawain gantungan kunci hahahaha

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Boleh banget titip komen tapi gak perlu mencantumkan url blog kamu di badan komen. Cukup isi nama dan url blog kamu di bagian name and url. Otomatis keliatan dan akan saya BW kembali. Sering-sering mampir, ya! A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.

Powered by Blogger.