Terjebak Kpop Fanwar di Sosial Media

  • Saturday, September 02, 2017
  • By Vita Masli
  • 10 Comments

Hai gaes.. apa kabar? Lama tidak ngeupdate blog, apakah ada yang merindukan postinganku yang (semoga) berfaedah ini? Hehehe.. I miss you,too loh by the way. Mumpung masih dalam suasana libur panjang sekaligus lebaran Idul Adha, gak ada salahnya ngeupdate blog. Sekalian minta maaf nih sebelumnya, jangan sampai ada yang tersinggung gara-gara postingan berikut. Maklum, topiknya agak sensitif untuk lingkungan Kpopers, apalagi kalau bukan fanwar

Fanwar adalah gabungan kata dari Fan & War yang bisa diartikan sebagai perang antar fans. Biasanya yang terlibat dalam masalah ini adalah sekelompok fans (fandom) yang menyerang/menghina kelompok fans lain. Sepertinya fanwar adalah bagian dari KPop yang tidak bisa dihindari. Panasnya gak kalah dengan politics war antara pendukung presiden dan lawan politiknya. Gak sampai ada HOAX juga sih (at least sampai saat ini belum gue liat), tapi setidaknya gue baru tahu kalau hate speech itu gak cuma ada di media sosial yang membahas politik tapi juga di ranah Kpop. Entah itu kamu fans Kpop generasi pertama, generasi ke dua terlebih lagi generasi ke tiga, kamu pasti pernah ngalamin atau sekedar terjebak dalam fanwar.



Penyebab fanwar biasanya sangat sepele banget. Membandingkan grup idolanya dengan grup saingan entah itu lagunya, MV (music video) nya, kegantengan membernya, oplas apa enggak, suaranya enak didengar atau cepreng. Yang gitu-gitu deh.. Paling cemen banget fanwar bisa terjadi karena salah paham entah itu karena salah baca twit, salah liat quote an retweet, komentar yang kurang pas penggunaan katanya atau sekedar becanda antar temen di group chat atau fancafe bisa jadi fanwar juga, loh! Terlebih kalau ada yang nge screen cap trus disebarin ke sosial media lainnya, sudah deh siap-siap aja.  

Gue sebagai Kpopers generasi kedua (angkatannya Super Junior, Bigbang, SNSD, 2NE1, TVXQ, 2PM, Wonder Girls, punya sebutin ajalah group yang sudah 10 tahun atau lebih)  sudah sering terjebak nostalgia fanwar antar fandom. Misalnya ELF (fansnya Super Junior) dan VIP (fansnya Big Bang), SONE (fansnya SNSD) versus Black Jack (fansnya 2NE1) dan masih banyak variasi fanwar antar fandom lainnya. Gak bermaksud untuk ikutan mencela atau menghujat, hanya saja terkadang mutual (istilah untuk teman sesama fans) yang ada di timeline mulai saling menimpali dan akhirnya terjebaklah gue dalam fanwar.

Terjebak Kpop Fanwar di Sosial Media


Seiring waktu, industri Kpop sudah memasuki generasi ketiga dimulai ketika demam Kwave sudah merajalela. Lebih banyak idol yang bermunculan, lebih banyak pula fandom yang terlibat fanwar akibat persaingan yang semakin ketat.

Dari beberapa fandom generasi ke tiga Kpop, ada beberapa yang belakangan ini seringkali fanwar di sosial media dan rusuh gak kira-kira. Beberapa di antaranya yang sempat membuat gue terjebak adalah fanwar antara fandom-fandom berikut.   

ARMY vs EXO-L 


Sejauh pengamatan saya, fanwar kpop generasi ke tiga itu seringkali terjadi antara fansnya EXO (EXO-L) dan fansnya BTS (Army). Kedua idol grup ini memang sedang ngetop-ngetopnya dan memiliki fanbase yang besar dan fanatik. Istilah 'senggol bacok' berlaku pada hubungan dua fandom yang gak pernah sekalipun kelihatan mesra ini. Terakhir yang gue tahu Army dan EXO-L fanwar lagi di twitter gara-gara hastag #Please_Apologize.  

source : Twitter 


Sementara EXO-L yang kadung baper gak mau kalah nuding ini dan itu hingga akhirnya kedua fandom ini berbalas-balasan hate speech. Fanwar makin merambat ke mana-mana ketika mulai menyinggung fans kpop generasi ke dua yang katanya membuat mereka gak ngerti kenapa juga para grup gen 2 ini masih merasa berpengaruh di industri Kpop. Entah siapa yang mulai yang jelas  fanwar antar fandom pun terjadi. Padahal awalnya antar Army sama EXO-L doang coba, hahahaha. akhirnya fans kpop generasi kedua kayak gue pun kebawa-bawa.

Serunya lagi ternyata ada seorang teman blogger gue di twitter yang sempat pengen ikutan ngetwit tentang hubungan ibu dan anak pake hastag #Please_Apologize cuma karena dia menganggap dia perlu permintaan maaf atau apalah. Untungnya si mbak cepat sadar kalau ini hastag pertempuran, bisa-bisa dia kebawa-bawa pula padahal gak tahu apa-apa. 


WANNABLE vs Theirself vs Love vs any other fandom 


Sepanjang gue kecebur di dunia Kpopers,baru kali ini gue ngerasain fanwar yang 'gak ada matinya'. Gak cuma fanwar antar fandom tapi fanwar terjadi di dalam fandom itu sendiri, antar fans masing-masing member. Kacau gak tuh? Hehehe..

Wannable adalah fans dari rookie group Wanna One. Grup ini adalah bentukan dari program acara televisi Produce 101 Season 2 terdiri dari 11 trainees hasil pilihan national producer alias pemirsa televisi di Korea. Jadilah fandom ini memiliki fans individual bawaan trainees dari saat mereka nonton Produce 101 season 2. Makanya gak heran banyak 'akgaes' yaitu fans yang hanya suka 1 member dan gak ngedukung yang lain.

Saling bash member yang bukan idolanya serta bertengkar soal siapa yang dapat porsi screen time lebih banyak, kenapa Daniel gak jadi centre di lagu debut, kenapa Jihoon porsinya cuma sedikit, sudah jadi menu sehari-harinya Wannable. Jadinya mereka dinilai tidak kompak dalam mendukung Wanna One sebagai satu grup dan lebih fokus pada bias mereka masing-masing. 


Source : Fanpage official Wanna One


Selain dicap sebagai biang rusuh di dalam fandom mereka sendiri, Wannaable kerap dianggap sebagai trouble maker fanwar dengan fandom lain. Kalau gue gak salah ingat, fanwar pertama kali terjadi itu antara Wannable dengan Carat fansnya Seventeen gara-gara warna. Kedengarannya sepele ya, warna aja kok dipermasalahkan. Sayangnya bagi para Kpop fans, warna itu adalah identitas fandom khususnya di lighstick. Kuning sudah identik dengan VIP nya Bigbang, Sapphire Blue untuk ELF Suju dan putih untuk EXO-L nya EXO, misalnya. Unfortunately, YMC sebagai agency representatifnya Wanna One memilih warna yang cenderung sama dengan warna yang sudah digunakan oleh Seventeen, grupnya Pledis.

Fanwar kedua adalah antara Wannable dan Love a.k.a fans nya Nu'est. Salah satu member Wanna One yaitu Hwang Minhyun sebenarnya adalah member Nu'est. Bersama 3 member Nu'est lainnya Minhyun kembali jadi trainee karena terdesak keadaan. Grup mereka sudah 5 tahun debut but still doesn't have recognizing from Korean fans. Dari ke empatnya hanya Minhyun yang berhasil masuk 11 besar dan berhak debut as Wanna One. 

Masalahnya adalah ketika Minhyun ngeposting ucapan terima kasihnya pada Love di fancafe Nu'est, Wannable gak terima. Pendek kata Wanna One ya Wanna One, Nu'est ya Nu'est. Fans nya Nu'est pun meradang. Menurut Love, Minhyun itu member Nu'est yang sekarang lagi business trip aja di Wanna One. Fanwar Wannable dan Love makin menjadi dan terkesan ra uwis uwis karena satu sama lain memperhatikan gerak gerik Minhyun semacam membaca kode gitu.

Source : Twitter 



Bagi Love ketika Minhyun diam aja berarti dia gak bahagia di Wanna One. Minhyun bawel di Wanna One dianggap sudah ngeblend sama member lain dan lupa member originalnya di Nu'est. Sementara jika Minhyun nyebut2 member Nu'est maka Wannable menuduh Nu'est nebeng popularitas Minhyun. Ketemu di backstage aja cuma say hi serasa gak kenal gitu malah dihujat pula. Pledis, agencynya Minhyun dan Nu'est sampai ikutan diseret dalam fanwar ini karena dianggap menggunakan Minhyun sebagai issue dalam promosi Nu'est. 

Gue sih ngeliat hubungan Wannable dan Love ini semacam Korea Utara vs Korea Selatan. Sebenarnya punya satu kesamaan (which is Hwang Minhyun) tapi heran deh, ada aja yang bisa dipermasalahkan. Nah gue sebagai orang yang nonton Produce 101 dari awal banget, ngedukung Nu'est pula kan merasa kejebak dalam fanwar antar fandom ini. Seriously, gue disuruh milih loh sama dua fandom itu gue ngedukung Nu'est atau Minhyun di Wanna One. Ya ampun, tolong hamba Tuhanku. Masa gini doang gue disuruh milih sih...

Love yang sudah tahunan ngeliat Minhyun bareng sodara-sodaranya di Nu'est ngerasain ups and downs (mostly down moments) pasti ngerasa gak enak hati lepas dari Minhyun. Sementara fans Minhyun yang baru dari Produce 101 season 2 pun mungkin merasa 'I'm his future, your his past' gitu. Duh, ,udah-mudahan Wannable dan Love ini gak ada program 'Wajib Militer'nya juga ya, just in case bakal pecah perang saudara.



Fanwar lainnya adalah dengan fandom yang mana aja yang menganggap Wanna One sebagai grup instan, grup yang bakal flop dan seterusnya dan seterusnya. Maklum, lagi hangat-hangatnya. 15 kali menang telak, hanya sekali gak menang di Mubank dan tiga Triple Crown. Untuk ukuran rookie dan debut single memang tergolong luaar biasa. Gak heran banyak yang mengkritisi Wanna One sebagai grup instan yang kebetulan saja debut di saat gak ada lawan besar. Kalau sudah gini, mulai lagi deh tuh fanwarnya.  Makanya gue bilang mungkin sampai Wanna One disbanned di tanggal 31 Desember 2018 fanwar gak bakal selesai-selesai. Fiuh! *lap keringat* 

Don't Fanwar, let's Fangirling 


Seperti yang gue bilang di awal, fanwar adalah bagian Kpop yang tidak bisa dihindari dan menurut gue sama sekali gak berfaedah. Oh, mungkin ada satu faedahnya : memperlancar bahasa Inggris kamu. Itu juga kalau fanwarnya dengan international fans. Tapi masa iya sih harus ikutan fanwar hanya untuk memperlancar bahasa Inggris, yeee kaaan?

[Mau tahu Tips Merubah Fanwar jadi Fangirling Bermanfaat? Mampir ke postingan Ruth Nina di sini ] 

Perlu diingat gaes, gak ada yang abadi di dunia ini termasuk juga rasa suka lo pada seseorang. Bisa jadi saat ini lo ngeliat member idol yang mana gitu sangat keren dan tak ada cela, mana tahu besok-besok aibnya terbongkar dan kekerenannya di mata lo langsung sirna. Begitu juga dengan kepopuleran, gak bakal selamanya. Mungkin saat ini bisa berbangga punya 15 trophy dalam 25 hari, mana tahu besok-besok single baru keluar malah flop karena ada yang lebih populer saat itu. Nothing last forever termasuk juga rasa benci pada suatu group. Kata Minhyun sih, please be moderate. Cape juga yah kalau fanwar mulu gak selesai-selesai.

So don't fanwar ya gaes, let's fangirling aja. Dunia Kpop akan jadi lebih indah jika interaksi sesama Kpopers itu aman, damai dan adem se adem lantai mesjid senyuman Kim Jonghyun a.k.a Nu'est JR alias Imam Nesyen, ye kaan? 

Baca juga : Fangirling, Dulu dan Sekarang 

Kim Jonghyun (NU'EST JR) , Nation Leader a.k.a Imam Leader yang Senyumnya Seadem Lantai Mesjid


Betewe, kalian ada yang pernah terjebak fanwar gak, sih? Ditunggu loh cerita kamu di kolom komentar.. 


You Might Also Like

10 comments

  1. Aku cuma pengamat aja kak, males ikutan fanwar bikin capek aja hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyesss toss dulu. Aku juga males sih sbnrnya, tapi sering dibawa-bawa.

      Delete
  2. Saya bukan penggemar hiburan Korea. Selama ini saya pikir pada kompakan. Makanya walaupun bukan penggemar, saya suka terhibur juga. Ternyata ada war-nya juga, ya hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adaaa mbaaak. Ada! Dan ini kadang lebih seru daripada drama Korea. Kadang2 ada komentar2 receh yang bikin ngakak abis.

      Delete
  3. Gak ngerti kenapa mesti fanwar. Kan hati bisa mendua, atau lebih. Hahaha

    ReplyDelete
  4. Ya ampuun...kerasnya kehidupan fans di korea. ehm..kalo dirimu masuk generasi ke 2 gimana diriku yaa? masuk fans generasi ke 1 kali yaa

    ReplyDelete
  5. wah sampai ada fanwar segala ay , baru tahu nih

    ReplyDelete
  6. mba vita,aku mau oot dikit...fansnya Seventeen itu Carat,bukan Carrat..beda dikit penulisan jadi beda makna :) maaf kalau tidak berkenan..

    ReplyDelete
  7. Fanwar itu ngeliatnya aja capek. Aku mah nikmatin karya2 para idol itu aja. Kayak sekarang nunggu Super Junior comeback :)

    ReplyDelete
  8. Omg, aku keceplosan katawa baca yg pake hastag) please_apologize tanpa tau mksdnya itu hahahahaha... Duh duh.. Ada2 aja sih fanwar ini.. Ga abis pikir krn masalah sepelenya itu loh.. :D.

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Semua komentar dimoderisasi terlebih dahulu. A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.