5 Tips Video Editing untuk Pemula

Beberapa waktu lalu saya sudah share Video Editing Software untuk Pemula. Alhamdulillah sudah ada yang menemukan 'jodoh' softwarenya. Nah, sekarang pertanyaan berikutnya : "Habis itu ngapain?" 

Ya mulai mengedit lah! Masa cuma dianggurin, hihihii.. 

Saat ini semakin mudah untuk merekam satu moment melalui media video. Kita bisa merekam moment tersebut melalui video recorder bahkan melalui handphone. Tapi bukan berarti hanya karena kita semua punya kamera video maka kita bisa merekam acara sekeren tayangan-tayangan di televisi.  

Ada proses editing yang harus dikerjakan dan itu tidak mudah loh. Bagi para video editor, video yang masih 'mentah' hasil rekaman pada kameramen ini harus disulap supaya terlihat bagus dan menghibur

Nah bagaimana dengan kita yang masih pemula ini? 


Tips Video Editing Untuk Pemula
pic cr: techapp
Sebenarnya tidak terlalu berbeda.  Dibawah ini ada beberapa tips yang mudah-mudahan bisa membantu: 

1. Buang yang Tidak Perlu

Dari pengalaman waktu masih jadi newbie editor di kantor, pesan dari semua PD hampir sama : Buang yang tidak perlu. Pilihlah scene-scene yang terbagus dari semua video mentah yang kita punya. Buang gambar yang shaky atau goyang dan tidak bisa diedit lagi walaupun dengan effect.

Terkadang video editor mengalami dilema memilih diantara scene-scene terbaik. Dalam pengeditan profesional, editor bekerja sama dengan seorang PD yang akan menentukan. Tapi jika bekerja sendiri, you are the editor and the PD. So stick with the story board.

Oh wait? Did I tell you about story boad? Story board ini semacam skenario yang mempermudah pekerjaan editor untuk satu adegan ke adegan yang lain. Ibarat kerangka karangan dalam menulis, pembuatan video juga membutuhkan story board supaya gak ngalor ngidul dan sesuai durasi yang ditetapkan.

2. Gunakan Effect Seperlunya

Pengeditan video sebenarnya hampir sama dengan pengeditan naskah. Gambar yang biasa saja juga perlu dipoles agar orang tertarik dan betah menontonnya. Disini kita memerlukan effect agar video terlihat menarik. Contoh fanmade video yang saya buat di bawah ini : 




Dalam aplikasi yang kita gunakan, video effect tersebut sudah disertakan. Tapi kesalahan para video editor rookie adalah terkadang mereka menggunakan semua efek video disediakan supaya keliatan keren. Padahal sih malah jadi norak karena tidak tepat penggunaannya.  

Untuk langkah awal pakai satu atau dua transisi saja dan jangan menggunakannya setiap detik.  Eneg juga kita yang nonton kalau semuanya pake effect transisi. Tambahkan satu atau dua filter yang baik, agar ada tampilan di layar terlihat berbeda, Misalnya menggunakan filter hitam & putih atau sepia., untuk kesan 'classic'. Jika mengedit video musik, gunakan beberapa filter tetapi sesuaikan dengan irama musik. Supaya gambar tidak monoton, boleh loh mempercepat atau memperlambat gambar dengan menggunakan speed effect. Tentunya disesuaikan juga yah dengan musik latar yang digunakan.

3. Musik Latar Sebagai Pemanis


Dalam editing penggunaan musik latar sangat membantu tampilan sebagian besar program menjadi menarik (kecuali untuk program hard news, news flash atau breaking news). Pilihlah musik latar yang kira-kira sesuai dengan topik video.


Misalnya untuk video tutorial, pilihlah musik yang mid-beat atau upbeat. Jika menggunakan lagu dengan lirik atau vokal jaga agar suara penyanyi tidak berbenturan dengan suara orang yang berbicara di video. Gunakan vokal untuk bagian video di mana tidak ada dialog. Jangan lupa untuk menyesuaikan pergantian shots dan speed dengan beat musik latar yang dipergunakan.

Tips : Saya biasanya mengambil musik latar tidak berbayar di gettyimages agar terhindar dari pelanggaran hak cipta. 


4. Normalisasikan Audio


Selalu pastikan untuk  menormalkan audio saat mengedit. Ini artinya semua tingkat suara tidak boleh melewati puncak di audio meteran bar. Bar ini adalah daerah software editing video yang bergerak naik dan turun ketika video diputar. Contoh jika memakai Adobe Premiere, audio bar akan berwarna hijau untuk level audio normal dan kuning menuju merah jika terlalu keras. Penonton tentunya tidak mau audio yang terlalu rendah atau terlalu keras, jadi tolong diperhatikan yah.

5. Sabar dan Jangan Gampang Menyerah

Untuk hasil yang bagus tentu butuh proses, setuju? Memang ngedit tuh gak bisa cepat dan buru-buru (kecuali kalau cuma cut to cut doang buat Breaking News sih, harus cepat kalo gak disentil PD). Video 3 menit yang biasanya kita tonton di televisi atau di YouTube itu proses pembuatannya bukan 3 menit juga loh, saya yakin. Salah satu teman editor saya yang jago aja, ngedit paket acara 30 menit butuh seharian, itu juga pasti dibongkar lagi ama PDnya (huahahaha.. nasib editor). Kadang editornya sendiri yang gak puas, hasil editannya dibongkar lagi untuk diedit ulang. 

Memang sih sekarang banyak aplikasi gratisan di smartphone atau video editor apps online yang bisa 'ngeditin' video kita. Tapi yah gitu, ada watermarknya dan kalau saya pribadi sih gak puas banget. 





No Pain No Gain, ya gak? Kalau mau hasil bagus ya usaha dong! Jadi saran saya sih, practise makes perfect and by this i mean, jangan gampang menyerah. Kalau gak tahu, Googling atau join forum editing.  Forum yang besar mempunyai ratusan member yang tahu pro dan kontra dari aplikasi yang kita gunakan dan masalah yang kita alami. Tenang aja, kita tidak sendiri, bahkan video editor jago pun gak segan-segan belajar dari yang newbie. 

So, selamat mengedit ya. Have fun!

9 comments:

  1. ngedit itu serruuu.. emang sih capek.. mata ampe jerenggg.. tapi klo udah jadi.. dan.bagus itu punya kepuasan tersendiri..

    ReplyDelete
  2. aplikasi apa yang bagus buat ngedit kak?

    ReplyDelete
  3. pernah ngedit lama banged berjam-jam tapi hasil editan gak sampe 5 menit wkwkwkw

    ReplyDelete
  4. aku suka liat temenku ngedit video dan to be honest, kayaknya ribet ya. pun sesuai sama yang di atas, editnya berapa lamaa, tayang videonya berapa lama hihi

    ReplyDelete
  5. Wah tips yang bermanfaat sekali gan,, ane juga lagi belajar editing video wlaupun dulu lulusan Multimedia tapi masih perlu yang namanya belajar :D

    ReplyDelete
  6. kakak editingnya pakai apa app apa? pakai adobe kah? ajarin kak:D hehehe. Aku makai sony vegas, seru juga kak cuma ya namanya editing apalagi aku suka remake scene drama itu perlu kesabaran belum lagi kalau tiba-tiba laptop crash :D

    ReplyDelete
  7. Saya lagi belajar video editing juga nih, tertarik untuk bikin vlog harus siap susah payah di awal karena nggak punya ilmu dasar tentang editing video.. hehehe

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Boleh banget titip komen tapi gak perlu mencantumkan url blog kamu di badan komen. Cukup isi nama dan url blog kamu di bagian name and url. Otomatis keliatan dan akan saya BW kembali. Sering-sering mampir, ya! A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.

Powered by Blogger.