Jalan Ke Mana : Namsan Seoul Tower di Musim Semi

  • Tuesday, March 20, 2018
  • By Vita Masli
  • 2 Comments

Seperti judulnya di atas, ini adalah bagian kedua dari pembeberan itinerary saya pas traveling ke Seoul musim semi tahun 2017 lalu. Belum sempat baca Part 1 nya? Silahkan loh yaa.. 


So, hari kedua ke mana aja? 



Jalan Ke Mana : Namsan Seoul Tower di Musim Semi 

Jauh-jauh hari sebelum berangkat, saya sudah ngelist tempat apa aja yang pengen didatangin. Salah dua nya adalah dua tempat ini. Awalnya untuk hari ke dua, tempat yang pengen didatangin itu sekitar 4 tempat. Pada akhirnya aku dan partner seperjalanan hanya 'mampu' dua tempat aja yaitu Namsan Tower dan Dongdaemin Design Plaza. Kenapa ? 

Terpesona Bunga Sakura di Namsan Tower 


Cherry Blossom Seoul


Hari kedua dimulai dengan bangun telat, sodara-sodara. Rencana keluar dari penginapan jam 9 pagi karena ada 4 lokasi yang pengen didatangi tinggal kenangan. Saya dan partner perjalanan ketiduran dan akhirnya baru keluar dari penginapan dengan rasa tak percaya sudah ada di Seoul pukul 9 pagi. Bukannya langsung turun ke stasiun subway yang cuma sepelemparan wedges itu, saya malah strolling around sekitar penginapan. Liat-liat situasi dan cari bekal buat makan siang. 

Asiknya di sekitar penginapan itu banyak café yang sudah ngebrewing kopi. Bayangin aja suhu 18-20  derajat pagi itu, gak panas, gak berdebu, gak bising dengan suara motor berknalpot gede, kamu jalan di trotoar yang gak ada penjual kaki limanya sama sekali, yang pinggir jalannya gak dipakai buat parkiran mobil, orang-orang berjalan kaki tanpa saling nabrak apalagi nawarin barang trus ada aroma kopi yang Wangi keluar dari café-café itu. Gimana saya gak mau jalan pelan-pelan menikmati suasana? 

Tapi tentu saja, for the sake of time dan saya juga mikirin partner perjalanan yang belum tentu suka jalan gak tentu arah kek saya ini, jalan santai berakhir di salah satu mart. Biasa, beli roti isi kacang merah, roti tawar yang ingridientnya harus saya google translate dulu (hihihi) dan  air mineral ukuran 1 liter (lumayan botolnya ntar gue isi lagi kan..). Bekal makan siang! Ini karena saya yakin bakal susyeh menemukan makanan halal di kawasan Namsan Tower. 


Seoul Korea Spring


Setelah beli cemilan buat makan siang itu (ih.. ngenes banget ya? hahaha) barulah kami cuzz putar arah ke exit dua stasiun Sookmyeong Women University yang ada di seberang mart. Tujuan pertama yang akan didatangi adalah Namsan Tower yang dapat dicapai menggunakan subway line 4. Jaraknya 4 pemberhentian, jadi gak begitu lama buat nyampai. Paling sekitar 5 menitan, termasuk nunggunya. 

Namsan Tower atau disebut juga N Seoul Tower adalah salah satu ikon pariwisata Korea Selatan, khususnya kota Seoul. Rasanya gak sah maen ke Seoul kalau gak mampir ke Namsan Tower. Apalagi buat orang yang demen nonton drama Korea atau acara televisi Korea termasuk juga video music. Namsan Tower kerap kali jadi lokasi syuting ini akhirnya jadi kebayang-bayang mulu, seperti apa sih Namsan Tower itu sebenarnya? Apakah memang seindah di layar kaca atau di YouTube? 


Spring Seoul


How To Namsan Seoul Tower 



Ada dua cara untuk menuju Namsan Seoul Tower. Bisa pakai cable car, bisa juga dengan menggunakan bus atau jalan kaki (jika mampu, hahaha). Jika menggunakan shuttle bus, rute yang bisa kamu pilih : 

1. Turun di Chungmuro Station (Seoul Subway Lines 3 & 4), Exit 2 depan Daehan Cinema atau  Dongguk University Station (Seoul Subway Line 3), Exit 6.

2. Seoul Station (Seoul Subway Lines 1 & 4), Exit 9, Itaewon Station (Seoul Subway Line 6), Exit 4 or Hangangjin Station (Seoul Subway Line 6), Exit 2.


3. Myeong-dong Station (Seoul Subway Line 4), Exit 3 .


Jika menggunakan cable car (seperti yang aku pilih) :


1. Turun di  Myeong-dong Station (Seoul Subway Line 4), Exit 3. Belok kanan ke arah hotel Pasific.

2. Namsan Oreumi directions: Dari perempatan Hoehyeon (antara Myeong-dong & Hoehyeon Subway Stations of Seoul Subway Line 4), jalan terus ke Namsan Tunnel 3. Ada Namsan Oreumi elevator gratis dari the Memorial Plaza (Tutup  Senin  09:00-14:00).


Aku memilih opsi cable car yang mana aku lewat stasiun Myeongdong (pilihan nomer 1). Sesampai stasiun Myeongdong aku dan partner keluar melalui exit 3. Bayangan kita adalah Namsan Tower itu sudah di depan mata secara sudah bisa keliatan dari tempat kita berada. Ternyata jaraknya gak sedekat apa yang tertera di Google Map, Tuhaaaaaan.... Belum lagi jalannya nanjak. Asli ini perlu kaki dan nafas yang kuat.

Sebenarnya ada Shuttle Bus tersedia di sekitar exit 3 Myeongdong. Entah kenapa waktu itu aku gak ngeliat, mungkin juga karena belum apa-apa aku sudah terdistraksi dengan deretan café-café, resto dan toko yang lucu-lucu seakan manggil minta didatangin. Jadilah aku memilih untuk jalan dengan asumsi deket koookkkk .. kata om Google.

Nyatanya 30 menit kemudian kami belum nyampe-nyampe juga. Hahhahahaha. 

Serunya jalan di kota Seoul adalah ada trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki meski jalannya sempit sekalipun. Jalan menanjak menuju Cable Car Station Namsan Tower gak begitu kerasa karena cuacanya juga mendukung, panas enggak, dingin juga enggak. Terus terang, jalan kaki di pedestrian dengan cuaca seperti ini adalah hal yang sangat sangat jarang bisa aku dapatkan di Makassar. Boro-boro mau jalan kaki, panasnya minta ampun gak ada side walk pula. Ada juga diklaksonin pengendara mobil dan motor. Huuuhuhu *jadi curhat*. 




Namsan Seoul Tower


Oiya, dalam perjalanan aku juga sempat bertemu pasangan muda dari Indonesia (aku lupa dari kota mana). Mbaknya yang lagi hamil muda ini bersama suaminya baru menikmati honeymoon tanpa tour travel juga hanya berdua. Ya iyalahh.. namanya juga honeymoon, masa sekelurahan sih! Ayo semangat ya, bumil!! 


Hal seperti ini yang aku suka dari berjalan kaki dibanding naik kendaraan saat menuju suatu tempat di Seoul. Selain bisa bertemu sesama turis, aku juga jadi bisa lebih tahu suasana sebuah kota dan bisa dengerin warganya ngobrol. Soalnya aku asli penasaran, apakah aksen yang ada di drama Korea atau variety show itu sama dengan aksen sehari-hari? Kita aja kalau ngomong sehari-hari dengan yang ada di film atau sinetron Indonesia kan beda ya. Jadinya aku sangat-sangat menikmati nguping mereka ngobrol meskipun gak begitu paham.

Seoul Cherry blossom
Lelaaaaahhh Mak.. Aku Lelah.... 


Menikmati semua itu, tanda-tanda cable car station sudah di depan mata. Akhirnyaaaaaaa... Tapi ternyata perjuanga belum selesai sodara-sodara. Untuk beli tiket cable carnya harus ngantri. Sebelumnya ngantri beli tiket dulu. Ada dua pilihan, beli tiket one way atau tiket bolak balik. Aku beli tiket bolak balik aja seharga W 8500  (which is I regret later). 

Berhubung hari itu hari Minggu, bukan cuma turis aja yang datang ke Namsan Tower. Orang Seoul especially yang datang sama pasangannya juga banyaaaaaak di depan mata. Belum lagi yang datang piknik dengan keluarga, lengkap sampai nenek-kakek nya. Intinya mah sabaaar aja antrinya. Toh gak ada yang maen serobot juga sih. Kalau cape ngantri, bisa duduk bentar di kursi yang disediakan tapi jangan lupa ngetag tempat ya..

And finally after a long wait, aku dan partner dapat jatah naik cable car ke Namsan Tower. Cable Carnya lebih gede daripada yang di TMII, muat 20an orang gitu deh. Gak nyampe 3 menitan perjalanan cable car yang menyuguhkan pemandangan pepohonan dan kota Seoul dari atas terlewati and tadaaaaaaa... akhirnya menginjak kompleks Namsan Seoul Tower yang luas banget itu. 



Seoul Tower


Bagian atas Namsan Seoul Tower yaitu menaranya berada pada ketinggian 480m di atas permukaan laut. Itu sudah termasuk tinggi Gunung Namsan (243 m) dan tinggi menara itu (236.7m). Sejatinya  menara ini pertama kali didirikan sebagai menara siaran untuk mengirimkan sinyal TV dan radio pada tahun 1969. Makanya sekilas mirip tower TVRI di Senayan, Jakarta kan? Bedanya pemerintah Seoul itu pinter memanfaatkan keadaan,  karena area menara pemancar ini dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi salah satu landmark representatif dan tempat multi-budaya di Seoul.

Di area plaza Namsan Seoul Tower tersedia banyak tempat nongkrong baik yang gratis maupun bayar. Gratisan tentunya di kursi-kursi yang disediakan di bawah pohon. Gue kebetulan jarang nemu tempat teduh di bawah pohon yang menyediakan kursi untuk menikmati suasana di Makassar, so I spent some time nongkrong sambil menikmati bekal makan siang yang sudah gue siapin tadi. 


Cherry Blossom Seoul
Maafkan Muka Semua, HAHAHHAA

Gembok Cinta Namsan Tower 


Namsan Seoul Tower
Sedang Mengira-ngira Berapa Harga Perkilo Gembok-Gembok Ini Kalau Diloakin 

Katanya gak sah gak ngelock in gembok di Namsan Tower. Gara-gara ini pula maka banyak deh yang jualan gembok di Namsan. Harganya lumayan juga, 5000 Won per gembok di jual di kios-kios resmi (bukan asongan ya, emang Indonesia?) di lokasi-lokasi khusus menggantungkan harapan   gembok cinta. Aku tentu saja gak beli, hahaha.. Lagian sudah banyak gembok di sana. Biarlah aku menggembok cinta Hwang Minhyun dengan doaku saja. Halah!


Love Lock


Pertunjukan Kesenian Tradisional di Namsan Tower 

Selain untuk makan dan foto-foto, Namsan Tower juga menghadirkan kesenian tradisional Korea pada jam-jam tertentu di plaza depan gazebo ((GAZEBO.. lu pikir ini di kampus)). Kebetulan banget pas baru tiba sedang ada pertunjukan tarian dan atraksi bertema pengawal kerajaan gitu. 






Pertunjukan kesenian tradisional ini berdurasi sekitar setengah jam. Penonton gak cuma turis mancanegara. Masyarakat Seoul (atau yang mungkin juga dari luar kota Seoul yang lagi wikenan) banyak yang duduk-duduk santai sambil menikmati pertunjukan yang cukup menghibur itu. Satu hal yang aku suka, penontonnya tertib dan saling mengerti. Tidak mengganggu pemandangan, menghalangi dan behave banget. Gak ada dorong-dorongan atau serebot tempat. Bener-bener kayak duduk di taman trus kebetulan aja ada pertunjukan gitu. The reaction also awesome tanpa harus teriak-teriak atau nyelutuk-nyelutuk gak jelas kek orang-orang kita nonton film di bioskop. #eh


Ada Apa Aja di Namsan Seoul Tower ? 

Selain bertebaran spot untuk pasang gembok cinta dan site untuk foto-foto dengan latar belakang cherry blossom, tujuh lantai Namsan Seoul Tower menyediakan tempat-tempat berikut : 

Seoul Tower Namsan
Hanbok Culture Experience 


L – Hanbok Culture Experience Center
1F – Starbucks, Sweet Monster, Gong Cha, Perfect Match, Steak, GS25, Souvenir shop
2F – Tokyo Steak
3F – Broadcasting facilities, security area
4F – Season’s Table, Game Plaza, Hosigi Double Chicken, Ah-Charm

[N Seoul Tower]


5F – N Sweet Bar, A Twosome Place, Ssentoy Museum, Hello Kitty Island

T1 – Ticket booth, N Burger, N Terrace, A Twosome Place, Olive Young, Cheil Jemyunso
T2 – The PLACE Dining
T3 – Hancook
T4 – Observatory, A Twosome Place
T5 – Observatory, Weeny Beeny
T7 – n.GRILL



Hanbok






Gak semua sempat aku datangi, sudah keburu sore. Makin malem tampaknya Namsan Tower makin rame. Mungkin karena malam minggu, makin banyak couple yang datang sambil pegangan tangan. Aihhh..  kabur ah daripada baper. 

Namsan Cable Car Tiket : 

Jam Operasi: 10:00-23:00
Pulang Pergi (Dewasa 8,500 won / Anak-anak 5,500 won)
Sekali Jalan (Dewasa 6,000 won / Anak - Anak 3,500 won)
Groups yang lebih dari 30 orang dapat diskon loh.

Meskipun saya beli tiket cable car pulang pergi, belakangan jadi nyesel mending ambil sekali jalan saja. Soalnya sudah ngantrinya lama, mending jalan turun aja menikmati pemandangan dengan tebaran bunga Sakura di mana-mana. Gimana? Tentukan pilihanmu.

You Might Also Like

2 comments

  1. Saya juga kayaknya bakal betah jalan kaki di tempat seperti itu. Menarik tempatnya, ya. Itu gembok kalau udah penuh dikemanain, ya? Hehehe :)

    ReplyDelete
  2. Saya kelewatan nih baca Korean trip Vita .. seruuuuu.... Suka bbahgb ngebayangin ngopi pagi dengan suasana seenak itu

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Semua komentar dimoderisasi terlebih dahulu. A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.