Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2016

Review Novel & Giveaway My Other Half :Tidak Ada Cinta Yang Benar-Benar Pergi

Sore itu sepulang kantor, sebuah paket mendarat manis di depan pintu kamar saya. Sampulnya berwarna orange dengan logo bertulis 'Gagas Media' tertera di sudut kanan. Kiriman novel pasti, nih! batin saya. Tidak sabar saya buka dan benar saja, dari dalam menyembul sebuah novel dengan sampul dominan biru dan hijau bertuliskan 'My Other Half'. Ah.. ini dia novel yang saya tunggu-tunggu. 

Sekilas Novel My Other Half  Judul buku: My Other Half Penulis: Cyndi Dianing Ratri Editor: Tesara Rafiantika Desainer sampul: Dwi Annisa Anindhika Penerbit: GagasMedia ISBN: 979-780-859-9 Cetakan pertama, 2016 165 halaman

My Other Half adalah  cerita mengenai kehidupan dua anak kembar yang memiliki jalan hidup yang berbeda.  Adalah Aninda dan Adinda yang terpisah karena perceraian orangtua mereka. Dinda ikut ayahnya, seorang pengusaha sukses di Surabaya. Sementara Anin hidup sederhana bersama ibunya di Bogor. Keduanya terpisah oleh keadaan hingga akhirnya suatu hari Dinda mengetahui kaba…

Pegadaian, Sahabat Cerdas Investasi Masa Depan

Setiap orang pasti punya masalah. Bagaimana menyelesaikannya tentu masing-masing orang punya cara. Tapi bagaimana jika kita bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah?

Ah.. kalau ini sih taglinenya Pegadaian!



Tagline ‘Mengatasi Masalah Tanpa Masalah’ begitu akrab dengan masyarakat Indonesia. Sedekat Pegadaian dengan kehidupan sehari-hari kita. Coba aja perhatikan, gerai atau kantor Pegadaian mudah ditemukan bahkan hingga ke kawasan pasar tradisional. Sejarah mencatat keberadaan Pegadaian sudah sejak dari jaman penjajahan. Tahun 2016 ini Pegadaian sudah menginjak usia 115 tahun.


Sebenarnya saya juga baru tahu tentang sejarah Pegadaian ketika mengikuti workshop Excite Roadblog Makassar di bulan April lalu. Kebetulan salah satu pembicaranya adalah pak Nuril Islamiah, Kepala PT Pegadaian Kanwil VI Makassar.

Pada sesi tersebut pak Nuril dengan santai tapi serius menjelaskan perkembangan Pegadaian dari jaman ke jaman. Dari namanya saja sudah identik dengan gadai menggadai. Jaman dulu panci d…

Begini Caranya Agar Tetap Ceria di Tanggal Tua

Setiap orang punya masa tanggal tua nya masing-masing. Oh ok, mungkin tidak semua. Paling tidak untuk orang-orang yang harus bertanggung jawab dengan kelangsungan hidupnya sendiri. Termasuk saya.
Mungkin untuk sebagian besar orang tanggal tua hanya dirasakan beberapa hari sebelum gajian. Abis itu bisa bernafas lega lagi. Lalu gimana kalo gak gajian juga? Tanggal tua bisa jadi berterusan hingga berbulan tua dong. Ini kejadian pada saya beberapa tahun lalu. Begini ceritanya...


Ketika pengumuman itu datang saya bersujud syukur. Alhamdulillah, lulus sebagai salah satu dari 300an CPNS lain dari sekian puluh ribu orang yang ikut test nasional sangat luar biasa. Saya berhasil mematahkan pemeo "mau jadi PNS? Bayar!" Sorry, not for me.
Sayangnya euphoria itu berangsur pudar ketika kabar yang ditunggu mengenai kapan secara resmi saya bertugas tak kunjung datang. "Biasanya sih bulan April,"kata salah seorang teman yang sudah duluan jadi PNS di kementerian yang sama. 
Apaaa?…

60 Tahun Universitas Hasanuddin dan Ikatan Alumni : Sinergi Dua Peran di Zaman yang Terus Berubah

Beberapa belas tahun yang lalu saya adalah salah satu dari dua ratusan mahasiswa baru yang diterima di jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Senangnya bukan kepalang. Universitas Hasanuddin atau kerap disingkat Unhas adalah perguruan tinggi negeri terbaik di kawasan Indonesia Timur.  
Lulus di salah satu fakultas dan jurusan favorit adalah kebanggaan tersendiri. Orang tua saya bersyukur anak bungsunya tidak perlu jauh-jauh bersekolah di kota lain. Tak perlu uang kos, ke kampus pun hanya sekali naik pete-pete kampus dan yang paling penting SPPnya terjangkau. Paket lengkap. Saya senang, orangtua bahagia. Kurang apa lagi coba?



Begitu lulus dan berhasil menyandang gelar Sarjana Teknik, bahagianya gak ketulungan. Rasanya sudah seperti Jack Dawson di film Titanic,"I'm the king of the world...!" Lalu setelah euphoria kelulusan itu lalu muncul pertanyaan : kerja di mana?
Ini adalah masalah klasik yang kerap menghantui para lulusan yang baru wisuda. Selamat tin…

Celebes Beauty Fashion Week, Pesona Fashion dari Makassar

Jam digital di panel dashboard mobil sudah menunjukkan pukul 20:03. Seharusnya saya sudah berada di Four Points Hotel, Makassar sejam yang lalu. Tapi saya masih berada di tengah kemacetan berjarak kurang dari 300 meter saja dari venue. Gila! Jalan Landak Baru yang trafiknya ramai lancar kini tersendat. Padahal ini malam Kamis, sudah lewat jam pulang kantor juga. Mungkinkah ini gara-gara event Celebes Beauty Fashion Week?


Deretan mobil dan motor di depan dan samping tak kunjung mempercepat lajunya. Dari kaca spion tampak antrian kendaraan di belakang mobil saya yang mengular sampai jauh. Yang sabar yah.., kamu. Saya menepuk-nepuk setir mobil.

Hari itu, tanggal 11 Mei 2016 saya bersama beberapa blogger Makassar diundang oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar untuk menghadiri fashion show pembukaan Celebes Beauty Fashion Week, salah satu rangkaian acara di Femme 2016. Seharusnya saya sudah ada di venue pukul 7 malam. Apa daya karena ada acara lain yang mendesak maka ter…

Penonton Ada Apa Dengan Cinta, Dulu dan Kini

Ok, ini bukan review apalagi spoiler karena saya gak mau terlalu menyoroti cerita AADC 2.  Meski well, just say saya punya ekspektasi yang cukup besar untuk AADC 2 dan merasa ada yang sedikit ngeganjel. Tapi ya sudahlah yah. Skenario sudah jadi, filmya sudah terbit dan penontonnya sudah melampai 3 juta. Mendingan saya berbagi cerita tentang penonton Ada Apa dengan Cinta dulu dan kini saja. Setuju?


Saya termasuk salah satu dari generasi penonton pertama Ada Apa Cinta. Sewaktu film ini tayang di tahun 2002, saya bersama teman-teman nobar di hari pertama. Ngantri? Jelas. Tapi bukan saya sih yang ngantri. Entah gimana teknisnya saya lupa, yang jelas jam 4 sore sehabis siaran di radio,  saya bersama teman-teman sudah duduk manis di barisan tengah. 
Dan saya nangis. Nangis beleber sampai gak tahu saya nangis gara2 Cinta dan Rangga atau saya menangisi kisah percintaan saya sendiri, hahaha. Lalu kemudian pulangnya mampir ke Disc Tarra beli CD OSTnya. Besok-besoknya nonton lagi. Gitu terus sa…