Skip to main content

Melintas Batas Singapore - Malaysia

Sejak kemunculan Trinity sepertinya banyak orang-orang Indonesia yang ingin berlibur ke luar negeri sebagai backpacker. Sampai sekarang dengan makin mudahnya orang mengakses informasi dan perusahaan penerbangan yang kerap menggoda iman dengan promo tiket murah, makin banyak orang pula yang kepengen melihat dunia lain eh maksudnya negara lain.

Pertanyaannya adalah harus kemana memulainya? 

Dulu saya juga bertanya yang sama. Tahun 2013, saya nekat traveling berdua saja dengan teman, tanpa tour, cuma ngikutin trend : being a backpacker. Setelah punya passport, mikir punya mikir mending nyari negara yang gak usah pake visa dan bahasanya gak bikin susah. Singapore  langsung menjadi top of mind. Negaranya rapih, gak ruwet, sistem transportasi bagus dan wilayahnya gak seberapa luas. Pas lah buat traveler pemula.

Perjalanan ke Singapore bisa dibaca disini.


Melintas Batas Singapore - Malaysia


Lalu kemudian  saya pikir tanggung amat kalau hanya ke Singapore saja. Maka disusunlah rencana berikutnya : Mari nyebrang ke Penang, Malaysia. Kenapa Penang? Karena saya penasaran aja dengan negara bagian Malaysia yang katanya pertemuan jaman kolonial, Melayu dan peranakan.Seru kali yah..

Waktu itu sebagai orang yang pengen ngerasain jadi backpacker, maunya sih bisa kemana-mana dengan modal sehemat mungkin. Jarak Singapore ke Malaysia tidak seberapa jauh, tapi kan gak mungkin juga jalan kaki, hihihih. Cek en ricek selain naik pesawat ternyata ada moda transportasi bus yang bisa dipilih. Saya sengaja memilih bus malam supaya bisa menghemat waktu dan biaya karena gak perlu nginap di hotel. Rencananya sih tinggal bobo di bus, pagi sudah tiba di Penang.   

Ternyata operator bus yang melayani rute Singapore-Penang itu banyak dengan harga dan bus yang beragam. Pilihan akhirnya jatuh pada  operator bus Sri Maju. Selain harganya yang lumayan murah dibanding yang lain, busnya juga kelihatannya nyaman. Untuk tiketnya sendiri bisa dibeli secara online dengan pembayaran kartu kredit atau dibeli langsung di agen resminya di Golden Mile Complex. Waktu itu saya memilih beli secara online supaya gak repot aja. Begitu tiba di kantor pemasarannya di Golden Mile Complex, saya tinggal memperlihatkan e-booked pada petugas yang kemudian diganti dengan tiket beneran.  
Sambil menunggu jadwal keberangkatan, saya sempat nongkrong sebentar di Golden Mile Complex. Nongkrong disini adalah sebenar-benarnya nongkrong, bukan nongkrong cantik sambil ngopi-ngopi di cafe. Golden Mile Complex itu bukan semacam mall walaupun memang pertokoan. Saya sempat melihat-lihat sekilas keadaan di lantai 1 saat mencari toilet. Banyak kios kios makanan, pakaian, outlet cemilan dan yang paling banyak adalah agent-agent bus antar kota-negara. Jadi ketika selesai menoilet dan bus belum ada tanda-tanda berangkat juga, saya nongkrong di pelataran Golden Mile Complex bersama penumpang yang menunggu bus masing-masing. 

Disaat itulah saya sempat ngobrol dengan seorang perempuan muda yang malam itu juga lagi nunggu bus jurusan Ipoh. Dia sempat gak percaya ketika tahu saya ke Singapore dan saat itu mau ke Penang hanya berdua saja dengan teman. Cewek pula! Dan itu baru pertama kalinya ke luar negeri. Padahal kalau dipikir, dia bukannya ke luar negeri juga, sendiri pula. Mungkin bagi dia Singapore - Ipoh jaraknya hanya sepelemparan kapur, tidak termasuk luar negeri walaupun harus periksa passport.

Pengalaman pemeriksaan passport di perbatasan Singapore-Malaysia jadi pengalaman yang unik juga. Jauh sebelum berangkat saya sudah sempat browsing tentang hal ini. Banyak sekali yang saya baca menginformasikan : HARUS BURU BURU. BUS GAK MAU NUNGGU. KETINGGALAN? TUNGGU BUS BERIKUTNYA. Padahal kenyataannya... 

Bus yang saya tumpangi berhenti di imigrasi Singapore setelah tiga puluh menit berangkat dari Golden Mile Complex. Karena sudah baca informasi Bus gak mau nunggu  dan didukung orang-orang lain juga keknya buru-buru amat sampe lari-larian gitu, saya pun dengan sigap ikut lari ke dalam gedung imigrasi. Ternyata antriannya sudah mengular. Mungkin itu kali ya kenapa orang-orang di warning untuk cepet-cepatan lari, supaya gak kelamaan ngantri. 

Nyatanya proses antrian berjalan tertib dan petugas imigrasinya juga gak banyak cingcong langsung stempel aja. Gak berapa lama sudah selesai dan kembali ke bus yang MASIH NUNGGU dong dengan antengnya.. Memang sih cuma pindah tempat sekian meter aja, tapi penumpang tetap ditungguin sampai semua naik. Bukannya langsung berangkat lagi dan penumpang yang tertinggal harus nungguin bus dari operator yang sama untuk ditebengin. Duh! Sungguh siapapun yang menuliskan tips dan trick perjalanan dengan bus dari Singapore ke Penang seperti itu bener-bener harus mengedit lagi tulisannya deh. Ada kali lima menitan saya menunggu di dalam bus sampai akhirnya bus kembali melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Tau gitu yaah gak usah lari-larian. (Iyahh saya terlalu lugu... ) 

Couch Bus Sri Maju Yang Setia Menunggu 

Setelah passport dikecup basah dengan stempel imigrasi Singapore, gak sampe lima menit bus membawa kami ke gedung imigrasi perbatasan Malaysia.  Kali ini gak perlu lari-lari mendapatkannya walaupun langkah tetap harus dipercepat. Kantor imigrasi perbatasan Malaysia ini sedikit lebih kecil dan suram dibandingkan gedung imigrasi Singapore Sepertinya sudah terpampang nyata perbedaan kedua negara tetangga ini. Petugasnya juga tidak begitu teliti memeriksa barang bawaan pendatang, antriannya gak karuan, ruangan sesak ACnya gak terasa. Ya sudahlah, yang penting passport sudah dikecup basah lagi dengan stempel imigrasi. Welcome me Malaysia..  Let's get back to the bus!

Couch bus yang saya tumpangi cukup nyaman. Tempat duduknya empuk dan bisa diatur sehingga bisa menjadi tempat tidur, AC dingin walaupun lagu yang diplay pakcik supir adalah lagu India. Karena sudah capek banget seharian ngider di Singapore, saya tertidur dengan nyenyak sampai di terminal Sungai Nibong, Penang pagi buta. Gak kepikiran lagi untuk foto-foto interior bus (Walaupun masih aware dengan sekumpulan anak band keren yang duduk di bagian belakang. Hihihi). 

Lampu jalan masih nyala, langit masih gelap ketika bus tiba di Terminal Sungai Nibong. Saya disambut udara Penang pukul setengah enam pagi. Masih ada waktu buat sholat subuh. Alhamdulillah ada musholla di lantai dua terminal yang masih sepi. Ternyata terminalnya rapih. Selain ada musholla, terminal berlantai dua ini juga dilengkapi kamar mandi dan kantin. Yay! Bisa bersih bersih badan yang pegel agak kecut manis ini dulu kan...

Seselesainya bebersih badan, saya masih sempat selonjoran kaki di musholla sambil cek en ricek itinerary. Satu dua orang silih berganti masuk musholla untuk mengejar Subuh yang tertunda. Ternyata mereka ini mahasiswi-mahasiswi dari berbagai daerah di Malaysia yang sedang menuntut ilmu di Penang. Mereka cukup ramah ditanya ini itu dalam bahasa melayu sesekali bercampur bahasa Inggris. Lumayan lama ngobrol, mereka harus bergegas kembali ke asrama. Di luar langit sudah terang, jalan di depan terminal sudah mulai ramai. Saatnya berangkat. Mari telusuri Penang  di postingan berikutnya. Penang, here i come..

Terminal Sungai Nibong, Penang 

Note:
Pics taken by Ankhe, karena foto-foto yang saya ambil kebanyakan selfie. Hahaha *iyaah waktu itu level kenarsisanku setinggi level Maicih yang paling pedes* 

Comments

  1. Vit kalo gitu photo selfienya diedit dgn bapake triplet berlatar belakang Penang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duhh kalo edit2n foto sy nyerah deh, nunggu Tary aja :))

      Delete
  2. Masih nyesel karna ga poto si anak band *genit

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh iyaa... itu anak band apa kabar ya? hahaha

      Delete
  3. Wah asik ya, jalan-jalan murah ke Singapuranya, mbak, nekat pula. Aku tunggu cerita lainnya . Salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga efi..makasih sudah berkunjung

      Delete
  4. Memang ya, kadang ada yang baru sekali bepergian ke suatu tempat, suka menjudge sesukanya melalui tulisan. Contohnya soal harus buru-buru karena kalau tidak makan akan ditinggal oleh busnya. Saya udah beberapa kali naik bus dan van di sini, nggak pernah diburu-buru, kalo misalnya kita ada masalah dengan di imigrasi (saya pernah, bahkan sampe 1 jam), mereka nungguin. Beberapa supir dari travel yang berbeda, cerita, kalau menunggu penumpang di perbaasan itu memang harus, memang bagian dari pekerjaan. Soalnya ini kan bawan nama perusahaan transportasinya juga. Kalaupun ada yang prnah kejadian diburu-buru, ya nggak ditulis secara keseluruhan kali yak. Ini mungkin hanya oknum karena mungkin ada kesilapan yang kita nggak tau. Tapi yang nulis udah menulis aja begini begini.
    Aduh, jadi curcol di postingannya mbak Vita :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. gpp.. curcol adalah sebagian hobbi blogger. :))

      Kalau masalah makan belum pernah baca sih, tapi pd kenyatannya sama aja seperti di Indonesia, setiap bus ada langganannya. Makan atau enggak sih ya terserah penumpang.

      Delete
    2. mbak, bukan 'makan', tapi 'akan', typo, wkwkkwk....
      Makanya bingung saya kenapa jadi bahas makan, wkwkwk...rupanya saya yang typo. maksudnya mau tulis 'karena kalau tidak, akan ditinggal oleh busnya' :D

      Delete
    3. eaaalaaahh... hahaha hampir lagi nih salah informasi. Kkk...

      Delete
  5. menyesal pernah ke singapur nggak nyempetin ke malay gara-gara bawa rombongan sampe 50 orang -_-

    ReplyDelete
  6. libur lebaran nati gue berniat ke singapur juga.
    dan, mungkin bisa mampir ke penang setelah membaca tulisan ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal aku belum cerita aku ngapain aja loh di Penang. Baru cerita Bus dan Terminalnya aja.. hehehehe

      Delete
  7. Haseeek, pengin dolan lagi ke Sing + Malay

    ReplyDelete
  8. Aku ke Sing, udah pernah. Kok jadi keengen ke Malaysia ya abis liat artikel ini.. Hmm.. Sepertinya menarik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi kalo gratis yaak..? Hahahaha aku pun mau #serius

      Delete
  9. Waaaah ceritanya sangat menariiik. Jd pengen ke penang. Salam kenal yah mbak vitaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal kembali yaa kak.. Jangan jalan2 mulu dong. Nulis kek di blog biar kekinian gitu hahaha (sambil jagain pagoda)

      Delete
  10. waktu kemarin ke singapura, hampir mau begini juga.. ke malaysia pake bis. tapi gak jadi karena kita (saya dan temen) gak berani. jadinya muter muter orchard aja :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain deh. Lumayan seru juga. Yuk dicoba lagi arah sebaliknya, dari Malaysia ke SG.

      Delete
  11. wah kita sama sesama penggemar trinity. Lihat transportasi tetangga sebelah miris banget ya mbak lihat transportasi di Indonesia. Semoga Indonesia bisa lebih baik dari tetangga sistem transportasinya

    ReplyDelete
  12. Salam kenal kak,
    Saya jg habis ngetrip ke singapore-malaysia september 2015 kemarin. Sendirian dan alhamdulillah lancar...
    Kalau masalah ketinggalan bus di imigrasi sepertinya tergantung waktu saat tiba di imigrasi, apakah saat jam kerja atau tidak. Pengalaman kemarin saya naik bus dr KL ke SIN, tiba di woodlands pagi hari (saat orang berangkat kerja) & ad beberapa penumpang yg ditinggal, krn antrean bus sudah panjang & sudah diklakson oleh bus di belakang nya, sehingga bus yg sy tumpangi terpaksa meninggalkan bbrp penumpang yg blm selesai proses imigrasinya. Kemudian sang sopir menelepon seseorang (mungkin staff bus yg 1 perusahaan) & mengabarkan ad bbrp penumpang yg ketinggalan, mungkin nantinya akan dijemput dg minivan atau menumpang bus selanjutnya jika ada. :D

    ReplyDelete
  13. Mbaknya untung saja lari - lari dari kantor imigrasi singapura, jadi kan sehat. Biasanya kalau orang di beritahu, disitu santai saja, pasti ditungguin busnya kok, itu mbaknya juga mungkin akan santai dan tentu gak mau lari - lari karena gak buru - buru,,,, Pizzz :-) salam kenal kak

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Semua komentar dimoderisasi terlebih dahulu. Komen dengan link hidup, mohon maaf tidak saya approve. A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.

Popular posts from this blog

5 Aplikasi Mengetahui Judul Lagu Tanpa Mengetahui Liriknya

Jadi ceritanya, saya ini sering kangen sama Daehan, Minguk, Manse. Meski mereka sudah 'graduate' dari The Return Of Superman, saya masih penasaran dibuat penasaran dengan sebuah lagu yang dijadikan backsound di episode 116. Gak cuma saya, ternyata banyak juga loh penggemarnya Daehan, Minguk, Manse yang pengen tahu apa sih judul lagu itu. Saya sampai dikejar-kejar pertanyaan oleh salah seorang fansnya triplets di Instagram.

Biasanya kalau saya gak tahu judul sebuah lagu, saya berusaha menangkap beberapa kalimat dari lyrics lagu tersebut. Abis itu baru deh nanya Om Google. And it works all the time, except for this one : Lagu Backsound di episode perpisahan Daehan, Minguk, Manse. Mesin pencari seperti Google atau Bing tidak akan banyak membantu kecuali kita tahu beberapa kata dari lirik lagu atau clue tentang nama artis atau band. Dan saya gak bisa menangkap sama sekali liriknya juga gak tahu pasti siapa yang nyanyi. Gimana caranya ya?




5 Aplikasi Mengetahui Judul Lagu Tanpa Men…

Begini Cara Lulus Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Setelah sebulan mutasi di Mamuju, di akhir bulan April saya ditugaskan ke Jakarta demi menempuh diklat Pengadaan Barang dan Jasa yang diselenggarakan oleh LKPP sekaligus ngambil ujian sertifikasinya. Excited? Yes! Entah kenapa saya suka sekali dengan belajar entah itu namanya kuliah, diklat atau sekedar workshop. 'Jeleknya' lagi, saya suka banget ujian. It's like challenging myself of how good I am to comprehend the study.  Weird, isn't it? 
Baca juga : Hello, Mamuju! 
So, ketika akhirnya saya didaftarkan untuk mengikuti diklat sekaligus ujian sertifikasi ini, I was super excited. Yes, I was a little bit worry whether I can pass the exam, secara sudah sangat sangat bukan rahasia lagi kalau ujian sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah itu susaaaahhh banget lulusnya. There's just a little chance that first time taker like me can pass the exam. It's possible though, but it's rarely happen. Terkadang harus ikut ujian dua tiga kali (bahkan denger-denger …

Review L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water

Menginjak usia 40 tahun, aku mulai lebih intens memperhatikan perawatan kulit wajah. Usia di mana kebanyakan orang mulai memiliki satu dua garis kerutan, entah itu di dahi, ujung mata atau sekitar bibir. Kulit wajah sudah tidak sekencang dan sefresh saat masih berumur belasan dan dua puluhan, membuat banyak perempuan termasuk aku  ingin tetap menjaga kelenturan kulit wajah. Keriput memang tidak bisa dihindari, tapi paling tidak bisa dimimalisir bukan? Review L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence WaterKebetulan banget aku menemukan paketan ‘Youthful Kit’. Isinya L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water dan Dex Revitalift White Day Cream. Wah, pucuk dicinta ulam tiba. Pas banget, kebetulan aku sudah sering menggunakan produk-produk L’oreal dan gak pernah ada masalah.


Paket tiba dua hari kemudian dan langsung aku unpacked (check di Youtube Channel Vita Masli, ya. ). Gak sabar banget pengen menggunakan L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water se…