Skip to main content

Baper Di Launching Pergantian Logo Indosat Ooredoo

Beberapa hari yang lalu saya menerima email dari Indosat Makassar. Isinya undangan menghadiri acara peluncuran "Indonesia Digital Nation" pada tanggal 19 November 2015 di kantor Graha Indosat Makassar, jalan Slamet Riyadhi. Indonesia Digital Nation? Event apalagi nih.. ? Tanggal eventnya sehari sebelum ulang tahun Indosat pula.  Tapi kok dress code 'merah, kuning, putih' sih? Mmh.. sepertinya akan ada sesuatu yang baru dan menarik, nih. Jadi penasaran..


Bener aja! Begitu saya datang di Graha Indosat Makassar, ada satu hal yang menarik perhatian saya. Warna merah ini kenapa jadi dominan ya? Indosat kan identik dengan warna Kuning (untuk produk Mentari & IM3) dan biru (untuk produk Matrix). Jangan-jangan ini nih yang kemarin-kemarin sempat beredar issuenya : Indosat ganti logo. Benar kah?

Sebenarnya untuk urusan ganti logo, Indosat ini sudah beberapa kali berganti logo dan ini berkaitan dengan sejarah perkembangan Indosat itu sendiri.  



And i can't help of baper alias bawa perasaan ketika logo dan nama baru diperkenalkan kepada tamu undangan dalam acara peluncuran Indonesia Digital Nation. Indosat Oooredoo resmi menggantikan logo flower techno.

Baper Di Launching Pergantian  Logo Indosat Ooredoo


Susah untuk tidak bawa perasaan mengingat dulu mau dapat buku berlogo itu susyeh amat sampe harus ikut dikdas (pendidikan dasar) di Jatiluhur selama 30 hari. Kaki di kepala, kepala di kaki, teman jadi lawan, kalah deh itu reality show 'Real Man' di MBC! Hahahaha..  Dan ketika pun harus berpisah, saya masih tetap menyimpan buku khusus untuk karyawan tetap itu sebagai kenangan.

Sekarang, sebagai tamu undangan tentunya saya gak perlu gugulingan di lumpur lapangan becek di Jatiluhur lagi. Saya cukup duduk manis di acara peluncuran Indonesia Digital Nation walaupun masih tetap sempat nge-baper lagi gara-gara ada sesi live dari gedung KPPTI Jakarta (kantor pusat Indosat), sampai akhirnya kebaperan saya teralihkan dengan tas ransel keren dengan nama dan logo baru : Indosat Ooredoo. 


Diluar pemikiran bahwa logo dan identitas baru ini menjadi 'Pe Er' buat anak-anak Marcomm untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat (Figthing!!!), ada yang menarik dengan penambahan kata Ooredoo (baca:Uriidu) di belakang kata Indosat. Ini ternyata ada hubungannya dengan Qtel Grup, pemegang saham terbesar Indosat, yang berganti nama menjadi Ooredoo.

Grup ini mencanangkan program penyeragaman merek di semua perusahaan seluler yang mereka payungi, termasuk Indosat. Memang akhirnya nama menjadi agak panjang dan jadi lebih susah disebutkan, tapi ini masih lebih baik daripada nama Indosat dihilangkan dan berganti menjadi Ooredo saja. Biar sekecil apapun saham yang saat ini dimiliki pemerintah Indonesia (hanya 14,29% saja), saya yakin banyak yang baper juga kalau kata 'Indosat' itu hilang. Saya aja lihat pergantian logo jadi baper, gimana kalau ganti nama beneran? Hiks

Introducing The New  'Indosat Ooredoo'

Apalah arti sebuah nama, kata Shakespeare. Namun di dalam dunia per'branding'an, nama itu penting. Gak boleh panjang-panjang, supaya gak susah dihapalin dan yang pasti harus catchy agar gampang diingat. Beruntungnya kata Ooredoo ini walau sedikit aneh dilidah tapi terdengar unik dan akhirnya membuat orang penasaran. Apa sih Ooredoo itu?

Dalam penjelasan jumpa pers di acara peluncuran Indonesia Digital Nation, sempat dijelaskan oleh petinggi-petinggi Indosat Regional Sumapa bahwa kata Ooredoo itu diambil dari kata Arab 'araada-yuriidu' yang artinya 'ingin' atau 'berkeinginan'. Jadi secara harafiahnya Indosat Ooredoo diartikan sebagai bentuk komitmen Indosat yang berkeinginan mewujudkan aspirasi pelanggannya dengan teknologi digital yang lebih baik untuk semua.

Logo dan identitas baru inilah yang  diperkenalkan pada peluncuran Indonesia Digital Nation. Dengan warna kuning khas Indosat dan campuran merah, logo Indosat Ooredoo mengambil inspirasi dari bentuk sinyal. Mengutip informasi yang disampaikan Head Of Commerce Sulampapua, bentuk sinyal tersebut ingin menegaskan komitmen Indosat Ooredo  untuk menjadi pemimpin layanan data dan juga menargetkan ingin menjadi pemimpin digital di Tanah Air.

Indosat Ooredoo Untuk Indonesia Digital Nation 

Tidak salah jika Indosat Ooredo membidik pasar digital. Sepanjang beberapa tahun belakangan ini Indonesia memang menjadi negara dengan pengguna data yang cukup besar di dunia. Negara kita selalu bertengger di urutan lima besar pengguna akun sosial media, kebanyakan gak mau ketinggalan trend smartphone terbaru tapi tetap aja gak bisa lepas dari para fakir quota. Biaya internetan di Indonesia mahal, cyn! Makin ke timur Indonesia, makin mahal pula harga paket datanya. Padahal hidup di era digital seperti sekarang ini sisi kehidupan kita gak bisa lepas dari internet. Jangankan pesan ojek, stalking kabar mantan bisa kok lewat twitter #eh.

Tapi masa iya sih kita hanya sebagai pengguna aja, banyak loh yang bisa dilakukan dengan teknologi digital termasuk menggerakkan roda perekonomian bangsa. Tsaah.. bahasa gue! Ini mengutip dari penjelasan pak Alexander Rusli, Presdir dan CEO Indosat Ooredo via live streaming dari KPPTI Jakarta. Pemerintah memang sudah mencanangkan untuk membangun 'Indonesia Digital' agar negara kita ini bisa menjadi negara dengan perekonomian berbasis digital alias digital economy. Pas banget kan jika pada akhirnya Indosat Ooredoo pun berkeinginan mewujudkan Indonesia Digital Nation.

"Kami ingin dunia digital lebih dari sekadar konektivitas. Dunia digital harus bersahabat, simple, dan mudah diakses agar semua pihak dapat melakukan banyak hal melalui dunia digital. Dengan digital dan teknologi, kami akan membantu kehidupan masyarakat Indonesia dan meningkatkan kualitas hidup mereka."               ( Alexander Rusli - Presdir & CEO Indosat Ooredoo)

Dalam hidup perubahan memang tidak bisa dihindari. Perubahan harusnya bisa menjadi semangat baru dalam berkarya sekaligus inspirasi untuk memberi yang terbaik. Itu juga yang saya harapkan dari Indosat Ooreoo. Mengingat tahun ini usianya pun sudah 48 tahun, gak salah dong jika kita berharap ada sesuatu yang baru dan lebih untuk diberikan bagi Indonesia.


Sejatinya masyarakat Indonesia merindukan jaringan dan layanan telekomunikasi berbasis digital yang cepat dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan, ya kan? Tidak ada istilah makin ke timur tarif data makin mahal, misalnya. Seluruh masyarakat Indonesia dari barat sampai ke timur berhak untuk mendapatkan akses konektivitas dengan kualitas yang sama.

Makanyanya harapan saya gak muluk-muluk. Logo dan identitas baru ini mudah-mudahan bisa memberi semangat baru bagi Indosat Ooredo untuk mewujudkan kehidupan digital Indonesia yang lebih baik. Oiya, satu lagi : supaya saya gak perlu baper lagi.

Semoga! 


Comments

  1. Ddeh VItaaa kerennya itu infografisnya. Fokusku langsung ke situ

    Nyebutnya agak2 susah untuk orang Indonesia yah. Kemarin liat logonya sampe sekarang, spontan saya menyebutnya OREDO saja.

    Semoga makin eksis di tahun2 mendatang. Semoga pemerintah dan para provider bisa memberikan tarif interkoneksi yang minim kalau memang benar2 peduli sama rakyat Indonesia

    ReplyDelete
  2. Aku fokusnya : wowe, Vita ternyata udah melanglang Indosat, udah pernah kerja di Indosat, kerenn uuyy ^_^

    Hehe...tapi selamat untuk Indosat ya

    ReplyDelete
  3. oh, dibacanya uridu. aku bacanya o-o redo. haha *katrok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dirimu tidak sendiri, aku juga awalnya nyebutnya gitu. Coba kalo gak ikutan launching, gak ada yang benerin.. hihhi..

      Delete
  4. Saya dan suami penasaran nich, ada iklan di televisi mengenai Indosat Ooredoo, dibacanya ternyata uridu. Ternyata hanya ganti logo to? kupikir akan ada progam lainnya dari Indosat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Logo baru, program juga banyak yang baru kok kedepannya. Ditunggu aja. :) *jawab ala2 PR*

      Delete
  5. Semoga sejalan dengan logo baru yg keren, layanan koneksinya pun juga makin keren :)

    ReplyDelete
  6. Saya udah liat di iklan....

    Waa ternyata ganti logo dan uridu, tau bhsa arab jg yak. Jd gak bs bilang si kuning

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih bisa dipanggil si Kuning kok.. Warna dominannya tetap Kuning.

      Delete
  7. Ohhh Dulu mak vita di indosat ya. Pantesan baper ya, ikut berjuang bersama ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Satu masa satu ketika lah mak.. hehehe. Lumayan lama juga.

      Delete
  8. kemarin di Medan saya dapat undangan juga mbak, tapi malah datangnya telat karena tebengannya telat jemput xixiixi..

    Indosat Ooredoo, emang kepanjangan sih ya menurut saya. tapi ya masih mending drpd Indosatnya diilangin :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Semua komentar dimoderisasi terlebih dahulu. Komen dengan link hidup, mohon maaf tidak saya approve. A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.

Popular posts from this blog

5 Aplikasi Mengetahui Judul Lagu Tanpa Mengetahui Liriknya

Jadi ceritanya, saya ini sering kangen sama Daehan, Minguk, Manse. Meski mereka sudah 'graduate' dari The Return Of Superman, saya masih penasaran dibuat penasaran dengan sebuah lagu yang dijadikan backsound di episode 116. Gak cuma saya, ternyata banyak juga loh penggemarnya Daehan, Minguk, Manse yang pengen tahu apa sih judul lagu itu. Saya sampai dikejar-kejar pertanyaan oleh salah seorang fansnya triplets di Instagram.

Biasanya kalau saya gak tahu judul sebuah lagu, saya berusaha menangkap beberapa kalimat dari lyrics lagu tersebut. Abis itu baru deh nanya Om Google. And it works all the time, except for this one : Lagu Backsound di episode perpisahan Daehan, Minguk, Manse. Mesin pencari seperti Google atau Bing tidak akan banyak membantu kecuali kita tahu beberapa kata dari lirik lagu atau clue tentang nama artis atau band. Dan saya gak bisa menangkap sama sekali liriknya juga gak tahu pasti siapa yang nyanyi. Gimana caranya ya?




5 Aplikasi Mengetahui Judul Lagu Tanpa Men…

Begini Cara Lulus Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Setelah sebulan mutasi di Mamuju, di akhir bulan April saya ditugaskan ke Jakarta demi menempuh diklat Pengadaan Barang dan Jasa yang diselenggarakan oleh LKPP sekaligus ngambil ujian sertifikasinya. Excited? Yes! Entah kenapa saya suka sekali dengan belajar entah itu namanya kuliah, diklat atau sekedar workshop. 'Jeleknya' lagi, saya suka banget ujian. It's like challenging myself of how good I am to comprehend the study.  Weird, isn't it? 
Baca juga : Hello, Mamuju! 
So, ketika akhirnya saya didaftarkan untuk mengikuti diklat sekaligus ujian sertifikasi ini, I was super excited. Yes, I was a little bit worry whether I can pass the exam, secara sudah sangat sangat bukan rahasia lagi kalau ujian sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah itu susaaaahhh banget lulusnya. There's just a little chance that first time taker like me can pass the exam. It's possible though, but it's rarely happen. Terkadang harus ikut ujian dua tiga kali (bahkan denger-denger …

Review L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water

Menginjak usia 40 tahun, aku mulai lebih intens memperhatikan perawatan kulit wajah. Usia di mana kebanyakan orang mulai memiliki satu dua garis kerutan, entah itu di dahi, ujung mata atau sekitar bibir. Kulit wajah sudah tidak sekencang dan sefresh saat masih berumur belasan dan dua puluhan, membuat banyak perempuan termasuk aku  ingin tetap menjaga kelenturan kulit wajah. Keriput memang tidak bisa dihindari, tapi paling tidak bisa dimimalisir bukan? Review L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence WaterKebetulan banget aku menemukan paketan ‘Youthful Kit’. Isinya L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water dan Dex Revitalift White Day Cream. Wah, pucuk dicinta ulam tiba. Pas banget, kebetulan aku sudah sering menggunakan produk-produk L’oreal dan gak pernah ada masalah.


Paket tiba dua hari kemudian dan langsung aku unpacked (check di Youtube Channel Vita Masli, ya. ). Gak sabar banget pengen menggunakan L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water se…