Blogging, Profesi atau Hobi ?

Blog merupakan singkatan dari web log[1] adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan terbalik (isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. (Sumber : Wikipedia

Sejarah mencatat bahwa media blog pertama kali diluncurkan oleh Pyra Labs yang kemudian diakusisi oleh Google di tahun 2002. Saya sendiri pertama kali mengenal blog di tahun 2009, itu pun awal mulanya karena keranjingan nulis di notesnya Friendster dan Multiply. Pada dasarnya saya memang suka menulis sejak kecil di diary. Begitu menemukan media yang sedikit mengurangi kepegelan jari saya mencatat segala hal dalam pikiran dan perasaan, tentu saja saya senang dan menikmati. Awalnya blog saya ada empat, masing-masing satu di Blogspot, Wordpress, Multiply dan Tumblr. Banyak amat? Ya kan masing-masing ada nichenya. 

Saya ngeblog tentang pikiran-pikiran saya tentang hal-hal yang terjadi di sekitar dan hal-hal yang lagi dibicarakan orang di Blogspot. Curhatan gak jelas saya tuliskan di Wordpress. Saya sok berpujangga melalui puisi-puisi cemen (yang ternyata sempat masuk majalah dan dibayar) di Multiply. Sementara Tumblr saya isi dengan foto-foto dengan caption singkat. 

Sejalan waktu, Multiply hilang dan saya lupa backup tulisan saya tersimpan di mana. Sudah gak tahu mau posting apa di Tumblr karena sudah ada Instagram. Blogspot berubah niche dengan postingan 'campur sari' yang dinamakan "lifestyle" dan Wordpress yang akhirnya saya private demi kemaslahatan bersama karena saya gak mau mengumbar perasaan pribadi saya kepada seluruh dunia. 

Blogging, Profesi atau Hobi ?  




Dalam perjalanannya dari tahun 2009, Blogging kemudian jadi booming di tahun 2012. Mungkin karena pada tahun itu juga (correct me if I'm wrong), publisher buku hunting penulis dari blogger. Media blog pun dilirik oleh brand untuk dijadikan media informasi dan promosi. 

Banyak buku dan novel yang penulisnya adalah blogger. Gak sedikit pula blogger yang diundang ke press conference, event launching atau apalah bersanding dengan para wartawan media cetak dan elektronik. Lomba-lomba penulisan berpindah ke blog, hadiahnya juga lumayan banget. Mulai dari gadget, voucher, uang tunai, jalan-jalan ke luar negeri dan masih banyak lagi. Sangat menggiurkan bukan? 

Pada akhirnya it seems like everybody wants to blogging, mostly about anything. Yang dulunya blogger 'curhat' , berupaya mengubah positioningnya agar lebih ketahuan personal brandingnya seperti apa. Ada yang saklek ke satu niche aja (make up, traveling atau gadget dan seterusnya), ada yang masih gado-gado segala niche dihantam kayak saya, hahaha. Yang awalnya posting sesuai mood, jadi berusaha untuk paling tidak posting seminggu sekali. Malah ada yang posting dua hari sekali. 

Gak cuma frekuensi publish postingan yang dijaga, konten pun semakin ke sini semakin dibenahi. Postingan tidak melulu sekedar tulisan. Foto dan video dibuat semenarik mungkin lalu kemudian disematkan dalam postingan. Selamat tinggal template bawaan, kupu-kupu dan musik latar yang enak terlihat di mata yang punya blog tapi ngeselin di mata pembaca. Mulai membuat judul yang click bait, belajar SEO biar masuk page one Google dan printilan lain yang kadang-kadang jika ingin didramatisasi menghasilkan pertanyaan 'kamu ngeblog demi apa sih?' 




Demi kelihatan blognya keren, up to date, kekinian, lalu kemudian orang-orang memuji 'blognya keren, kamu pasti tahu segala sesuatu tentang ngeblog yang apik' ? Demi membentuk image sebagai blogger yang smart, cantik, menarik, baik hati  dan tidak sombong yang isi postingannya sangat bijak dan layak untuk dijadikan panutan? 

Jangan-jangan demi dilirik brand agar diajak kerjasama dan menghasilkan rupiah-rupiah yang lumayan bisa membunyikan notifikasi sms banking di hape? Pengen kayak segelintir mba mba dan mas mas yang sudah berjaya menjadikan blog sebagai mata pencaharian utamanya, gak perlu ngantor dan kelihatannya hanya jalan-jalan lalu posting di sosmed  sedang ngeblog di tempat-tempat ciamik itu? 

Saya pikir, mostly bloggers itu niatnya pengen berbagi konten yang (semoga) berguna buat orang banyak, yang bisa dijadikan amal jariah dan syukur-syukur ternyata adalah endorsement terselubung (eh!). Ketika kemudian personal brandingnya terbentuk sebagai blogger yang keren dan tech savvy misalnya, atau blogger yang bisa jadi panutan itu kembali pada apa yang sering kita posting dan bagaimana kita menggambarkan diri kita melalui postingan tersebut.

Saya ngeblog secara serius tahun 2011. Waktu itu ada lomba menulis tentang Korea Selatan yang diselenggarakan oleh KBS World. Hadiah utamanya adalah jalan-jalan ke Seoul. Tulisannya memang gak harus dipublished di blog, malah sebenarnya tulisannya harus dikirim via email ke panitia. Cek en ricek, saya tahu bahwa gak cuma KBS World yang menyelenggarakan lomba berhadiah traveling ke Korea Selatan. KTO (Korea Tourism Organization) pun biasanya tiap tahun menjaring para blogger yang sering menulis tentang Korea Selatan sebagai ambasadornya. Diajak dong ke Korea Selatan. Mau dong sayaaaa...

Semangatlah saya blogging tentang Korea Selatan. Apakah kemudian saya berhasil ke Korea karena blogging? Belum sih.. Lomba menulis KBS World hanya berhasil meraih juara harapan. Hadiahnya dompet, hahaha.  KTO pun belum melirik saya nih jadi ambassador.

Apakah kemudian saya patah semangat? Gak lah.. karena setelah itu banyak kesempatan dan job offer datang kepada saya walaupun itu gak ada hubungannya dengan Korea Selatan. Untuk postingan-postingan itu saya dibayar dengan jumlah yang alhamdulillah. Pada akhirnya saya beneran bisa ke Korea Selatan dan bisa mendapatkan kursi untuk ibadah haji dari recehan-recehan blogging.

See, sometimes it's not all about the money tapi duitnya datang sendiri. 

Lanjut....

Gimana kalau orientasinya memang nyari duit menjadikan blogging sebagai profesi? Siapa bilang gak bisa. Bisa aja. Tapi perlu diingat prosesnya gak bakal instan. Gak cuma sekedar buat akun google, tersebut kemudian membuat blog, dijadikan TDL, posting satu dua kali sekenanya lalu kemudian kamu bisa resign kamu dan nunggu dollar datang ke rekening. Bukannya gak mungkin, but it takes time, consistency and effort to do that. 

Emang Enak Jadi Blogger ? 


Kebanyakan orang melihat bahwa enak banget jadi blogger. Diundang ke event-event di tempat yang keren, pulang bawa goodie bag, dikasih uang transport, nginap gratis di hotel, dapat gadget keren, ke luar negeri, jadi pembicara, transferan rupiah sampai dollar, ngumpul-ngumpul melulu. Macam-macam lah ya orang-orang menilai blogger tampaknya seperti itu. Akhirnya pengen jadi blogger juga karena pengen seperti blogger-blogger yang sudah 'jadi' itu.

Saya sering loh dapat-dapat komentar dari teman-teman atau kenalan,"enak banget lu ya, barang-barang kebanyakan gratis. Duit ada aja. Nongkrong sana sini, ih keren banget!"

Makasih loh ya.. hehehe. Alhamdulillah, dibanding blogger kondang yang kerjasamanya sama brand gede-gede itu, saya masih kategori pas pas an. Pas butuh, pas ada. 

Lagipula sedikit yang orang tahu bahwa ada foundation yang harus dibangun. Mulai dari blognya itu sendiri, kontennya, kemudian bloggernya pun harus kuat di personal branding dan networking. Terima job pun harus diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang sebaik harga deal. Kedepannya harus selalu memikirkan konten berikutnya seperti apa dan kualitasnya harus upgrade terus. Harus menjaga hubungan baik dengan semua orang especially brand, pembaca dan sesama blogger. 

Banyak printilan lainnya yang banyak orang gak tahu karena mereka fokus ke hasil yang didapatkan oleh para blogger. Jadi ketika mereka memulai dan kemudian hasil yang diharapkan tak kunjung datang, kecewalah mereka. Gak sedikit pula yang akhirnya menerima paid postingan apa aja dengan harga berapa aja. Sesuatu yang gak bisa dijudge salah, tapi ya merusak harga blogger itu sendiri. If it's all for the money, bisa jadi sah-sah aja. Namun jika melihat para blogger lain yang ngeblog pakai hati dan put their effort on their post, rasanya agak gimana... gitu. 




Saya pribadi berpikir walaupun terkadang pengen banget menjadikan blogging ini sebagai profesi, pada akhirnya saya memilih blogging ini hanya sebagai hobi. Hobi yang dibayar, hehehe. Kenapa? Karena makin ke sini, waktu saya kebanyakan habis untuk kerjaan utama saya di kantor. Menulis mulai mood moodan. Terkadang ada job yang saya gak bisa ambil karena saya gak yakin bisa memenuhi deadline atau ada juga job yang saya tolak karena tidak sesuai dengan konsep blog ini. Saya juga gak jago-jago banget menulis dan membuat konten kreatif. So maybe next time, kalau saya sudah pensiun kali yah, hahaha. Mudah-mudahan panjang umur dan masih sehat. 

Selamat Hari Blogger Nasional, Keep On Blogging Till The End 


Mumpung hari ini tanggal 27 Oktober adalah hari Blogger Nasional jika kamu tertarik ngeblog, silahkan banget loh. Saran saya jangan memulai ngeblog hanya karena uang. Boleh banget menjadikan blogging sebagai salah satu mata pencaharian, siapa yang bisa larang? Remember, segala sesuatu ada prosesnya bahkan mie instant pun harus direbus dulu sebelum disajikan. Begitupun uang, gak begitu tiba-tiba datang kalau tidak diusahakan. 

Bagi kamu yang sudah ngeblog baik itu hitungan bulanan bahkan yang sudah lebih tua dari saya, keep on blogging till the end. Blogging mau dijadikan profesi atau hobi is all up to you. Content is the king and consistency is the queen. Meskipun menulis hanya bisa sekali dua dalam sebulan, jarang ke event dan kumpul dengan komunitas kayak saya, you're still blogger no matter what other bloggers say. lol. 



Nah, kamu sendiri melihat blogging ini profesi atau hobi? Sharing yuk komen kamu.  

You Might Also Like

8 comments

  1. selamat hari blogger nasiona kawand

    ReplyDelete
  2. Happy blogging. Semoga saya tetap semangat nulis kakak

    ReplyDelete
  3. wah menulis itu memang asyik apa saja ya ng ada di otak bisa jadi tulisan, kalau aku suka puisi dan fiksi

    ReplyDelete
  4. Kalo saya lebih condong ke hobby Mba, tapi kalo ada rupiah/dolar yang nyangkut di hobby itu ya Alhamdulillah heheheheheh. Happy National Blogger Day ya......

    ReplyDelete
  5. Kalimat terakhir cukup mencerahkan mba .karena saya mmg gak pernah dtg ke event apalagi kumpul kumpul - blogger remahan ciki saya - hehe..:)) tapi mau hobi atau profesi .penting mnurut saya menulis dari hati, bisa bermanfaat, bisa membuat hepi rejeki akan mengikuti ;)

    ReplyDelete
  6. Bener banget poin Mbak soal blogging for the money. Seringkali blogger yang sudah terbilang profesional dan pasang harga malah terlalu fokus untuk uangnya ketimbang kontennya. Jadi asal bikin konten untuk sekadar promosi dll dan menghilangkan the art of blogging itu sendiri, yakni memberikan manfaat bagi pembacanya. Thank you for sharing!

    ReplyDelete
  7. wahh luar biasa bisa beneran ke korsel dan haji lewat blogging... itu luar biasa lho mbak. walaupun statusnya cuma hobi, udah kayak kerjaan utama aja bisa jalan2 jauh... apalagi banyak dapat recehan dri blog hasil dari sponsor ataupun adsense.

    kalau saya memang saya jadikan hobi mbak. Ga akan jadi kerjaan utama sih, karena menulis memang ga bisa saya tinggalkan sama sekali. Rasanya ada yg kurang kalau ga nulis. makanya pelampiasannya nulis.

    Ngeblog udah lama banget saya sejak tahun 2010.

    ReplyDelete
  8. Dulu jg saya aktif di mp.. sayang MP dah tewas

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Semua komentar dimoderisasi terlebih dahulu. A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.