Novel Review : Imaji Terindah - Sitta Karina

  • Friday, January 12, 2018
  • By Vita Masli
  • 6 Comments

Entah bagaimana awalnya hingga akhirnya sebuah DM dari Sitta Karina mampir di akun Twitter saya. I mean, yes.. I follow her on Twitter, karena saya suka aja baca blognya dan twitnya yang banyak ngasih tips menulis. Tapi untuk ditawari akan dikirimi novel tulisannya untuk direview, duh.. aku sama sekali gak kepikiran. Apalagi novelnya beneran sampai ke rumahku kira-kira.. mmmh.. empat bulan yang lalu.

Iyah, tahun lalu! Kenapa baru sekarang direview? Bukan.. bukan karena aku orangnya gak konsisten dengan sebuah komitmen apalagi gak menghargai kebaikan hati orang lain. Lebih karena novelnya tiba-tiba ngilang dari rak setelah aku baca. Usut punya usut ada yang pinjem dan gak sempat bilang ke aku. Jadilah akhirnya ketika ketemu lagi, aku baru bisa foto novelnya dan ngeposting review ini.  

Imaji Terindah : Jangan Jatuh Cinta Kalau Nggak Berani Sakit Hati.


So, apa sebenarnya isi novel Imaji Terindah ini?



Kisah dalam Imaji Terindah bermula dari dua pemuda dari dua keluarga yang terikat hubungan bisnis. Yang satu bosan lalu jadi iseng, satunya lagi memendam curiga tanpa sebab jelas. Chris dan Kei. Novel Imaji Terindah ini akan lebih focus ke Chris sebagai salah satu bagian dari keluarga Hanafiah yang terkenal super tajir dan memiliki aneka bisnis.

Dalam novel in karakter Chris digambarkan sebagai seorang murid SMA kelas atas yang mampu beli barang-barang mahal tanpa berpikir dua kali. Pokonya ' I get What I See'. Jangankan mobil mewah, ngajak Kimura Takuya (Iyaah... 'that' Kimura Takuya, actor legendarisnya Jepang itu) maen ke rumahnya. Christopher Hanafiah is that guy who would walk around the school, looking straight ahead and all the girls at school look at him like he was the prince of some fairy tale. Prince Christopher, that's what he called and no one argue.

Hidupnya tampak plain boring, sampai kemudian Kei menantang dia untuk jatuh cinta.

"Jangan Jatuh Cinta Kalau Nggak Berani Sakit Hati."

Chris Hanafiah yang merasa tertantang untuk membuktikan, akhirnya menjatuhkan proyek percobaan jatuh cintanya pada Kianti Srihadi, siswa baru di sekolah pindahan dari Jepang. Aki, begitu nama panggilannya, tidak menanggapi pernyataan cinta Chris. Baginya persahabatan lebih mengena dibanding berpacaran dengan pangeran sekolahan ini. Ada sesuatu yang Aki tidak ingin Chris ketahui tentang dirinya. Dia merasa bersahabat saja sudah cukup.

Chris mau tidak mau mengikuti keinginan Aki untuk hanya sekedar menjadi sahabat. Hari demi hari kedekatan mereka berdua membuat Chris akhirnya mengetahui sesuatu yang tidak ingin Aki tampakkan kepadanya. Kedekatannya dengan Aki pun sedikit banyak mempengaruhi hubungannya dengan Alde dan Rimbi yang sudah lama menjadi sahabatnya. Namun untuk menjauh dari Aki pun ternyata tidak dapat dilakukannya setelah mengetahui rahasia gadis itu.

Complicated? Mmh.. makanya jangan jatuh cinta kalau gak berani sakit hati. Hahaha.. *Mulai ikut-ikutan, deh!* 


My Two Cents 


Novel ini adalah sebuah kisah bergenre teenlit dari series Keluarga Hanafiah yang sudah banyak dikenal oleh pembaca teenlit. Berhubung aku bukan pembaca teenlit, jadilah membaca novel Imaji Terindah ini menjadi 'perkenalan' aku dengan anggota klan Hanafiah ini.

Kisahnya sih sebenarnya tipikal anak sekolahan, dimana kita bakal ngefans dengan cowok jago basket yang posturnya tinggi, wajahnya tampan, naik mobil ke sekolah dan jalan di seantero sekolahan dengan muka lempeng seakan gak peduli dengan orang sekitarnya yang terpana menatap ketampanannya. Masa di mana anggota cheerleaders adalah cewek paling megang di sekolah. Masa di mana awalnya kamu ber 'loe-gue' sama gebetan dan kemudian ber 'saya-kamu'. Aiishh.. jadi ingat mantan! *Eh, gimana?*

Menurut aku Sitta Kirana, menuliskan cerita ini sangat mengalir dan enak untuk dibaca, hanya saja kurang greget. Mungkin karena aku sudah ngelewatin masa-masa cinta anak sekolahan gini, kali ya? Overall sih, baca novel ini banyak quote yang bagus juga menurut aku. Ada beberapa hal juga yang bisa kita pelajari dari karakter Aki.

Sitta juga membungkus ending novel ini bagus banget, jadi meskipun kamu bukan pembaca novel teenlit, misalnya kayak aku, kamu masih bisa consider this novel as a one of good piece of art yang gak rugi kamu baca. Meskipun begitu, aku sebenarnya kurang sreg dengan penamaan karakternya. Dari nama Kianti menjadi Aki itu gambarannya jadi beda. Kianti nama yang cantik, sementara Aki mengingatkan aku pada 'Aki Aki' dalam Bahasa Sunda, hehehe...

So if you like teenlit kind of novel, you should read Imaji Terindah. Sementara if you're not teen anymore, baca novel ini bisa jadi kamu akan teringat lagi gimana menyenangkannya jadi anak SMU dulu.

Happy reading, gaes! Please let me know in comment section below, pendapat kamu tentang novel ini.

You Might Also Like

6 comments

  1. Aku juga dapat kiriman bukunya. Suka juga sama ceritanya, tapi lebih penasaran sama preview di belakang hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya.. preview memang suka bikin penasaran ya?

      Delete
  2. wah penasaran banget nih , mksh reviewnya

    ReplyDelete
  3. Wah teenlit.. Udah jarang baca genre begini.
    Cuma bisa jadi pertimbangan buat baca teenlit lagi..

    Thanks for review.

    ReplyDelete
  4. Saya suka baca blognya Sitta, tapi bukunya belu pernah. Bisa nih besok-besok agendakan baca bukunya. Hehehe

    ReplyDelete
  5. Sudah luamaaa nda baca teenlit, semenjak beralih ke Chicklit :D

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Semua komentar dimoderisasi terlebih dahulu. A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.