Indonesia dalam Dunia Otomotif, Pemain atau Penonton?

Makassar sedang panas-panasnya, maklum musim kemarau belum memberi kesempatan hujan datang berkunjung. Debu hinggap dimana-mana, tidak terkecuali pada mobil kesayangan saya. 

"Kamu enak sih, kemana-mana naik mobil pribadi. Tinggal setel ACnya, gak ngerasain panasnya naik motor, apalagi pake angkot. Kemarau gak kepanasan, musim hujan gak kehujanan,"kata salah seorang teman. 

Alhamdulillah yah..

Perkataan teman itu saya syukuri dalam hati. Sebelum akhirnya nyetir sendiri, saya juga pernah ngerasain yang namanya panas-panasan naik motor dan  duduk berjubel di dalam angkot. Namun karena kebutuhan mobilisasi yang makin meningkat membuat saya memutuskan untuk memiliki kendaraan pribadi. Ditambah belum adanya itikad baik pemerintah untuk membuat sistem transportasi umum yang nyaman dan aman bagi penduduk, saya pikir bukan saya saja yang berpikiran untuk mempunyai kendaraan pribadi. Kalau tadinya sebuah keluarga hanya butuh satu mobil, saat ini tidak sedikit yang merasa butuh punya  dua atau tiga karena tuntutan situasi. 

Lihat saja antusias masyarakat pada pameran otomotif di Indonesia. Baru-baru ini telah digelar perhelatan akbar Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2015, salah satu pameran paling dinanti oleh para penyuka otomotif di seluruh Indonesia. Dibanjiri 359.374 pengunjung, total transaksi penjualan mobil dan motor sebesar Rp. 1.636 Triliun yang berasal dari penjualan 4.894 unit mobil dan sepeda motor. Luar biasa bukan?


Indonesia Internasional Motor Show 2015, Inovasi dan Warna Baru Dunia Otomotif Indonesia 

Selama lebih dari 20 tahun Indonesia International Motor Show diadakan, tahun ini IIMS menunjukkan 'wajah' barunya. IIMS yang memang diperuntukkan untuk  menjadi wadah bertemu dan berkumpulnya para penggemar otomatif, kali ini menyatukan unsur bisnis sebagai sarana promosi dan transaksi penjualan sekaligus menambahkan beragam budaya, hiburan dan edukasi yang bertautan dengan dunia otomotif.

Event yang diorganized oleh PT Dyandra Promosindo ini mengusung tagline baru " The Essence of Motor Show". Ajang pameran ini  menampilkan banyak teroboson termasuk menampilkan  sepeda motor, mobil tank, suku cadang mobil dan aksesoris industri dengan berbagai pertunjukan yang bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Beda aja gitu yah dengan pameran-pameran otomotif biasanya. 



Dan ternyata IIMS tidak hanya memamerkan produk otomotif buatan luar. IIMS juga memberi ruang bagi karya anak bangsa untuk dipamerkan di ajang tersebut. Salah satunya adalah ditampilkannya dua prototipe sepeda motor listrik karya mahasiswa ITS yang bermitra dengan Garansindo Inter Global digadang-gadang akan menjadi calon sepeda motor lokal berteknologi listrik pertama yang diproduksi massal. Hebatnya lagi seluruh rekayasa  rekayasa industrinya, komponen, desain, pokoknya semuanya merupakan buatan lokal, Whoaa.. bangga! 

Sepeda Motor Listrik buatan Indonesia (credit as tag)

Walaupun masih berupa prototype dan belum diproduksi, sepeda motor lisrik tadi sebenarnya adalah angin segar sekaligus sentilan bagi dunia otomotif Indonesia. 

Sepeda motor listrik ini bukan satu-satunya hasil kreativitas anak bangsa. Sejak beberapa tahun lalu Indonesia sebenarnya sudah menghasilkan beberapa mobil nasional  hanya sayangnya seakan tidak mendapat perhatian dari pemerintah. 




Keren...

Kalau melihat ini semua sebenarnya Indonesia tidak kekurangan orang-orang cerdas, kreatif dan visioner kok. Tapi memang deretan prototype-prototype ini harus terhenti di tengah jalan. Kendala macam-macam. Mulai dari tidak adanya investor, pasokan komponen, dan desain yang kurang menarik membuat banyak inovasi putra putri Indonesia ini akhirnya  gagal masuk ke proses produksi massal.

Indonesia dalam Dunia Otomotif, Pemain atau Penonton? 

Ironisnya jika dilihat dari sisi produksi mobil, sebenarnya Indonesia memiliki perkembangan yang sangat bagus. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Vijay Rao, Automotive and Transportation Practice Frost & Sullivan, menyatakan Indonesia merupakan salah satu perkembangan otomotif terbesar di ASEAN setelah Thailand. 

Frost & Sullivan memprediksi Indonesia akan menjadi pasar otomotif terbesar di ASEAN pada 2019 dengan total kendaraan mencapai 2,3 juta. 
Perkembangan ini dipicu oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil, peningkatan kelas menengah dan peningkatan investasi sektor otomotif serta pemberlakuan regulasi otomotif yang mendukung pertumbuhan pasar. Sayangnya yang diproduksi itu adalah mobil-mobil keluaran negara lain.

Produk otomotif ternama rame-rame meningkatkan kapasitas produksinya malah sampai membuka pabrik segala di Indonesia. Banyaknya investor yang tergiur untuk berinvestasi di Indonesia tentunya disambut baik oleh pemerintah.

Memang, masuknya investasi jelas bakal menyerap tenaga kerja, penambahan penghasilan negara dari pajak yang artinya bakal memutar roda perekonomian. Tapi yang masih jadi pertanyaan buat saya pribadi adalah masalah pengembangan tekhnologi. Maukah produsen mobil itu mentransfer teknologi mesin mutakhir ke anak bangsa? Atau kita hanya sanggup menonton mereka dan menjadi pekerja sekaligus jadi pasar jualan industri otomotif mereka? 

Masa Depan Otomotif Indonesia

Isu lingkungan hidup membuat industri otomotif dunia mau tidak mau harus berinovasi untuk melahirkan produk yang ramah lingkungan. Mobil listrik adalah salah satu jenis yang sedang giat dikembangkan. Saat ini industri otomotif Jepang yang diramalkan akan merajai produksi sektor mobil listrik dunia telah mengekspor hasil produksinya ke Amerika dan Eropa.

Indonesia lagi-lagi dilirik oleh para pembuat mobil listrik sebagai tempat jualan saja. Padahal tidak sedikit putra bangsa yang membuat mobil listrik dengan design yang tidak kalah dibanding buatan luar negeri.




Mobil-mobil keren buatan Indonesia ini sebenarnya adalah langkah awal masa depan otomotif Indonesia.  Tidak bisa dipungkiri, memang masih ada beberapa kekurangan di sana sini. Namun ini kembali lagi kepada penentu kebijakan yang mengambil keputusan, mau dibawa kemana dunia otomotif Indonesia. Bahkan Karl Benz tidak semerta-merta sukses di awal pembuatan mobil berbahan bakar bensin. 

Mudah-mudahan dalam  IIMS berikutnya  akan makin banyak hasil karya anak bangsa yang dipajang bersanding dengan mobil/motor buatan luar. Maunya sih industri otomotif Indonesia  tidak lagi didominasi produk luar negeri dan kita bisa berbangga menjadi pemain dan bukan hanya sekedar mangsa empuk penjualan. Semoga!

Lomba Blog IIMS2015

Referensi : 

1.http://www.indonesianmotorshow.com/
2.http://kumpulan-berita-unik.blogspot.co.id/2014/07/Mobil-Paling-Keren-Buatan-Indonesia.html#ixzz3lf3XV4hV
3.http://binaswadaya.org/bs3/id/mobil-buatan-asli-indonesia/
4. Wikipedia

Infographics dibuat oleh Vita Masli untuk www.vitamasli.com


7 comments:

  1. Replies
    1. Jiaaahh... hahahaha tulisan menjelang deadline ji kasian. Buru2. Mudah2an dak ada typonya.

      Delete
  2. Semoga ke depan kita bisa menguasai pasar, bukan hanya menjadi pasar...

    ReplyDelete
  3. Mantap ces. Coba tulis jg "indonesia negara maritim, kenapa harus impor garam??

    ReplyDelete
  4. Kalau mau bersaing, dukungan untuk pengembangan mobil karya anak bangsa sebaiknya ditingkatkan lagi. Kalau seperti ini terus, bakal jalan di tempat :|

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Boleh banget titip komen tapi gak perlu mencantumkan url blog kamu di badan komen. Cukup isi nama dan url blog kamu di bagian name and url. Otomatis keliatan dan akan saya BW kembali. Sering-sering mampir, ya! A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.

Powered by Blogger.