Sulit atau Mudah Mengurus Visa Korea ?

Jadi finally akhirnya saya memberanikan diri mewujudkan salah satu keinginan yang sudah lama terpendam : traveling ke Korea (Selatan tentu saja, belum ada niat ke Utara). Kenapa saya bilang 'memberanikan' diri? Karena sejak 2012 selalu ada aja yang jadi bahan pertimbangan. Mulai dari masalah waktu, kesempatan, dana umum (eh!) sampai VISA. Iyes... Visa perjalanan yah gaes, bukan Visa kartu kredit loh. 

Dari banyak kisah-kisah perjalanan para traveler yang saya baca dan dengar gak semua yang nge-apply itu bisa melengang cantik seperti Taeyon SNSD dengan visa tertempel di passport. Ada yang bilang passportnya gak boleh kosong lah, minimal harus ada dua cap negara lain.  Ada yang ngasih tahu 'harus sekian puluh juta di rekening, gak boleh kurang' lah.  Kudu punya tiket pulang pergi yang sudah diissued lah. Macam-macam pokoknya. 

Duh ya kok ribet banget gitu loh! Padahal orang Korea aja masuk ke Indonesia cuma kena visa on arrival doang. Apalagi katanya setelah makin booming orang-orang Indonesia ke Korea untuk traveling, approval visa Korea itu hanya Tuhan dan orang kedutaan aja yang tahu. Halah! 

Sulit atau Mudah Mengurus Visa Korea ? 

Berhubung ini perjalanan pertama saya ke negeri yang mengharuskan adanya visa kunjungan, gak mau dong kalau sampai gagal. Mulailah saya mengecek persyaratan pengajuan visa kunjungan wisata Korea Selatan di website resmi kedubes Korea Selatan


Persyaratan Visa Kunjungan Wisata Korea Selatan 

Apa aja sih persyaratannya? Ternyata permintaannya gak banyak kok. Gak pake bubur merah bubur putih segala. Cukup ini aja  : 


Paspor Asli dan Fotokopi Paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi) 

Belum punya paspor? Ya bikinlah! Gak perlu khawatir kalau belum pernah ke mana-mana. Partner perjalanan saya paspor nya masih fresh dari imigrasi, lolos juga kok. Jangan kayak gue kemakan kata-kata traveler kondang, jadinya gue traveling dulu ke Malaysia dan Singapore. Demi apaaaa?? Demi memenuhi persyaratan 'visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi'. Hahaha.. Tapi gak apa-apa, Sekalian 'nenangga' juga sih.. 

Formulir Aplikasi Visa (dengan satu lembar foto yang ditempel pada kolom foto)

Diisi yang baik dan benar. Meski pada dasarnya formulir aplikasi visa ini dalam huruf hangul, tapi tenang aja, ada bahasa Inggrisnya kok di bagian bawah. Lengkapi dengan foto terbaru berlatar belakang putih atau paling lama 6 bulan sebelumnya. Pokoknya penampakan kamu yang sekarang gak jauh beda lah sama yang di foto. 



Oiya, ini pas foto yah bukan foto alay, hahahaha! Ukuran 4x6 aja, gak usah ukuran poster, Kalau bingung, foto di studio foto aja dan bilangin foto ini buat visa. Mereka sudah ngerti kok. Jangan lupa, ini foto kamu yahh, bukan foto bias kamu apalagi mantan. 

Kartu Keluarga atau Dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan

Ya kale ternyata kamu sekeluarga dengan Park Bo Gum. Difoto kopi aja selembar. Panjang ntar urusan kalau ngasih yang aslinya. Bisa-bisa kamu malah dicoret dari kartu keluarga yang baru sama bapak kamu. 

Surat Keterangan Kerja dan Fotokopi SIUP Tempat Bekerja

Manis-manisin deh bagian SDM, hahaha! Surat ini menurut saya cukup sakti untuk menghapus kecurigaan kalau kita datang ke Korea untuk bekerja. Di dalam surat berkop nama tempat bekerja itu disebutkan berapa lama akan berada di Korea, untuk tujuan apa ke sana sekaligus bahwa yang bertanda tangan di surat itu menjamin kamu gak bakal nyari kerja di sana dan pulang begitu liburan selesai. 

Untuk yang pegawai negeri sipil gak perlu pake SIUP dong yaa... Kalau saya, cuma masukin surat keterangan kerja, surat rekomendasi dari atasan dan kartu pegawai aja. 

Surat Keterangan Mahasiswa/Pelajar, bagi yang masih bersekolah

Isi suratnya kurang lebih sama cuma yang tanda tangan itu Dekan atau ketua jurusan tempat kamu kuliah. Lampirkan surat keterangan mahasiswa dan surat persetujuan dari orangtua. 

Fotokopi Bukti Keuangan:
    * Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21) 
    * Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank 

SPT tahunan bisa diambil di bagian keuangan kantor kamu. Waktu saya lagi ngurus visa pas banget sama lembaran SPT PPH-21 dibagiin di kantor. Jadi aman. Tinggal di kopi aja. Lain cerita dengan rekening koran tabungan. Karena agak khawatir juga dengan 'katanya.. harus sekian puluh juta' itu, akhirnya saya memasukkan dua rekening koran dari dua account tabungan yang saya punya. Sebenarnya pengen masukin tiga rekening lainnya lagi sih, cuma ntar ketahuan kalau saya dapat job paid review atau buzzer fee dari perusahaan bapaknya Park Hyung Sik (hadeeuhh!). 

Surat referensi banknya cukup satu aja. Mahal bo soalnya! Surat referensi bank yang saya masukkan itu dari rekening gaji saya di BRI. Biayanya Rp.150rb sudah termasuk rekening koran. Awalnya ngantri di CS, tapi ternyata kalau di BRI ada bagian khusus di back office yang ngurusin dokumen seperti ini. Cukup bilang aja surat referensinya buat ngurus visa ke negara mana. 15 menitan sudah jadi kok. Lebih lama nunggunya sih menurut saya.. hehehe.. 

Oiya biaya surat referensi dan rekening koran tiap bank itu beda-beda. Silahkan cek di bank masing-masing ya!

Dimana Mengurus Visa Korea ?


Di kedutaan besar Korea Selatan yang berlokasi di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 57 Jakarta, tentu saja. Gimana kalau tinggal di Jakarta atau gak ada waktu ke Kedubes? Santai.. , pake travel agen saja. Kayak saya nih, karena berdomisili di Makassar kok ya rasanya ribet ama mesti ke Jakarta dulu. Makanya saya lebih memilih mengurus visa Korea lewat travel agen saja. Tentunya cari travel agen yang terpercaya. 

Sempat baca di website KTO sebenarnya ada 16 travel agen yang bekerja sama dengan mereka untuk mengakomodir pelancong yang gak sempat ke kedubes. Diantara 16 itu ada dua yang punya cabang di Makassar. Datanglah saya ke travel agen A. Officernya menetapkan minimal 30 juta di rekening. Duh! Kurang dari itu 'dengan berat hati kami tidak bisa membantu menguruskan', demikian katanya. Ke travel agen B malah lebih parah, harus 40 juta! Katanya 'ke Australia aja harus 50 juta, mbak', Ya sudah kalo gitu nambah 10 juta mending sekalian saya ke Australia aja, yes? 

Nanya ama teman di kantor, ternyata bisa kok mengurus visa Korea lewat travel agen meski di isi rekening kita gak sebanyak itu. Cuma waktu itu dia berangkat rame-rame dengan teman-temannya yang pengusaha kaya raya, jadi masuk visa grup gitu. Entah gak ada hubungannya atau memang ada, visa nya diapproved kok. 

Akhirnya nanya ke teman sekota yang sudah tiga kali ke Korea. Dia merekomendasikan Panorama Tours. Memang biaya visa nya lumayan mahal, Rp.700rb dengan perincian biaya resmi apply visa 544rb+ongkos kirim dokumen+pajak+fee travel. Tapi gak apa-apa, daripada saya ke Jakarta yang mana tiket pesawat pp aja sudah 1,3 juta, ya kan? Officernya juga gak banyak cingcong nanyain jumlah rekening dan helpful banget. Pihak travel agen cuma minta beberapa dokumen yang tidak disebut di website sebagai pelengkap. Soalnya memang dokumen yang telah dilampirkan jika dianggap masih belum lengkap oleh konsul maka pihak Kedubes Korea berhak untuk meminta tambahan dokumen. Dokumen apa saja kah itu?

Dokumen (tambahan) yang diperlukan untuk Visa Korea 

1. Fotokopi NPWP 

Sebagai warga negara taat pajak kartu NPWP sudah punya kan? Saya gak begitu ngerti ya kalau yang belum bekerja atau yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Setahu saya, buibu itu bisa nebeng di NPWP suami deh. 

2. Fotokopi KTP 

Nah yang ini buibu gak bisa nebeng suami ya! Hahaha.. Kecuali kalau belum berusia 17 tahun yang tentunya gak punya KTP, itu bisa pake kartu keluarga dan surat pernyataan dari orangtua. 

3. Fotokopi Akte Lahir 

Untuk memastikan nama kamu sama dengan di paspor dan kartu keluarga. Kalau pernah ganti nama lengkapi dengan surat resmi pendukungnya. 

4. Slip Gaji Terakhir

Ini bagi yang bekerja tentu saja. Sementara ibu rumah tangga dan yang masih belum memiliki pekerjaan/penghasilan harus melampirkan bukti keuangan suami atau keluarga (orang tua atau saudara yang menjadi sponsor). Oiya kalau kamu pengusaha yang ingin mengajak serta asisten rumah tangga, harus melampirkan surat sponsor dari employernya (surat keterangan kerja, kartu keluarga, bukti keuangan tidak perlu dilampirkan). Ini untuk menghindari human trafficking

5. Bukti Booking Hotel/Hostel/Penginapan 

Saya memasukkan bukti booking dari sebuah situs pemesanan hotel/hostel yang sudah terpercaya dengan jaminan uang kembali jika pemesanan batal dua minggu sebelumnya. Ini penting karena kalau visa ditolak, gak ada cerita uang penginapan hangus. Tinggal dicancel aja bookingannya.


e-voucher bookingan kamar yang diprint 


Cukup simple kan ya? *lalu nyanyi Mr. Simple* Gak perlu itinerary dan kode booking tiket segala. Kedubes Korea gak sejahat itu mengharus kita beli tiket sampai issued tiket segala, kok. Itulah mengapa gaji dan saldo di rekening diperlukan, just in case, di sana perlu beli tiket pesawat pulang atau memastikan  kita gak terlunta-lunta disana karena gak punya cukup uang untuk menyewa kamar. Ya masa ngemper di Gangnam sih.. kan gak mungkin juga * lalu gelar tikar di depan gedung SMent di Apgujong* 

So, What's Next? 


Dokumen semuanya dikirim oleh pihak travel agen di hari Senin sore dan diterima Selasa sore di kedubes Korea. Rabu pagi saya ngecek di website www.visa.go.kr , statusnya sudah received. Menurut informasi di website lama proses pembuatan visa itu minimal 6 hari kerja, dihitung satu hari setelah hari penyerahan dokumen. Proses bisa lebih dari 6 hari kerja jika dokumen dianggap belum lengkap dan interview jika dibutuhkan. Alhamdulillah hari Selasa sore status dokumen berubah menjadi approved. Itu berarti cuma 4 hari kerja aja. Hari Jumat sore, paspor yang sudah bertempelkan visa Korea saya sudah nyampe di travel agent. Azza!! 


Kenapa Permohonan Visa Korea Ditolak ? 

Nah ini dia yang sering dipertanyakan. Alasannya sih memang tidak pernah diungkap nyata setajam silet oleh pihak kedubes. Kata kebanyakan orang jawabannya hanya Tuhan dan officer kedubes Korea aja yang tahu. Jadi saya coba menganalisis nya sesuai pengalaman dari orang-orang terdahulu  aja, yah (duhh.. emangnya sub bab II : Penelitian Terdahulu yang Relevan ). 

1. Status Pekerjaan 

Meski bisa aja kamu buat kop surat sendiri, tapi kan ada SIUP yang bisa dicek. Pekerjaan menjadi hal penting karena untuk menutup kemungkinan orang mempergunakan visa kunjungan wisatawan sebagai kedok untuk bekerja dan menetap di Korea. Duh yaa takut bener sih.. Indonesia dong, tenaga kerja ilegal banyak banget dan gak pusing soal itu. *rolling eyes* 

Beberapa orang menganggap kalau sudah PNS atau kerja di perusahaan ternama bisa jadi jaminan mutu visa diapproved. Bisa ya, bisa juga enggak. Karena pengalaman para klien dari teman yang punya grup travel sendiri,  ada yang visa nya ditolak  padahal sudah PNS bahkan karyawan bank ternama. 

2. Transfer Dana Tiba-Tiba dalam Jumlah Besar di Rekening

Biasanya karena  takut visa nya gak diapprove gara-gara dana di rekening, beberapa orang memutuskan untuk mentransfer atau menyetor sejumlah besar dana hanya untuk saldo akhirnya sekian puluh juta. Setelah rekening koran dicetak, dana tersebut ditransfer kembali. Makanya untuk menghindari hal ini, saya siapin dua rekening koran dari rekening gaji dan tabungan. Jadi bisa kelihatan tiap bulan pemasukan pengeluarannya lancar dan gak ada dana siluman. Kalaupun kamu cuma punya satu rekening dan biasanya terima transferan dalam jumlah banyak, yah gak masalah sih. Partner traveling saya hanya masukin satu rekening koran dari rekening gajinya, ternyata diapprove juga. Menurut saya asalkan flownya lancar gak ada pemasukan yang mencurigakan, insya Allah aman-aman aja. 

3. Emang gak Jodoh Aja! 

Hahahaha... ini sih becandaan saya ama teman-teman aja. Ya abis gimana kalau dokumen sudah lengkap dan meyakinkan, sudah berusaha dan berdoa terus gak approve? Masalah traveling itu kan masalah rejeki dari Allah juga. Kadang ada dana, gak waktu. Bisa jadi ada waktu eh tapi dana gak cukup even itu buat beli tiket promo. Ada tiket promo tapi kamu gak kebagian. Begitu ada dana, ada waktu, dapat tiket murah eh ternyata kamu ditipu (hahahaha, asli ini mah apes!). Visa approve atau ditolak pun juga termasuk di dalamnya. 

Maka saya sebagai orang yang alhamdulillah visa nya sudah diapprove hanya bisa mendoakan semoga yang pengen traveling ke negara mana aja yang membutuhkan visa bisa lancar dalam pengurusan dan diapproved. Mudah-mudahan sih besok-besok makin banyak negara yang bisa menerima paspor hijau kita tanpa perlu embel-embel visa nempel di dalamnya. Supaya kita bisa semudah warga negara lain yang masuk ke Indonesia dan cuma bayar visa on approval aja. Semoga!

Kamu punya pengalaman seputar pengurusan visa (approved atau ditolak) negara apa aja? Share di kolom komentar ya! 

You Might Also Like

28 comments

  1. Wuihhh... informatif kak Vita.
    Pengen jg ngurus visa korsel, ya kali saja kesana tiba2 ktmu sm bo gum atau gong yo hihihi...
    Tp nabung dlu buat dana travelingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nabung dulu aja Nu. Visa single berlaku 90 hari kok. Nnti kalau sudah approved baru beli tiket pesawatnya.

      Delete
  2. Sis Vitaaa.... finally! Good luck for your SK Trip! Setelah rajin baca postingan mba Vita ttg Daehan, Kdrama, kyknya emang tinggal kurang report tripnya aja nih
    Congrast for Visa approval, waktu itu aku susah ijin kerja jd urus pake travel agent and my SK trip was amazing! Jangan lupa jalan2 ke Songdo Central Park ya sis, jalan2 di taman yg juga jadi tempat main Daehan rasanya itu sweet banget

    ReplyDelete
  3. Jadi pengen ngurus visa ke Korea hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau gak berangkat ya percuma atuh, hehehehe

      Delete
  4. bagus banget postingannya kak.

    kalo kita perginya dibiayai sama kampus, bukti keuangan apa yang perlu dilampirkan? apa fotocopy rekening koran masih diperlukan, soalnya saldo sya isinya tak mencukupi begitu juga dengn saldo orang tua.
    terus kk booking pesawatny dimana? mohon bantuannya.
    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibiayai sama kampus maksudnya semacam Study Banding gitu apa gimana? Surat rekomendasi dari kampus perlu disertakan, jadi jelas ke sananya itu untuk kegiatan apa dan siapa penanggung jawabnya. Di kampus aku dulu sih gitu.

      Delete
  5. Keren...kl rejeki emang ga kemana ya? Jd pengen cpt ksana deh, kasian donghae oppa udh nungguin lama, malarindu tropikangen katanya

    ReplyDelete
  6. kemarin yaaa aku jg deg deg an mba bikin visa korsel ini krn baca kok banyak yg ditolak visanya... tapi aku usahain utk dokumen semua lengkap, dan berharap krn aku ada visa Schengen dan visa jepang, jd moga2 bisa diapprove :D.. dan alhamdulillah di approved semua visaku dan keluarga..

    eh tapi yg siup, aku udh tanya ke kedutaannya, itu sbnrnya hanya utk yg wiraswasta... kalo kyk aku, karyawan di bank asing, itu ga usah... ato kerja di perusahaan yg udh lumayan besar dan punya nama, mereka juga ga bakal minta.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener.. kalau perusahaan besar gak usah pake SIUP.

      Delete
  7. Vita. Kalo rek Koran sma nama spt tidak sama bisa ndk

    ReplyDelete
  8. Hi vita,kalo saldo dlm lbh dari ckup,tpi rek koran yg 2bln saja aktif apa kira" bisa yea

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dicoba aja kak. You'll never know until you try :)

      Delete
  9. Kak vita tolong dong info ny..ni sya bru aj di tolak minta aply visa korsel di malaysia..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa harus apply visa korsel di Malaysia? *itu persoalan baru, hahahaha*

      Delete
  10. ka mau tanya. siup memang dan harus disertakan tidak ya? saya kurang yakin itu diberikan secara gampang ke karyawan. surat itu sifatnya confidential tdk ya? thks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kamu kerja di perusahaan gede sih kayaknya gak perlu SIUP. Coba Tanya dulu kantor kamu, boleh apa enggak. Aku soalnya kerja di pemerintahan jadi gak perlu SIUP.

      Delete
  11. Pagi kak....mw nanyak klo pernah Di tolak ngurus visa nya... Ada kemungkinan ngk tuk ngurus yg kedua kali nya di approve? Tolong bantu jawab ya kak.... Makash bnyk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperti yang kutulis di atas, itu hanya Tuhan dan Kedubes yang tahu

      Delete
    2. Sy prnh ditolak dlm apply visa korsel thn 2015,thn 2016 sy apply visa kembali dan alhamdulillah approved,skrgpun sy sdg menunggu visa yg sy apply utk ke 3x nya.kuncinya berikhtiar dan berdoa smoga visa yg kt ajukan approved kmbali

      Delete
    3. Bener, Mas. Harus tetap berusaha, berdoa dan berpikiran posifit. Hehehehhe

      Delete
  12. Thanks for sharing Mbak Vita. Mau tanya dong, aku kan ada 2 tabungan juga, satu buat bener2 nabung (duitnya stay jarang ditarik), satu lagi tabungan gaji, tapi setorannya ga terlalu teratur tiap bulan dan lebih sering ditarik *lol. Mending aku kasih yang mana ya? saldo rekening lebih banyak yang rekening bener2 buat nabung, bermasalah gak ya kalo flownya cuma buat setor aja? Atau aku bisa cantumin rekening koran dari 2 bank sekaligus? mohon pencerahan kaak, galaau panik takut ga di approve visanyaa :'')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Aufa..

      Aku juga punya dua rekening, satu buat gajian dan satunya lagi buat tabungan. Aku masukin rekening koran dari keduanya. Semoga membantu. Goodluck!

      Delete
  13. Gimana caranya cek status aplikasi ? Harus ada application number, kan pake travel agent?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cek status aplikasi setelah travel agent kamu masukin dokumen visa kamu ke Kedubes. Linknya ada dalam postingan ini. Gak usah pake aplikasi.

      Delete
  14. kak kalau aku kuliah sambil kerja freelance aku ajuinnya senagai mahasiswa atau karyawan ya? aku jg belum punya npwp

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Semua komentar dimoderisasi terlebih dahulu. A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.