Mau Gak Gemuk Saat Berpuasa? Begini Caranya

Bulan Ramadhan adalah saat umat muslim diwajibkan berpuasa yang punya banyak manfaat. Selain untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, berpuasa bisa dikatakan tanda sayang sang pencipta untuk kesehatan tubuh ciptaanNya. Dengan berpuasa tubuh melakukan proses detoksifikasi atau pengeluaran zat sisa/racun dari tubuh setelah 11 bulan bekerja keras. Ibaratnya tubuh kita turun mesin agar mendapatkan performa sempurna setelah sebulan berpuasa.

Hal menarik lainnya ketika berpuasa adalah waktu makan hanya menjadi dua kali dalam sehari. Banyak yang mengira berat badan akan turun dan tubuh menjadi lebih ramping dan sehat. Sayangnya  tidak sedikit diantara orang yang berpuasa yang malah mendapatkan efek terbalik. Alih-alih berat badan berlebih dapat diatasi, malah jarum timbangan makin bergeser ke kanan. Bonus badan jadi lemas, merasa kurang sehat, dan sering ngantuk. Gregetan sekali rasanya. Salahnya dimana,coba?


Pada prinsipnya orang menjadi gemuk karena penumpukan lemak akibat makanan yang dikonsumsi lebih banyak daripada makanan yang diolah menjadi tenaga. Sebenarnya cukup mudah untuk mengetahui apakah seseorang melakukan puasa dengan benar. Jika berat badan turun atau stabil berarti sudah melakukan puasa sesuai anjuran. Jika berat badan naik arti harus dipikirkan lagi, jangan-jangan ini akibat kebiasaan kita yang kurang tepat saat sahur dan berbuka.

Bisa jadi karena malas bangun sahur atau bagi yang diet bermaksud agar lemak yang sudah menumpuk bisa dibakar menjadi energi di siang hari maka kesempatan untuk sahur dilewatkan. Boro-boro makan, minum saja tidak.  Di siang hari badan jadi lemas dan ngantuk, pikiran sudah kemana-mana. Pengen makan ini, pengen minum itu. Akibatnya saat berbuka terkadang kalap mata. Ironisnya inti berpuasa adalah pengendalian diri dari hawa nafsu. Nah loh...

Kalau dipikir-pikir sudah bertahun-tahun kita melaksanakan ibadah puasa kok masih 'tergoda'  seperti ini. Padahal sejak dulu kita selalu diingatkan untuk mengikuti adab sahur dan berbuka ala Rasullah Nabi Muhammad SAW.



Mengapa Air Putih ? 

Meskipun kopi dan teh berbahan dasar air, namun tak ada yang lebih baik bagi tubuh kita selain air putih. Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan. Tubuh manusia dapat bertahan beberapa minggu tanpa makanan, tetapi tanpa air hanya dapat bertahan beberapa hari. Air diperlukan dalam pembentukan darah, cairan pencernaan, urin dan keringat. Air juga terkandung dalam otot, lemak dan tulang manusia.

Karena tubuh tidak dapat menyimpan air, kita membutuhkan pasokan segar setiap hari untuk yang terbuang melalui paru-paru, kulit, urin dan feses (kotoran) sebanyak dua liter. Karenanya cairan tersebut juga harus diganti dengan cara minum air sebanyak 2 liter atau 8 gelas per hari. Yang tentunya harus diingat adalah kebutuhan ini tidak dapat disubstitusi dengan jenis minuman lain semisal kopi, teh, minuman manis atau minuman bersoda.

Lalu bagaimana cara kita mengkonsumsi 8 gelas per hari sementara pola konsumsi berubah saat berpuasa?


Seringkali pula saat berbuka puasa ada keinginan untuk minum kopi dan teh akibat kebiasaan saat sarapan diluar bulan Ramadhan. Faktanya adalah entah itu saat berbuka puasa atau pun ketika sarapan, kopi dan teh mengandung kafein yang memicu penyakit maag saat perut kosong. Jadi sebaiknya mengkonsumsi air putih terlebih dahulu dan mengkonsumsi makanan.

Mengkonsumsi minuman manis di bulan puasa juga tidak sepenuhnya tepat. Sebenarnya asalkan tidak berlebihan tidak mengapa. Tapi perlu diingat minuman manis mengandung karbohidrat sederhana yang dapat meningkatkan gula darah, hal yang memicu obesitas. Nah! Makanya jika begitu waktu berbuka puasa tiba langsung kalap menyantap deretan es cendol, es buah, teh atau kopi manis jangan salahkan jika berat badan bertambah.

Kalau kita kembali lagi kepada hadist Rasullah SAW, sudah jelas saat sahur dan berbuka kita sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi air putih. Namun terkadang pemahaman yang belum cukup seringkali membuat hal yang baik berefek buruk bagi kesehatan. Mentang-mentang sudah tahu harus minum 8 gelas sehari, langsung glek aja. Stacy Sims, Ph.D., seorang peneliti hidrasi di Stanford University.menyebutkan bahwa minum dalam jumlah banyak secara sekaligus dapat menyebabkan pengenceran darah dan menyebabkan kondisi hiponatremia (kadar natrium dalam darah turun dari normal). Karena itulah penting untuk mengatur porsi air minum per gelas yang dikonsumsi dari waktu berbuka, sahur hingga imsak.

Pola Minum Air Putih 2 + 4 + 2 

Ini bukan formasi team olahraga, yah.. Ini adalah pola minum air putih yang harus dikonsumsi selama sehari. Pola 2+4+2 ini pertama kali diperkenalkan oleh Danone Aqua karena banyak yang kesulitan menerapkan pola hidup sehat saat berpuasa. Formulanya adalah 2 gelas disaat berbuka, 4 gelas antara makan malam dan waktu tidur dan 2 gelas disaat sahur.


Pola minum air putih ini sangat membantu agar berat badan tidak bertambah selama bulan puasa loh.
Saat kita berbuka puasa dan sahur dengan air putih, sebenarnya ini membantu proses penurunan berat badan. Dalam beberapa penelitian tentang penurunan berat badan pada orang dewasa yang kelebihan berat badan, mereka yang minum air sebelum makan makan secara teratur mengkonsumsi lebih sedikit kalori. Beberapa laporan tentang diet juga merekomendasikan minum segelas penuh air sebelum, selama, dan setelah makan untuk membantu pencernaan dan kecepatan penurunan berat badan.

Air putih memang merupakan cairan yang paling alami karena tidak mengandung pemanis, pewarna, atau pun pengawet. Tentu saja air putih yang dikonsumsi juga tidak boleh yang sembarangan, melainkan harus berkualitas. Air putih yang berkualitas itu tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa, serta mengandung mineral. Kenapa harus yang berkualitas? Air yang kita konsumsi itu akan masuk dalam tubuh dan bertahan disana sekitar 50 hari dan paling cepat 10 hari. Gak sayang sama badan kalau memasukkan sesuatu yang tidak berkualitas?

Selamat mencoba!

13 comments:

  1. Sebelum ini, saya sangat getol minum teh saat sahur. Teh mesti ada. Sekarang, udah mulai berubah sedikit-sedikit. Diusahakan untuk minum air putih. Alhamdulillah, tetap fit :D
    Good luck ya mbak lombanya, semoga kita yang menjadi pemenangnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaahh .. amien. Semoga kita aja berdua yaah menang *siapin tempat buat galon Aqua*

      Delete
  2. Aku juga pengin jadi langsiiiiiing after puasa, maaak.
    Marilah kita sama2 bersemangaaat horray :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya emang gitu sih mak, ntar sok ntar sok.. lama2 gak kejadian (ngomongin diri sendiri)

      Delete
  3. Replies
    1. Sodorin Aqua supaya fokus lagi.. *uhuk*

      Delete
  4. suka lihat ilustrasi gemuk - kurusnya, hehe....iya bulan puasa kalo salah nerapin pola makan malah bisa gendut yaa

    ReplyDelete
  5. Bener Mak, aku pernah diet air minum. Lumayan, 2 bulan turun 7 kilo cuma dengan banyak minum air putih...

    ReplyDelete
  6. Gue bangat.... 😀😀 (dibaca:pengen gk gemuk) saatnya gunak pola 2+4+2

    ReplyDelete
  7. Aku banget ini kalo puasa malah naik berat badannya T-T
    bagus nih dicba tipsnya hihi

    ReplyDelete
  8. susah nerapin 2-4-2 tuh Mak kekenyanyangan sama air kalau saya, tapi diusahakan semampunya :)

    ReplyDelete
  9. Benar sekali tuh, banyakin minum air putih ya :D

    ReplyDelete
  10. Allhamdulillah, karena saya sering dipanggil Onta karena kalau minum air putih suka kaya kesetanan jadi ga masalah. Yang masalah justru kepentok sama menu makan. Ini yang serius beloman bisa dihindari. Buka puasa kaya kesambet setan laper soalnya :D

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Boleh banget titip komen tapi gak perlu mencantumkan url blog kamu di badan komen. Cukup isi nama dan url blog kamu di bagian name and url. Otomatis keliatan dan akan saya BW kembali. Sering-sering mampir, ya! A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.

Powered by Blogger.