69 Tahun BNI 46, Bank Yang Peduli Dan Selalu Berbagi

Bank Negara Indonesia atau yang biasa dikenal sebagai BNI adalah sebuah bank yang saya yakin sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Didirikan setahun setelah Indonesia merdeka tepatnya di tanggal 5 Juli 1946, BNI 46 telah menjadi bagian dari berbagai transaksi keuangan perusahaan, kementerian milik negara dan perorangan. 

Saya tahu BNI 46 sejak kecil. Bukan karena saya menjadi nasabah, tapi semata karena kantornya tidak jauh dari rumah dan sering dilewati saat berangkat ke sekolah. Waktu itu kalau ada yang nanya, "Tahu gak bank BNI?" jawaban saya adalah "Tahu dong.. Bank hijau orenj dekat lapangan." Maklum, namanya juga anak-anak, lebih cepat nangkap warna dan tempat main sesepedaannya saja. 

Barulah ketika saya kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri, BNI 46 menjadi bagian dari status saya sebagai mahasiswa. Mulai dari bayar  uang kuliah, menerima beasiswa sampai belanja-belanja jajanan dengan memakai kartu mahasiswa yang bisa dipergunakan sebagai kartu debit.

Beranjak ke dunia kerja, hubungan saya dengan BNI 46 tetap bertahan. Instansi tempat saya ditugaskan mensyaratkan pembukaan rekening di BNI sebagai media transfer gaji. Tiap awal bulan adalah moment yang paling saya tunggu. Sms cinta dari 3346 BNI SMS banking itu loh.. bikin deg-deg serr gimana gitu. Gaji telah tiba...



Tapi sebenarnya BNI 46 lebih dari sekedar media pentransferan gaji. BNI 46 adalah bank yang peduli dan selalu berbagi.


BNI adalah bank komersial tertua dalam sejarah Republik Indonesia dan didirikan oleh Margono Djojohadikusumo salah satu dari anggota BPUPKI. Sejak didirikan banyak hal yang sudah dilakukan oleh BNI 46 untuk Indonesia. Mungkin banyak yang tidak tahu, BNI 46 adalah bank pemerintah pertama dan tertua yang bertanggung jawab dalam menerbitkan dan mengeluarkan ORI (Oeang Republik Indonesia).

Dalam masa perjuangan BNI 46 sempat berfungsi sebagai bank sentral dan bank umum sebelum akhirnya beroperasi sebagai bank komersial sejak tahun 1955. Di tahun yang sama BNI 46 membuka kantor cabang di Singapura sebagai kantor cabang pertama di luar negeri. Hingga kini

Bagaimana dengan di Indonesia sendiri?

BNI 46 bertekad untuk melayani seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Sejak tahun 1960 komitmen ini dibuktikan dengan membuka Bank Terapung untuk melayani masyarakat yang tinggal di kepulauan atau daerah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat. Di era 1960-an itu  BNI 46 menghadirkan inovasi-inovasi baru agar masyarakat Indonesia lebih semangat menabung. Diantaranya :

1. Bank Keliling,  jasa layanan perbankan di mobil keliling bagi wilayah yang jauh dari jangkauan kantor cabang atau ranting.

2Bank Sarinah, dari perempuan dan untuk perempuan. Layanan ini khusus bagi nasabah perempuan dimana seluruh petugasnya juga perempuan. Bisa dibilang ini inovasi BNI 46 yang sangat mengistimewakan perempuan di tahun 1960-an

3. Bank Bocah, salah satu cara BNI 46 dengan mengedukasi anak-anak membiasakan menabung. Menariknya, pelayanan Bank Bocah dilakukan juga oleh anak-anak. Mungkin supaya anak-anaknya tidak kagok kali yah..

4. Layanan Perbankan Perguruan Tinggi, untuk membantu para mahasiswa dalam bertransaksi membayar uang kuliah dan menerima beasiswa atau kiriman dari orang tua. Hayo.. yang ini pasti ada yang merasakannya juga kan?

Sebagai bank yang mempunyai visi menjadi Bank yang ‘unggul’ ‘terkemuka’ dan ‘terdepan’ dalam layanan dan kinerja, membuat bank BNI selalu siap memberikan layanan prima dan solusi. Tidak saja kepada seluruh nasabah, mitra pilihan utama tapi juga bagi para inverstor tanpa melupakan tanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitas. Melalui BNI berbagi, program Corporate Social Responsibility (CSR), BNI 46 telah banyak membuat kegiatan-kegiatan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Yuk diintip:



Untuk program  Bina Lingkungan. BNI 46 telah memberi bantuan bencana alam, aktif menyiapkan beragam fasilitas perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia, peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia khususnya di daerah-daerah terpencil dan memberikan bantuan pengembangan sarana dan prasarana umum.

Hanya itu?

Tentu tidak..

BNI 46 bekerja sama dengan Yayasan Komodo Kita  mengalokasikan Rp 7,077 miliar untuk Pulau Komodo. Dengan berbagai program dan binaan diharapkan Pulau Komodo sebagai desa wisata dapat menjadi lingkungan yang mempunyai hubungan timbal balik saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara penduduk dan Komodonya sendiri. Nah loh, segitu perhatiannya BNI 46 pada lingkungan. Komodo saja dipikirin coba..

Dalam bidang pelestarian alam, BNI 46 memang tidak main-main. BNI 46 mempunyai Pusat Pembibitan Tanaman yang bekerjasama dengan Paguyuban Budiasi, berbagi bibit pohon di berbagai tempat.

Jakarta, Bandara Kualanamu, Hutan Kota Banda Aceh, Taman Kota Trembesi Banda Aceh, Hutan Kotan Manahan Solo, Taman Kota Wonosari-Yogyakarta, lereng Gunung Sumbing, Hutan dan Taman Kota Udayana-Bali menjadi daerah-daerah pendistribusian bibit pohon. Bukan untuk sekedar gaya-gayaan, maksud BNI 46 tentu saja untuk mengurangi emisi karbon, membudayakan gaya hidup sehat, ramah lingkungan serta mendukung program pemerintah “One Billion Indonesia Trees” (OBIT). Selain itu BNI 46 juga mempunyai proyek Hutan Kota, Energi Terbarukan, Pengembangan Ekowisata.

Dan itu budgetnya tidak main-main loh.. Di tahun 2014, BNI mengelontorkan Rp. 59.133.322.379 untuk program-program CSR BNI Berbagi.

REALISASI DANA BINA LINGKUNGAN BNI 2014


Bidang
Realisasi (Rp.)
Pendidikan dan Pelatihan
 18.531.531.613
Pelestarian Lingkungan
 14.301.505.181
Peningkatan Kesehatan
 5.607.869.332
Sarana Ibadah
 11.127.854.000
Pengembangan Prasarana dan Sarana Umum
 5.391.376.276
Pengentasan Kemiskinan
 1.380.791.400
Korban Bencana Alam
 2.792.394.577
Total
 59.133.322.379

Sementara untuk program pemberdayaan masyarakat BNI 46 punya Kampoeng BNI yang membantu masyarakat dalam penyaluran kredit lunak dengan sistem klaster yang dilakukan di beberapa daerah khususnya di pedesaan. Tujuan sederhanan saja, agar ekonomi masyarakat di suatu kawasan tersebut dapat berkembang melalui pinjaman lunak.

Terdapat pula  program kemitraan maupun bantuan bina lingkungan untuk menunjang aktivitas ekonomi lokal dengan menekankan pada keunikan masing-masing cluster dalam berbagai macam produk yang menjadi keunggulan daerah tersebut.

Atas program-program CSR yang diluncurkan BNI 46, kerjasama dengan lembaga-lembaga dunia yang berkompeten dibidangnya pun terjalin.

Bukti keberhasilan dari program-program tersebut terlihat dari pencapaian yang diraih oleh BNI 46 sejak tahun 2009.

Hidup adalah berbagi. Sebagai badan keuangan yang mempunyai tanggung jawab terhadap kepentingan publik, selama 69 tahun BNI 46 telah membuktikan kepeduliannya dengan berbagi melalui program-program yang menyentuh banyak lapisan masyarakat Indonesia. Saya yakin dengan bertambahnya usia dan pengalaman, semakin handalnya sumber daya manusia yang dimiliki BNI 46, semakin prima pula layanan, kepedulian dan tanggung jawab terhadap nasabah, lingkungan dan komunitas.

Tetaplah melayani negeri dan menjadi kebanggaan bangsa. Jaya terus BNI 46! 

1 comment:

  1. Saya jg nasabah BNI. Kenapa? Krn sy pencinta Valentino Rossi, nomor 46 nya itu bo' :D

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Boleh banget titip komen tapi gak perlu mencantumkan url blog kamu di badan komen. Cukup isi nama dan url blog kamu di bagian name and url. Otomatis keliatan dan akan saya BW kembali. Sering-sering mampir, ya! A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.

Powered by Blogger.