Masakan Korea Buatan Ahjumma

Ajumma / Ajoomma ( Korea: 아줌마 ) berasal dari kata Korea Ajoomeoni ( Korea: 아주머니 ) , dan adalah kata Korea penghormatan untuk  wanita menikah atau berusia menikah . Meskipun kadang-kadang diterjemahkan " bibi , " tapi tidak benar-benar mengacu pada hubungan keluarga. 

Gara-gara suka nonton drama Korea, saya jadi tahu bahwa ada panggilan Ahjumma untuk wanita menikah atau yang sudah memasuki usia menikah. Ahjumma juga sering dipergunakan sebagai panggilan kepada ibu-ibu yang bekerja di rumah makan atau yang mengurusi makanan kita di rumah. Dan gara-gara Ahjumma pula saya bisa menikmati masakan Korea di rumah saya di Makassar.

Jadi ceritanya, saya memang dari dulu tertarik dengan budaya Korea termasuk masakannya. Jauh-jauh ke Singapore, mentoknya malah di stall masakan Korea gara-gara yang masak ahjumma asli Korea yang menclaimed 'No Pork, No Lard'. Jalan ke Jakarta juga selalu menyempatkan diri nyicip masakan Korea. Ke Bandung malah mangkal di fastfood Korea juga. Memang sih, mungkin rasanya sedikit berbeda dengan di Korea. Sama seperti betapa anehnya rasa Coto Makassar di Jakarta, atau Pisang Ijo khas Makassar di Bandung. Tapi berhubung pengen, yahh pengen aja.. 

Korean Food

Cuma yah gitu deh!
Mencari masakan Korea di Makassar itu tidak gampang. Restaurant cuma 1, Fastfood ayam franchise juga 1. Ahhh.... 저는 자장면을 먹고 싶어 jeoneun jajangmyeoneul meoggo sipeo,saya pengen makan Jajangmyeon. Itu loh.. mie hitam yang biasanya di delivery order di drama-drama atau variety show Korea.

Teman saya waktu itu sempat bilang di Instagram ada tuh yang di jualan masakan Korea di Makassar. Nama akun Instagramnya :  @ahjumma.upg. Dari bionya sih katanya no pork, no lard dan halal. Wih, asik tuh kayaknya. 

Cuma saya sempat khawatir juga, biasanya homemade small industry seperti ini harus di order paling tidak sehari sebelumnya. Ngobrol punya ngobrol via LINE chat, ternyata masakan Ahjumma itu siap pesan dan baru dimasak begitu diorder. Jadi masakan pesanan tiba dalam keadaan freshly cooked pada pemesan. Wah, jadi tambah lapar aja... Apalagi lihat menu yang disediakan lengkap dengan foto-fotonya di Instagram. Selain Jajangmyeon, ada Spicy/Honey  Chicken, Bulgogi, Bibimbap, Tteokbokki. Semua tampak menggiurkan *lap iler*.  Duh, pilih yang mana ya?

Jajangmyeon Dan Spicy Chicken Buatan Ahjumma 


Jjeng..jeng... And here's the moment of truth. Momen pembuktian apakah makanan yang saya pesan ini memang seenak penampakannya di IG. Mmh..let's see mau nyoba yang mana dulu nih? Jajangmyeon atau Spicy Chicken ? Gak perlu mikir lama, mari sikat Jajangmyeonnya.



So, gimana rasa dari Jajangmyeon buatan Ahjumma ini?

Dimulai dari tekstur mienya yang kenyal, tidak basah dan tidak  menggumpal, itu berarti mienya baru dimasak dan masih segar. Saus jajangnya sendiri pekat, terasa manis dan gurih tapi tidak bikin enek. Biasanya Jajangmyeon yang asli diberi potongan daging Babi, tapi karena ini adalah Jajangmyeon halal maka diganti dengan sayuran yang dipotong kotak dan  bawang bombay. Mmmh..yummy!

Korean Food


Sambil mengunyah Jajangmyeon, tangan saya meraih potongan Spicy Chicken dari kotak yang berbeda. It's actually potongan sayap ayam yang di goreng dengan bumbu dan dilumuri saus pedas ala Korea.

Saya pernah mencoba Spicy Chicken ala Korea sebelumnya, tapi ternyata saya lebih suka buatan Ahjumma. Ketika digigit, bagian luarnya crispy tapi daging di dalamnya empuk banget. Rasa saunya perpaduan pedas dan manis. Biasanya kalau di Korea, Spicy Chicken ini  disantap dengan minuman 맥주 (baca : Maegju) atau beer. Tapi kan gak mungkin yaahh. Jadi mari kita menikmatinya dengan air putih saja, lebih sehat! :D

Masakan Korea

Jangan hiraukan tampilannya yang berantakan yah.. Namanya juga kalap!

Sekalap-kalapnya ternyata saya masih menyisakan seperempat porsi Jajangmyeon. Selain porsinya yang lumayan besar, kepala bagian belakang tiba-tiba jadi sakit. Duh, ini berarti entah Jajangmyeon atau Spicy Chickennya yang pake MSG kebanyakan. Maklum, saya sensitif banget dengan pemakaian MSG dalam makanan. Kalau bukan rasa pahit di ujung lidah, bagian belakang kepala (bukan leher loh yah..) pasti sakit. Makanya saya selalu menghindari masakan ber-MSG.

Jadi ketika sang owner nanya-nanya gimana rasa masakannya, dengan jujur apa adanya saya bilang enak, saya suka Spicy Chickennya walaupun Kimchinya kurang asem dan saya gak menghabiskan Jajangmyeonnya karena kepala saya tiba-tiba sakit.


Setelah itu Ahjumma pake minta maaf segala dan siap mengganti Jajangmyeon pesanan saya dengan Tteokbokki tanpa MSG. Ehh???

Tteokbokki, Complimentary Snack Dari Ahjumma  

Sepanjang saya order delivery  atau santap di tempat, biasanya hanya restaurant/eatery atau coffee shop besar yang selalu bersedia mengganti makanan/minuman yang tidak sesuai selera pemesan. Untuk tempat makan kecil atau homemade delivery, pemesan harus siap terima pesanan apa adanya. Suka ya syukur, gak suka ya sudahlah gak usah pesan lagi daripada bete karena komplen tidak ditanggapi.

Makanya saya gak mau komplen, yah cukup jadi catatan aja. Eh gak tahunya, keesokan harinya beneran ada paket Tteokbboki dari Ahjumma menunggu di meja makan. Ahh.. rejeki mahasiswa yang pulang kampus kelaperan emang ada aja. Alhamdulillah ya!

Masakan Korea

Tteokbokki adalah penganan Korea berupa tteok dari tepung beras yang dimasak dalam bumbu gochujang yang pedas dan manis. Pada jaman dinasti Joseon, snack ini disebut sebagai Gungjung Tteokbokki. Pada waktu itu, masakan ini berupa Huintteok (kue beras) yang dimasak dengan kecap asin bersama daging sapi, bagogari, kecambah kacang hijau, peterseli, shiitake, wortel, dan bawang bombay. Rasanya jauh berbeda dari Tteokbokki berbumbu cabai yang dikenal sekarang. 

Sebelumnya saya sudah sempat mencoba Tteokbokki di salah satu food stall Korea di Jakarta, jadi penasaran aja perbedaan rasa dengan buatan Ahjumma. Pada dasarnya Huintteok yang digunakan teksturnya sama saja, kenyal. Selain Huintteok juga ditambahkan Odeng dan irisan daun bawang dan bawang bombay. Bedanya terletak di sausnya. Pada dasarnya Tteokbokki memang tidaklah sepedas warna sausnya yang merah menyala. Rasa manis dan gurih memang lebih menonjol. Sebenarnya enak, cuma entah kenapa saya merasa ada 'rasa' yang hilang dari tteokbokki buatan Ahjumma ini.

Berhubung Tteokbokki ini adalah makanan pelengkap, akhirnya saya merebus mie (tanpa bumbu) dan memasukkannya dalam saus Tteokbokki. Biar lebih pedes sesuai selera saya, tidak lupa saya tambahkan Boncabe. Mmmh... Sedapnyee'...

Ramyun Tteokbokki

Gambar ini diambil setelah makan setengah porsi dan sadar belum di foto. :D 

Kesimpulannya... 

Overall dari tiga menu buatan Ahjumma.upg yaitu Jajangmyeon, Spicy Chicken dan Tteokbokki semuanya enak. Menurut saya sesuai dengan lidah lokal pada umumnya. Menurut ownernya, berhubung disesuaikan dengan selera lidah lokal jadi rasa asin Gochujang (bumbu dasar dihampir semua masakan Korea yang berkuah) ditutupi dengan gula hingga rasanya jadi lebih gurih. 

Ini juga berlaku pada Kimchi yang menurut saya kurang asem dan (lagi-lagi) kurang pedes. Kimchi harusnya difermentasi sekitar paling tidak sebulan dan didinginkan dalam kulkas atau gentong. Lagi-lagi mengikuti selera lidah lokal, Kimchi buatan Ahjumma adalag fresh Kimchi yang berusia hanya beberapa hari. Bisa dimaklumi, karena saya sering mendengar komentar teman-teman yang bilang Kimchi itu asem dan gak enak. 
Well, selera orang beda-beda sih. Untungnya order di Ahjumma bisa di customized sesuai keinginan rasa pemesan. Ownernya enak diajak ngobrol kok, kasi tahu aja apa yang bahan apa yang mau dikurangi atau diganti. Seperti saya maunya gak pake MSG dan Gochujang yang banyak dari standar lidah lokal, Ahjummanya siap-siap aja membuatkan. 

Tentang Harga

Masalah harga, untuk satu porsi dibandrol sekitar 50 ribu sampai 55 ribu. Kemahalan? Bahan bumbu untuk pembuatan masakan semua di import dari Korea, dipilih kehalal-annya dan dibayar pake dollar, jadi cukup beralasan juga sih. Lagian porsinya cukup besar kok, bisa buat berdua. Lumayan kan, bisa patungan. Mudah-mudahan kalau dollarnya turun, harganya bisa ikutan turun juga, yes? 

Saya sih lain kali mau order lagi. Good taste  with good service, yang seperti ini bisa bikin pelanggan kembali. Setuju? 

12 comments:

  1. Harga pasti sebanding sama kualitas yah, duh berasa ikutan lumer di mulut :D

    ReplyDelete
  2. Aihh.. ngiler lihat jajangmyeonnyaaah.. jadi pemesanannya hanya untuk wilayah Makassar dong? Sebenarnya tadi mataku sudah berbinar-binar mau memesan..kalau pesan jajangmyeon ke Kendari bisa ndak yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahha dak enak mi rasanya kalo sampe Kendari. Padahal ini beda loh rasanya sama yang Jajangmyeon instant.

      Delete
  3. wahh kenapa baru tau pas sudah gak dimakassar, hiks
    pengen jajamyeon juga ,.
    mmg kalau nonotn drama korea fokus ke makananya juga
    trus cara mereka makan juga sedap skali diliat haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu miii....kenapa sebaiknya jangan nonton drama pas tengah malam hahahaha.. Etapi kata Ahjummanya kalo ada rejeki dia mau buka resto di Makassar. Bisa jako coba ki itu.

      Delete
  4. Hmmm padahal selera orang Makassar itu asem/kecut nan pedas ^^ harusnya kimchinya asem juga ya ^^ Huwaaaa mau coba jajanmyeon-nya tapi kudu rekues gak pake msg nih, soalnya sama kalo kebanyakan msg pasti kepalaku sakit >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena asem ta beda dengan asemnya orang Korea. Pedesnya juga. Kalo pedes Indonesia itu terasa di lidah, menurutku pedas Korea banyak dari merica jadi terasa di telinga. Hehehe..

      Delete
  5. ngiler liatnya~~ jadi laperrr~~~ pasti enak-enak semua ya itu? :D

    ReplyDelete
  6. Belum pernah nyobain masakan korea,
    jadi pengen nyicip :)

    ReplyDelete
  7. Waduhh, pas banget nii, lagi nyari2 resto korea yg bisa delivery di Makassar, beruntung bnget ketemu post ini, berhubung saya ga punya insta boleh laa minta line nya yaa? Klo ngga kirim ke email pun jadi shinharin655@yahoo.com

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Boleh banget titip komen tapi gak perlu mencantumkan url blog kamu di badan komen. Cukup isi nama dan url blog kamu di bagian name and url. Otomatis keliatan dan akan saya BW kembali. Sering-sering mampir, ya! A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.

Powered by Blogger.