Suatu Sore di Gwanghwamun Square

Sore itu, setelah menjelajahi Gyeongbokgung Palace dan sekitarnya, saya kembali ke arah Gwanghwamun Square. Tujuannya pengen foto-foto lagi karena tadi siang hasilnya kurang maksimal gara-gara hujan. Iyes sodara-sodara, hujan di musim semi seperti di drama-drama Korea itu menyambut saya ketika keluar dari stasiun subway Gwanghwamun exit 9. Huhuhu.. 



Entah hujan yang telah reda atau memang begitulah adanya, Gwanghwamun Square sore itu beda dari siang tadi. Setelah nyebrang dari Gwanghwamun Gate, tampak berjejer polisi berompi hijau terang di sisi jalan. Beberapa sound system terpasang menyuarakan lagu-lagu Korea yang energik. Orang-orang menyemut mulai dari patung raja Sejong. Ada demo kah? Di Makassar kan biasanya gitu, pake bakar ban mobil segala. 

Lain lubuk lain ikannya, pepatah yang satu ini sepertinya benar. Di Makassar yang rame-rame pake polisi gini di tengah keramaian kota palingan demo. Di Seoul beda lagi,cyn.. 

Ternyata sore ini sekelompok ahjussi dan ahjumma sedang senam bersama di depan patung raja Sejong. Gak cuma itu. Hanya dipisahkan oleh tenda sound system  dan barisan mas-mas ganteng berjas hitam dan beberapa mba-mba berompi biru, mungkin ada sekitar seratus dua ratus atau bahkan lebih orang berkumpul di di depan sebuah panggung. Apa pula ini?


Suatu Sore di Gwanghwamun Square


Melihat mas-mas ganteng dan seorang mba berjas hitam dengan earpiece berseliweran di depan saya, tak pelak membuat saya langsung teringat pada drama Korea 3 Days. Mereka semacam pengawal keamanan presiden or something. 

Makin ke sana makin banyak orang, musik juga makin keras. Dari lagu yang terdengar sepertinya yang lagi perform di atas panggung itu grup Koyote. Itu lohh grupnya Kim Jong Min, castnya 2 Days 1 Night di KBS. Ya ampun.. ya ampun, saya suka banget sama acara itu. Meski gak cakep-cakep banget, Jong Min lucu abis. Lumayan kan bisa ngeliat artis, hahaha (sungguh saya memang terkadang naif sekali). 



Boleh gak ya saya lewat sini? Sudah orang di Seoul tinggi-tinggi (apa saya yang terlalu kecil?). Susyeeh amat menerobos ke panggung. Ya sudahlah lewat aja.  Jangan-jangan turis gak boleh lewat, kan gak lucu kalau ditahan polisi lalu dibawa ke kantor polisi Seoul. Mending kalo ketemu Donghae yang lagi wajib militer di sana..  

*eaaaaa.. ngayal!* 

Saya memberanikan diri bertanya pada seorang wanita berompi biru. Pokoknya di Seoul andalan saya kalau lagi nyasar atau pengen tahu sesuatu, tanyalah pada orang berompi warna terang. Mereka kemungkinan besar petugas. Asumsi saya gak salah. Dia sepertinya petugas yang bagi-bagiin brosur (hahahaha apa sih) hanya sayangnya dia gak tahu berbahasa Inggris. Jadilah dia memanggil seorang rekannya yang kemudian menjelaskan pada saya bahwa ini adalah event kampanye calon presiden Korea Selatan. 

Cek videonya di akun instagram @vitamasli 

Whaaaatt?? Kampanye? Saya pikir acara hiburan apa gitu. Mereka sedang menunggu sang calon presiden nomer 1 ini tiba di lokasi. Jadi ada acara nyanyi-nyanyi apalah gitu, bagi-bagi brosur dan light stick. Semacam konser Kpop aja nih bapaknya... Apa perasaan saya aja ya? 

Anyway, berhubung rasanya aneh juga berada di tengah orang-orang Korea yang bentar lagi bakal pemilu itu, Lagian takutnya kesorean, pencahayaan gak begitu bagus buat foto di depan patung Admiral Yi Sun Sin. Kamera mirrorlessnya lowbat cyn. Mau gak mau yang diandalkan cuma kamera dari hape aja. Ihiks! 

Berjalan menuju area patung Admiral Yi Sun Sin di belakang exit 9, saya perhatikan makin banyak orang berpakaian ala karyawan yang berlalu lalang dari seberang jalan. Ah.. sudah pukul setengah enam sore, waktunya bubar kantor. Tapi kok mereka gak bergegas pulang melalui exit 9 sih? Malah pada nunggu di depan pintu keluar? Ada apa sih, ada apa sih? Tingkat kekepoan saya memuncak. E..tapi ada spot yang bagus nih, foto dulu ah! 

*Tetap yaaa... turis banget!* 



Lagi seru-serunya foto sana, foto sini, area di depan pintu exit Gwanghwamun stasiun tiba-tiba kosong. Gak ada orang yang keluar dan masuk melalui jalur itu. Lagi-lagi mas-mas berjas hitam, tinggi semampai dan keren itu berdiri di beberapa spot tertentu. Adakah yang mau lewat? Eihh.. gak mungkin lah capres nomer 1 lewat situ kan? 

Sekali lagi, jangan nyamain kebiasaan di satu tempat dengan tempat lain. Beneran loh sang capres nomer 1 itu keluar dari situ diiringi pengawalnya sambil dadah-dadah gitu ke orang-orang yang menunggunya. Seorang haksaeng (siswa) yang berdiri di samping saya malah sudah teriak-teriak histeris semacam fans ngeliat member EXO lewat. 

Cek videonya di akun Instagram @vitamasli 

"Who is he?"tanya saya pada siswa perempuan itu. 

"He's our new president,"jawabnya dengan mata berbinar. "No... i mean, he's going to be new president." 

"Oh you mean he's one of the candidates for president?" 

"Yes, yes. But he's going to be our new president," jawabnya yakin seyakin fans kpopers meyakini hanya boyband favoritnya yang paling keren. 

Para mba-mba kantoran di sebelah sana juga tampaknya senang sekali meski gak sehisteris dedek ini sih. Bapak-bapaknya lebih kalem sih, cuma langsung turun dong minta salaman. Hahaha.. Ya sudahlah, langsung cuzz aja deh ke area patung Admiral Yi Sun Sin buat foto-foto. Sayangnya di sana tampaknya ada ritual memperingati kematian seseorang. Yah.. akhirnya cuma bisa foto dari samping aja. 



Hawa makin dingin, pegel makin terasa. Saya memutuskan duduk sebentar di bangku taman sambil duduk menikmati suasana sore di Gwanghwamun, Trafik kendaraan sore itu cukup padat meski tidak semacet Jakarta atau sesemrawut lampu merah di Makassar. Dari pengeras suara terdengar bapak capres itu berorasi entah ngomong, saya gak tahu. Yang jelas para pendukungnya dengan setia menyerukan namanya bahkan ketika bapak ini turun panggung. "Moon Jae In.. Moon Jae In.." 

Tiba-tiba saya teringat, payung kuning punya penginapan ketinggalan di tempat penyewaan Hanbok. Oemji.. berarti kudu balik lagi ke arah Gyeongbokgung Palace di seberang sana. Kalau saja payung pinjaman mungkin gak bakal balik lagi. Jauh booo'.. 

Kampanye Pilpres di Gwanghwamun Square, Moment I'll Never Forget


Tapi saya percaya everything happens for a reason. Demi mendapatkan payung itu kembali, saya harus melewati massa yang menari bersama seiring lagu tema kampanye. Ada dance tutorialnya loh di atas panggung. 

Di sisi lain, massa mengejar mengejar salaman dengan sang capres. Gak mau ketinggalan saya mengarahkan kamera hape untuk mereka. Saya baru ngeh bahwa saya lupa menekan tombol record ketika pak capres masuk ke mobilnya dan berlalu. Fiuhh... pasti kalau saya ceritain bakal dianggap hoax. Ok, fine! Whatever.. hahaha 

Sembari menyusuri jalan mengambil payung yang tertinggal, saya berpikir betapa event yang tidak sengaja saya ikuti itu adalah sebuah kampanye yang rame dihadiri oleh masyarakat namun tetap tertib. Tidak menganggu aktivitas yang lain meski harus berbagi Gwanghwamun Square dengan komunitas pesenam tai-chi dan upacara peringatan kematian. Waktunya di jam bubar kantor pula, di mana kawasan itu merupakan kawasan perkantoran pemerintahan yang juga gak jauh dari objek wisata. Kebayang dong crowdednya. 

Video lengkapnya ada di Instagram @vitamasli ya! Jangan lupa follow (teuteup pesan sponsor) 

Paling amazing menurut saya adalah si bapak ini tiba ke lokasi melalui stasiun Gwanghwamun exit 9 dan meninggalkan massa pendukungnya dengan mobil. Gak bikin macet, gak pake nutup jalan,gak pake foreider. Bahkan setelah kampanye usai Gwanghwamun Square tetap bersih dan nyaman. 

Ketika kemudian beberapa hari yang lalu ramai diberitakan bahwa Moon Jae In meraih suara paling banyak di pemilihan presiden Korea Selatan bulan Mei ini, saya lalu kepikiran siswi sekolah yang menjawab pertanyaanku. As she expected, bapak itu jadi presiden beneran. Congrats! Selamat ahjussi.. 

Apa ini berarti saya sudah menyaksikan peristiwa bersejarah? Hahaha.. 

Yang jelas sore di Gwanghwamun Square kala itu merupakan pengalaman berkesan. Saya menyaksikan moment yang mungkin tidak akan saya dapatkan jika saya jalan dengan tour travel atau payung gak ketinggalan atau males-malesan jalan kaki. I love my trip! Alhamdulillah.. 

You Might Also Like

6 comments

  1. Wih asik ya jalan - jalan sore disana, padahal lebih asik kalau ketemu sama Gong Yoo atau babang minho yang lagi wamil hihi, mungkin ga ya? ah apasih yang ga mungkin, iya kan mbak VIta?

    ReplyDelete
  2. Anyeong noona vita.
    Liat poto potonya seru yaa, tpi apa bener laki di sana tinggi tinggi kalo liat di drama korea sepertinya sama aja ama tinggi laki indonesia pada umumnya

    Cara Repost Instagram

    ReplyDelete
  3. Seru banget bisa jalan-jalan ke korea, ajak ki eh. Hehehe...

    ReplyDelete
  4. wah ini namanya menyaksikan sejarah mbak hehehe

    ReplyDelete
  5. Hahaha seru ya kalau ada momen-momen begini di perjalanan kita. Ini semacam lagunya Kyuhyun At Gwanghwamun. (Lalu sedih karena orangnya sudah wamil).

    ReplyDelete
  6. Hello, I enjoy reading through your article post. I wanted to write a little comment to support you. capitalone com login

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Semua komentar dimoderisasi terlebih dahulu. A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.