Buanglah Sampah (Perasaan) Pada Tempatnya


Disclaimer : 

Ditulis setelah habis nyampah di status tentang keselnya jawaban ujian final statistik yang tidak lengkap dan mengumumkan ketidakmenangan (bukan kalah yah..hehehe) dalam satu ajang lomba dan teringat Trash oppa di Reply 1994


Ini bukan jargon atau postingan yang berbayar dari Dinas Kebersihan Pemerintah, yah. Walaupun saya gak nolak sih kalo memang mau di endorse. (Tapi bayarnya pake tempat sampah ya, mba.. | Aah ya sudahlah lupakan). 


Tapi emang bener bahwa sampah itu memang harus dibuang pada tempatnya. Kalo gak, bisa menyebabkan penyakit, bisa menyumbat saluran air, terus bisa apa lagi anak-anak?  (Hehehe... sok jadi bu guru). Yaaah bisa bikin penampilan kamu yang keren jadi turun derajat, because it's so cheap when you driving a nice car or hold a flagship smartphone and littering. 

Pernah gak melihat sebuah mobil di jalan dan.. tuing..! Dari balik jendelanya terlontar bekas bungkusan, kulit buah, botol minuman atau kresek entah berisi apa. Mobil keluaran gak lebih dri 5 tahun rata-rata harganya diatas 100-an juta OTR kan ya? Masa sih punya duit segitu gak bsa beli tempat sampah? Aku kan sedih liatnya *siapin tissue*. Mampu beli mobil kok yah gak mampu beli tempat sampah.. Muraah lohh tempat sampah mobil itu. 30rb juga ada, kali..


tempat sampah mobil cute
Lucu Lucu Gak Sih Tempat Sampah Mobilnya? 

Atau mungkin karena duitnya habis dipake beli (atau cicil) mobil kali, yah? Beli Pertamax (ah jangan2 premium), bayar ongkos servis berkala dan perintilannya, iya sih memang mahal. But... should we give an excuse for that?

Buanglah Sampah (Perasaan) Pada Tempatnya 

Nah kalo yang ini lain lagi. Ini terinspirasi dari satu tugas mata kuliah di kampus. We often read people posting about how they feel, mostly yang ganggu banget itu yg galau dan sedihnya kek dunia mau kiamat aja. Ada juga komentar-komentar yang menggambarkan seluruh isi kebun binatang dalam berbagai bahasa ditambah betapa seseorang merasa lebih pintar dibanding yang lain. Berita atau informasi yang belum tentu akurat datanya  yg dishare karena judul tanpa membaca isi. Sindir menyindir status lalu cekikan ngomongin orang di kolom comment dengan yg lain, atau pasang status/komentar sinis. Pernah melakukannya ? 

Well, I did, several times.

Dari pengamatan random saya, orang sekarang lebih gampang curhat apa aja di media sosial. Senang, sedih, ngantuk, baru bangun tidur, gagal lomba, menang kontes, apalah ini lah itu lah, semua dengan gampangnya dilempar ke media sosial. Paling parah dari semua menurut saya adalah ketika dimana seseorang lagi emosi lalu dia meraih gadgetnya dan mulai berkicau di media sosial menumpahkan semua amarah dan kesedihannya seakan yg membuatnya merasakan hal itu akan membaca dan peduli. You think? 

Those negative status akan dibaca sekian ratus atau bahkan ribuan orang yang ada didalam lingkaran pertemanan media sosial kita. Hanya untuk satu orang, yang bisa jadi membaca lalu tidak peduli atau malah sama sekali tidak membaca dan tetap tidak peduli. Lebih nyelimet lagi adalah ketika yang merasa malah bukan orang yang dituju. Lalu apa gunanya, coba?

Beberapa hal menarik yang juga seringkali dilakukan orang di media sosial adalah reshare berita/info gak jelas dan berbalas komen-komen pedas sampai sindiran yang entah kapan selesainya. Belum lagi tanpa sadar some of us sering update status pamer. Ok, kadang atas nama 'kebahagiaan" atau memberi motivasi tapi mungkin ada setitik ingin dipuji muncul di hati. Mungkin yah.. Sometimes some people are too impulsive to post such a thing.

Those are things which i categorized as 'sampah perasaan' yang dibuang tidak pada tempatnya karena gak dipikir dulu benar tidaknya atau tepat tidaknya kita melakukan hal itu. Dan seperti juga sampah di dunia nyata yg dibuang sembarangan, sampah perasaan ini akan memberi penyakit (hati), menyumbat saluran rejeki (mungkin juga jodoh-kata teman saya), dan membuat seseorang tidak kelihatan cantik/ganteng apalagi smart. Salah satu contohnya seperti ini : 


Katanya sih Begitu.. 

Ada yang merasa tertampar? Toss dulu lah.. *biar gak malu malu amat* 

Saya setuju those uneasy feelings should be thrown away but i don't think it has to be thrown on social media. Sama seperti sampah yang dibuang di dunia nyata, mungkin saat itu kita bisa terlepas dri sampah tersebut, tapi mengotori space orang lain. Ganggu, bikin penyakit, salah satu indikator penyebab banjir, Xo ditolak, Xa diterima (eh.. yah maaf, baru aja selesai final Statistik)

Mari buang sampah (perasaan) pada tempatnya agar tidak merugikan diri sendiri dan siapa saja. Oiya, semoga tulisan ini tidak termasuk sampah perasaan. Jadi, buang sampah perasaan dimana kita? 


#toyordirisendiri 
#okdone

20 comments:

  1. Sekarang lebih suka buang ke blog. Kan lumayan bisa nambah stok tulisan dan view. Eh, nambah duit juga dari adsense. Hehehe

    ReplyDelete
  2. Saya juga kadang sebel iatin orang dengan entengnya curhat gak jelas di medsos, pengen di tegur entar marah, gak di tegur entar malah menjadi-jadi, pokoknya susah deh

    ReplyDelete
  3. Tempat sampahnya cakep2. Keren nih artikel, biar ga gampang baper :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Ahliah.. ehiya bener, apa org jaman sekarang baperan ya?

      Delete
  4. Hahahaha selow mbak. Karena semua sampah masih bisa bermanfaat kalau masih bisa didaur ulang. Apalagi buat yang punya blog. Kalo lagi kesel ya bikin aja cerpen or anything. ENtah kata-kata motivasi atau peringatan. Jatohnya bukan kesel lagi, tapi inspirasi buat orang lain yang baca :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaahh nyante aja mbaknya.. ini juga jadinya postingan kan? *wink*

      Delete
  5. Btw..ada yang jual tempah sampah (perasaan) gak mbak? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tempat sampah perasaan yang bisa dijadikan sandaran tangisan,barangkali? Hihihihi

      Delete
  6. Ahahaha bukan dinas sosial itu bikin ngakak 😀

    ReplyDelete
  7. Setuju untuk berhati-hari di medsos

    ReplyDelete
  8. kadang suka baperan, tapi iya sih jangan sampai disimpen dalam hati, trus numpuk jadi sampaahhh..

    ReplyDelete
  9. Saya pribadi suka unfollow, klo level curhatannya g bisa ditolerir lagi, haha

    ReplyDelete
  10. Saya setujuh tuh mba, klo mau curhat mending curhat ke tuhan aja..

    ReplyDelete
  11. Hihi setuju bgt utk buang sampah (perasaan) pd tempatny. Kdg suka jengah jg kl bc status2 yg curhat macem2 mgk mksdny dtujukn k 1 org tp seisi medsos jd tau.

    ReplyDelete
  12. Ngomongin orang yang suka buang sampah dari kaca jendela mobil memang nyebelin. Mana mobilnya keluaran baru. Masak mampu beli mobil gak mampu beli tempat sampah :(

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Boleh banget titip komen tapi gak perlu mencantumkan url blog kamu di badan komen. Cukup isi nama dan url blog kamu di bagian name and url. Otomatis keliatan dan akan saya BW kembali. Sering-sering mampir, ya! A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.

Powered by Blogger.