Warna Warni Kemenangan Dalam Indahnya Kebersamaan

Baju baru, kue kering bertoples-toples, aroma ketupat dan bau cat berpadu menjadi kenangan lebaran masa kecilku. Saya masih ingat, beberapa hari sebelum lebaran seisi rumah sibuk dengan tugas masing-masing. Kakak tertua mencuci dan mengganti semua gorden, kakak ketiga membuat kue kering, Mama mempersiapkan bumbu, lauk, ketupat dan kerabatnya,  sedangkan ayah dan kakak kedua sibuk mengecat rumah. Saya? Sebagai anak bungsu saya jadi team sukses pemberi semangat saja, hehehe ( Sudah pernah saya bilang kan saya ini "Song Manse" banget?). 

Setelah dewasa kami hidup terpisah karena sudah punya rumah sendiri. Mama pun sudah lebih dahulu meninggalkan kami. Selalu ada rasa haru menyelinap di ruang kosong hati kami diantara kebahagian berlebaran . Lebaran rasanya tidak akan sama lagi. Ah.. jadi sedih. Hiks.. hiks.

Tapi begitulah hidup. Ada yang datang ada pula yang pergi. Saat mama tak lagi bisa menemani, ponakan-ponakan sudah beranjak besar. Sekarang mereka lagi lucu-lucunya. Dua orang yang terbesar malah sudah masuk masa pra-abege. Sudah pintar ngerecokin tantenya.

Seperti ketika lebaran tahun ini ketika kami sekeluarga besar kumpul di rumah mereka. Dua bocah ini jadi tahu saya berencana mengganti atap rumah dengan bahan dan warna yang lebih cerah. Mereka berdua kompak memberi usulan warna yang sesuai favorit mereka. Si kecil mengusulkan warna pink untuk  atap dan dinding rumah. "Percaya deh tante, rumah tante akan keliatan cantik dan imut banget." Yaiyalah nak, seperti permen dari jauh kan yah...

Si kakak lain lagi, dia mengusulkan warna atap terserah yang penting dindingnya harus warna-warni. Satu dinding dengan dinding lain berbeda untuk setiap ruangan . "Biar seru, buat latar foto-foto." Oke sip! Tantenya cuma bisa garuk-garuk dahi dengan cantik.

Duh kok ya ribet banget hanya untuk memilih cat dan warna saja, mungkin ada yang berpikiran begitu. Tapi ketahuilah ternyata  warna tembok bisa mempengaruhi kehidupan kita. Sejumlah studi telah mempelajari kaitan antara spektrum warna, beserta pengaruhnya terhadap dampak psikologis dan mood dari seseorang ketika menerima gelombang warna melalui indera penglihatan. Malah katanya warna bisa dijadikan metode pengobatan alternatif yang disebut dengan Choromotherapy. Pengobatan ini umum digunakan dalam budaya Mesir dan China Kuno.

"Pake cat Dulux saja,"kali ini usul kakak kedua. "Koleksi warnanya banyak dan hasil catnya bagus. Kamar si kakak pakai cat Dulux tuh."

Salah Satu Sudut Kamar Ponakan Di Cat Dengan Koleksi Warna Dulux 

Jihaa...belum apa-apa saya sudah kena "pesan sponsor", hahaha. Tapi ada benarnya juga. Ada 3 alasan mengapa cat Dulux layak untuk dipergunakan :

1. Dengan Dulux mencat jadi lebih mudah. Menurut tukang cat langganan, dia lebih senang kalau pakai produk Dulux. Katanya,"Pake cat Dulux enak ngecatnya. Hasilnya cepat kelihatan rata, tidak perlu moles berulang-ulang." Biasanya untuk tukang cat yang tidak sabar, cat yang dipakai lebih kental. Jatuh biaya lebih boros karena makin banyak cat yang dipakai. Lagian mungkin tukang catnya lelah karena semakin banyak lapisan yang dikerjakan semakin banyak juga tenaga dan waktu yg dibutuhkan.

2. Menurut bapak yang sudah pengalaman gonta ganti cat untuk rumah kami, ketahanan warna cat Dulux bisa diandalkan bahkan setelah beberapa tahun. Warnanya stabil, tidak cepat luntur bahkan sesudah 3- 4 tahun.

3. Koleksi warna Dulux lengkap, ini kata kakak saya. Warna yang mungkin menurut kita sulit untuk ditemukan malah ada di katalog warna Dulux. Iya juga, malah menurut saya warna cat Dulux itu kekinian banget, mengikuti trend masa kini.

Perbincangan masalah cat dan warna berlanjut, sambung menyambung antara kakak-kakak, bapak dan sesekali ditimpali celutuk khas lucu kanak-kanak dari ponakan-ponakan. Dari masalah cat, melebar ke masalah dekorasi sambil mencicipi masakan lalu ziarah kubur. Buntut-buntutnya diperjalanan malah groufie dengan para ponakan.


Pada akhirnya sampai lebaran lewat saya belum sempat mengganti cat rumah. Tapi perbincangan dan kebersamaan saat lebaran itu memberi warna tersendiri bagi lebaran tahun ini. Seperti juga pertemuan saya kembali dengan teman-teman kuliah seminggu setelah lebaran. Biasanya reuni kecil-kecilan yang menjadi ajang silaturahmi itu diadakan di cafe atau restaurant. Tahun ini entah siapa yang memulai, tiba-tiba saja rencana liburan setengah hari di pulau Samalona tercetus.

"Ayolah... ingat gak jaman kita masih mahasiswa gak? Duit lima ratus ribu nekat ke Bali seminggu aja bisa. Ini cuma nyebrang naik perahu motor lima belas menitan masa gak sempat?" kata seorang teman yang sepertinya jadi seksi ngomporin.

Demi ngumpul lagi dengan teman-teman kuliah yang sudah melanglang buana, saya yang saat itu lagi flu berat pun tanpa ragu memutuskan ikut. Kapan lagi, coba? Siapa tahu flu ini membutuhkan piknik di pantai. Langit biru, pantai turquoise berpadu biru laut, pasir putih yang hangat, ikan-ikan kecil yang lucu dan indahnya kebersamaan membuat ajang silaturahmi teman angkatan kuliah kali ini jadi berbeda. Kami tidak pernah bertambah tua, hanya menjadi 'sedikit' dewasa dan banyak rempong dan panikan. Hahahaha.. Oiya, tambah satu lagi : LEBIH GIFO alias Gila Foto.


Nah kebetulan banget sekarang sedang diadakan photo contest di website Dulux dengan cara yang sangat mudah. Cukup upload saja foto yang paling menggambarkan momen bahagia kita di Hari Raya. Pilih warna frame dan stiker sesuai tema foto seperti :


  • Kumpul Keluarga 
  • THR 
  • Mudik
  • Baju Lebaran
  • Silaturahmi
  • Malam Takbiran
  • Ibadah
  • Ketupat
  • Kue Lebaran 
  • Wisata 
Lengkapi dengan cerita momen bahagianya kebersamaanmu lalu submit dan share melalui social media. 


Saya tentu saja sudah ikutan juga. Ini jelas-jelas event yang tidak bisa dilewatkan mengingat stok wefie dan groufie dalam setiap kebersamaan sedang banyak-banyaknya. Siapa tahu bisa menang salah satu dari hadiah-hadiah seperti table storage, rocking chair, bedside table, atau Xiaomi Redmi 2. Lebih asiknya lagi, Dulux juga bagi-bagi voucher Rp. 100.000 hanya dengan berbelanja produk Dulux/Dulux Catylac senilai Rp. 1.000.000. Yuk, ikutan!

Untuk tahu lebih banyak tentang lomba dan pilihan Warna - Warni Kemenangan 2015 silahkan mampir ke website http://warnawarnikemenangan.com/ dimana kita juga bisa mendownload  booklet Warna Warni Kemenangan 2015. Sangat membantu sebagai referensi dan inspirasi untuk menentukan warna terbaik bagi dekorasi rumah kita. Informasi lebih lengkap tentang Dulux bisa juga didapatkan di akun social media.
Dunia memang penuh dengan warna yang mempesona. Berbagai cerita yang kita jalani, orang-orang yang kita temui bahkan yang pergi meninggalkan kita memberi warna tersendiri dalam kehidupan ini. 
Begitu juga ketika kita bisa bersyukur dalam bahagia, bersabar dalam kesedihan, menahan diri dari emosi, melepaskan diri  dari godaan dan tahan terhadap cobaan, menjadi warna kemenangan menghadapi tantangan kehidupan. Semoga seterusnya kita bisa menjalani kehidupan dengan warna-warni kemenangan dalam indahnya kebersamaan. 

14 comments:

  1. Kamar ponaannya cakep mbak Vita. Girly abis ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah ya.. padahal diam2 dia suka sama D.Onya EXO tuh. Untung masih nyadar kalau pasang poster itu ntar malaikat gak mau masuk kamarnya. HIhihi..

      Delete
  2. Vita aktif bgt ngeblog.. Aq suka iri kalo liat or baca karya teman-teman dlm bentuk tulisan.. Mereka bisa dgn mudah menuangkan apa yg ada di pikirannya dlm bentuk tulisan.. Kalo aq susah bgt.. Kadang baru setengah jalan..terus berhenti krn sdh kehilangan mood utk menulis ^^
    Keep on writing Vita.. Org yg bisa menulis itu byk..tapi yg bisa menuangkannya dlm bahasa yg easy to read & ga bikin bosen itu jarang.. Menurutku Vita salah satunya.. Isi tulisan Vita enak dibaca & ga bikin bosen.. Yg spt itu menurutku sulit utk dicari..secara aq mmg krg pinter menuangkan ide/pikiranku lwt tulisan.. Kalopun aq tulis..isinya malah kaku hehee..
    Sekali lg..keep on writing.. Fighting ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahhh Nenden suka gitu deh.. Makasih ya. Menurut aku sih tetap nulis aja, nenden. Bagus enggaknya kan bukan kita yang menentukan. Nah ini Nenden bilang tulisanku enak dibaca& ga bikin bosen padahal aku bilang "emang iya sih" *lalu digeplak pake simping 3 kilo* Hahahaha.. becanda! Ayo Nenden, lebih rajin nulisnya, apalagi mau ngambil S3 kan? Yuk yuk yuk...

      Delete
  3. Replies
    1. Ya kan? Aku juga pengen Pink kek gitu cuma gak cocok ama umur sepertinya hahahai

      Delete
  4. Replies
    1. Iyah si kakak emang girly abis.. :D

      Delete
  5. Asyiik ...
    Lomba lagi ya Vit? Saya kira postingan lebaran tanpa lomba. Bisa juga ternyata ya dimasuk2kan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalah kak.. yg penting temanya nyangkut hahahai..

      Delete
  6. Kalo setiap lebaran pasti deh ngecat ulang rumah, apalagi kalau di dindingnya banyak hasil karya anak-anak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahaha.. bener! Katanya rumah yang punya anak kreatif gak ada yg dindingnya bersih. Hihihi ini kata kakak2 saya. Sudah pengalaman liat coret2an ponakan2.

      Delete
  7. Closingnya bagus mak *like it* asik2 kontes foto, tfs mak vita..salam kenal^^

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Boleh banget titip komen tapi gak perlu mencantumkan url blog kamu di badan komen. Cukup isi nama dan url blog kamu di bagian name and url. Otomatis keliatan dan akan saya BW kembali. Sering-sering mampir, ya! A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.

Powered by Blogger.