Begini Caranya Agar Tetap Ceria di Tanggal Tua


Setiap orang punya masa tanggal tua nya masing-masing. Oh ok, mungkin tidak semua. Paling tidak untuk orang-orang yang harus bertanggung jawab dengan kelangsungan hidupnya sendiri. Termasuk saya.

Mungkin untuk sebagian besar orang tanggal tua hanya dirasakan beberapa hari sebelum gajian. Abis itu bisa bernafas lega lagi. Lalu gimana kalo gak gajian juga? Tanggal tua bisa jadi berterusan hingga berbulan tua dong. Ini kejadian pada saya beberapa tahun lalu. Begini ceritanya...


Ketika pengumuman itu datang saya bersujud syukur. Alhamdulillah, lulus sebagai salah satu dari 300an CPNS lain dari sekian puluh ribu orang yang ikut test nasional sangat luar biasa. Saya berhasil mematahkan pemeo "mau jadi PNS? Bayar!" Sorry, not for me.

Sayangnya euphoria itu berangsur pudar ketika kabar yang ditunggu mengenai kapan secara resmi saya bertugas tak kunjung datang. "Biasanya sih bulan April,"kata salah seorang teman yang sudah duluan jadi PNS di kementerian yang sama. 

Apaaa? *jreng jreng* 

Bulan April? Waktu itu masih bulan Desember. Berarti ada 4 bulan lagi. Sementara itu saya sudah resign duluan dari kantor sebelumnya karena mengira bulan Januari sudah resmi bertugas di tempat baru. Waduh,  gimana ini!

Di rekening bank memang masih ada gaji bulan terakhir lengkap dengan bonus akhir tahunnya. Tapi itu tidak bertahan lama karena bonusnya sudah saya beliin gadget apple ke gigit. Tabungan yang ada hanya tersisa sedikit karena sebelumnya sudah pesan tiket liburan ke Bali-Lombok lengkap akomodasi. Rencananya saya pengen liburan sebelum ngantor lagi menghilangkan stress. Eh ternyata malah stress duluan.

And to make it even worse meski sempat bergembira karena panggilan bertugas di majukan sebulan ke bulan Maret, ternyata saya baru gajian setelah 8 bulan kemudian. Itupun tanpa uang makan dan uang operasional lainnya. Alasannya karena dana dari pusat belum cair. Bener-bener pengen nangis.

Tanggal Tua : "Kita Mulai dari Nol, yah..." 


Ada dua hal yang membuat saya 'bertahan hidup' di tanggal tua yang berkepanjangan itu adalah dukungan orang tua dan kerjaan freelance saya. Dukungan orangtua di sini bukan dalam bentuk uang yah. Saya merasa malu menerima 'uang saku' lagi setelah bertahun-tahun punya penghasilan sendiri. Masih tinggal di rumah orang tua merupakan berkah tersendiri buat saya. Selain gak perlu memikirkan sewa tempat tinggal, saya masih bisa makan gratis 3 kali sehari. Itu sudah alhamdulillah banget. Sisanya saya harus bertahan hidup dengan usaha saya sendiri. 

Untungnya sambil kerja kantoran saya gak pernah lepasin kerja freelance saya sebagai penyiar radio. Setiap minggu saya dapat jatah siaran 3 jam setiap Sabtu dan Minggu. Tentu saja, bayaran penyiar radio freelance itu gak  segede gaji saya di provider telco dulu. Yah.. sekitar 1/3 nya gitu deh. Dengan begitu saya harus pintar-pintar mengatur keuangan agar tetap ceria di tanggal tua. Begini caranya : 

1. Revisi Gaya Hidup 


Gaya hidup yang dulunya gampang aja kalau pengen beli baju, sepatu, buku, nongkrong di sini, ngopi di situ saat itu terpaksa direvisi. Tidak ada sepatu dan baju baru kali ini. Saya jadi lebih rajin mengubek-ubek isi gudang untuk mencari sepatu yang pernah saya  beli. Isi lemari saya rapikan untuk menginventarisasi model dan warna yang saya punya. Buku-buku yang tertumpuk di ruang baca saya kumpulkan dan dicatat layaknya pustakawan. 

Menakjubkan! Selain jadi tahu ternyata saya kerap membeli dan jarang menggunakan, aktivitas membongkar gudang, lemari pakaian dan ruang baca membuat saya jadi lebih sehat. Keringatan bo! See.. biaya fitness dan yoga di klub kebugaran pun bisa dicoret dari daftar pengeluaran. Bukti selalu ada sisi baik dari semua hal. 

2. Membiasakan Diri dengan Hiburan Gratis   


Jika biasanya setiap minggu nonton di bioskop, saat tanggal tua kebiasaan ini otomatis dicoret. Saya jadi lebih selektif menentukan film mana yang perlu ditunggu aja tayang di TV kabel, mana yang perlu di download gratisan dan mana yang perlu dipinjam DVDnya. 

Untuk biaya internet bisa dipangkas dengan beli simcard paket data yang bentar lagi expired. Selain membantu penjualan provider, kamu juga bisa punya paket data dengan harga murah. Di beberapa kota sudah tersedia beberapa wifi corner, ruang publik di mana masyarakat umum bisa mengakses internet.

Tidak lupa manfaatkan waktu yang ada di kantor untuk mendownload file yang besar hiburan di akhir pekan. Gak apa-apa nongkrong lebih lama di kantor. Selain kelihatan berdedikasi tinggi  'fakir wifi'nya tidak gampang terdeteksi. Praktis kan?

3. Jalan Kaki Itu Sehat 


Ketika taksi sudah tidak bisa dijadikan prioritas transportasi utama, di tanggal tua yang berkepanjangan saya terpaksa naik angkot. Namun ada kalanya jalur angkot tidak selalu sejalan dengan tujuan. Akibatnya diperlukan lagi nyambung pake becak atau bentor. Kalau jaraknya jauh dan harus nyambung beberapa kali seperti itu saya tetap memilih naik taksi. Bela-belain, gak apa-apa daripada repot. Tapi kalau jarak dari jalur angkot ke tujuan saya hanya sekitar 300 sampe 500 meter, mending saya jalan kaki. Selain hemat, jalan kaki itu sehat. *Padahal sih ..... * 

4. Bawa Bekal dari Rumah 

Makan di luar itu butuh uang gak sedikit dan belum tentu porsi dan kehigenisannya sesuai standar kita. Kreasikan apa yang ada di kulkas. Kalaupun malas masak, bertandang saja ke rumah kakak. Bungkus makanan dan minuman yang tersedia. Lumayan buat bekal makan siang. 

5. Gunakan Promosi Diskon 

Ada banyak macam promosi diskon. Kadang-kadang barang diskon itu ada yang dinaikin dulu harganya baru didiskon atau barangnya bentar lagi kaduluarsa. Tapi jika kita jeli dan dengan sedikit keberuntungan kita bisa menemukan barang-barang diskonan yang diperlukan. 

Saya sering memanfaatkan promosi kartu kredit yang sering memberi diskon di tempat-tempat tertentu. Walaupun begitu saya tetap harus sadar diri dan membayar tagihan full agar gak kena bunga berbunga. Lumayan, sesekali saya masih bisa nongkrong dan makan enak sambil ngopi-ngopi. Jadi gak berasa sengsara-sengsara banget kan? 

Tetap Ceria di Tanggal Tua 

Meski sekarang masa-masa suram itu telah berlalu, tetap saja saya gak mau hal itu terulang lagi. Amit amit.. ya Allah 8 bulan gak gajian. Makanya belajar dari pengalaman ini dia tips agar tidak terkena syndrome Tanggal Tua ala Vita Masli. 





Nah, jadi sekarang sudah tahu kan caranya agar tetap ceria di tanggal tua? Selamat tinggal masa suram tanggal tua.  Tetap ceria dan merdeka!!! 


7 comments:

  1. Bener banget tipsnya mbak, jangan foya2 di tanggal muda, nanti tanggal tua jadi sengsara heuuheuuuehee
    Pokoknya jadilahsepertibudi deh, banyak diskon di MMall bisa dijadikan alternatif menyiasati mimpi buruk tgl tua

    ReplyDelete
  2. Kayakny sindrom tanggal tua tidak berlaku bagi saya yg tinggal di pedalaman, soalnya gak ada bioskop, gak ada tempat nongkrong, mall pun gak ada, jadi belanja pun tetap ke pasar tradisional. Dan untungnya bisa tahan diri buat belanja onlen, hehe

    ReplyDelete
  3. maturtengkyuuuu tipsnya sistaaa,,,worted bgt buat survive ditanggal tua
    salamkenal yaaaa,,,dari saya :)

    ReplyDelete
  4. Bawa bekal! Itu aku banget hehehe.
    Good luck buat lombanya :D

    ReplyDelete
  5. Tanggal tua emang semakin melanda, bahkan PNS pun bisa mengalaminya. Tapi gapapa deh kalau ada promo TTS alias tanggal tua surpise di mataharimall.com, kan diskonya gede banget :-)

    ReplyDelete
  6. Mau foya-foya boleh, kok. Asalkan pas menjelang tanggal gajian aja :)

    ReplyDelete
  7. susah emang ceria di tanggal tua hehe

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Boleh banget titip komen tapi gak perlu mencantumkan url blog kamu di badan komen. Cukup isi nama dan url blog kamu di bagian name and url. Otomatis keliatan dan akan saya BW kembali. Sering-sering mampir, ya! A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.

Powered by Blogger.