Skip to main content

Mencicipi Kuliner Khas Semarang

Kota Lumpia, itulah salah satu julukan yang diberikan kepada Kota Semarang. Lumpia, adalah makanan dari kulit lumpia yang diisi dengan berbagai macam jenis sayuran dan daging, kemudian digoreng. Di Semarang, Lumpia memiliki isian ayam, udang, dan rebung atau bambu muda. Tak hanya Lumpia yang menjadi kuliner khas Semarang, di sekitar Dafam Hotel Semarang juga terdapat aneka jenis kuliner yang harus Kamu coba. 

Pic : Hotel Dafam Semarang by Traveloka
Promo Hotel murah di Semarang juga mudah didapatkan. Kamu tinggal memilih hotel yang letaknya strategis dengan tempat wisata kuliner. Jangan sampai melewatkan kesempatan mencicipi kuliner khas Semarang, karena belum tentu Kamu dapatkan di kota-kota lain. 

Mencicipi Kuliner Khas Semarang


Berikut ini adalah referensi wisata kuliner khas Semarang: 

Sate House Sriwijaya

Mau berpesta aneka jenis sate? Cobalah untuk datang ke Sate House Sriwiyaya di Jalan Imam Bonjol Nomor 184. Ada banyak varian sate, mulai dari sate ayam, udang, sapi, kambing, bahkan sate vegetarian. Rumah sate yang satu ini bukanlah warung tenda di pinggir jalan, melainkan restoran yang nyaman dan luas sehingga bisa untuk kumpul keluarga besar, bahkan pesta pernikahan. 


Rasa bumbu satenya berbeda dengan yang lain, karena Sate House memiliki resep tersendiri. Bisa dikatakan, ini adalah sate khas Semarang. Di dalam restorannya, terdapat dua ruangan, ruangan untuk perokok dan non perokok. Jadi jangan khawatir bila Kamu makan dan tidak suka dengan orang yang merokok, mereka dipisahkan ke ruangan tersendiri. Harga yang ditawarkan juga masih cukup terjangkau, tak berbeda jauh dengan sate pinggir jalan. 

Bagi Kamu yang vegetarian, Kamu tetap bisa mencicipi sate di sini, karena satenya dibuat dari sayuran yang dicitarasakan menyerupai daging. Tersedia alat musik yang bisa digunakan oleh pengunjung secara gratis. Bila membawa anak-anak, mereka bisa diajak ke kolam renang di belakang restoran yang juga bisa dipakai secara gratis. 

Kedai Beringin

Banyak kuliner Semarang yang merupakan adaptasi dari masakan China, salah satunya Lumpia. Tak heran, warga keturunan Tiongkok memang menjadi salah satu penyumbang kebudayaan di Semarang. Di kota ini ada kawasan Pecinan yang banyak diisi oleh penduduk keturunan Tiongkok. Di Kedai Beringin ini, Kamu bisa mencicipi Lumpia dan aneka masakan China lainnya. 



Menu andalannya selain Lumpia, yaitu Nasi Hainan Panggang, Bubur Ayam, Bebek Panggang, Sup Asparagus, Bubur Phitan, Mie, Bihun, Kwetiau, dan lain-lain. Banyak sekali pilihan menunya dan harganya pun cukup terjangkau. Beralamat di Jalan Imam Bonjol Nomor 114A, Kedai Beringin lokasinya sangat dekat dengan Stasiun Besar Poncol. 


Nasi Pecel Mbok Sador

Nasi Pecel adalah kuliner yang mudah ditemui di Semarang, dari pedagang pinggir jalan, pedagang yang berjualan dari rumah ke rumah, sampai Restoran Nasi Pecel yang memberikan kenyamanan bersantap. Nasi Pecel Mbok Sador ini salah satu warung nasi pecel yang menggunakan tenda di kawasan Simpang Lima, Semarang. 

Menu Nasi Pecel berupa Nasi dengan aneka jenis sayuran yang kemudian disiram oleh bumbu kacang. Bumbu kacangnya terasa agak pedas. Bila menginginkan, bisa menambah Nasi Pecel dengan sate telur puyuh, sate keong, martabak, perkedel, aneka jeroan, kerupuk, tahu, dan lain-lain. Harganya sangat terjangkau dan bisa makan sepuasnya tanpa takut kantong bolong. 


Tahu Gimbal Lumayan Pak Man

Tahu Gimbal adalah kuliner khas Semarang yang tidak ada di daerah lain. Tahu Gimbal adalah perpaduan tahu, bakwan udang, kubis, yang diguyur dengan sambal kacang. Di Warung Tahu Gimbal Lumayan ini, Kamu akan mencicipi Tahu Gimbal yang rasanya lebih dari lumayan. Harganya mungkin lebih mahal dari yang lain, tapi porsinya besar.  

Warung ini ada di Jalan Plampitan Nomor 54 dan mulai buka jam 11 siang. Jadi jangan datang pagi-pagi ya, karena menu Tahu Gimbal ini disajikan menjelang makan siang. Di dalam hidangan tahunya, ada udang yang cukup besar. Udangnya tidak hanya satu dan rasanya enak sekali. Warung Tahu Gimbal yang satu ini laris manis, dan tidak akan buka sampai malam karena sudah habis.  Warung ini termasuk warung favorit di Semarang Tengah.
 

 Nah sekarang jadi tahu kan mau nyicip apa kalau mampir ke Semarang. Ada yang sudah pernah kamu coba atau yang pengen kamu cicipin? Share di kolom komentar ya gaes..

Comments

  1. Sate vegetarian? Mungkin pake tempe kali ya, Mbak. Pengen nyobain. Tapi jauh aja di Semarang. Ekekekkk :p

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Semua komentar dimoderisasi terlebih dahulu. Komen dengan link hidup, mohon maaf tidak saya approve. A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.

Popular posts from this blog

5 Aplikasi Mengetahui Judul Lagu Tanpa Mengetahui Liriknya

Jadi ceritanya, saya ini sering kangen sama Daehan, Minguk, Manse. Meski mereka sudah 'graduate' dari The Return Of Superman, saya masih penasaran dibuat penasaran dengan sebuah lagu yang dijadikan backsound di episode 116. Gak cuma saya, ternyata banyak juga loh penggemarnya Daehan, Minguk, Manse yang pengen tahu apa sih judul lagu itu. Saya sampai dikejar-kejar pertanyaan oleh salah seorang fansnya triplets di Instagram.

Biasanya kalau saya gak tahu judul sebuah lagu, saya berusaha menangkap beberapa kalimat dari lyrics lagu tersebut. Abis itu baru deh nanya Om Google. And it works all the time, except for this one : Lagu Backsound di episode perpisahan Daehan, Minguk, Manse. Mesin pencari seperti Google atau Bing tidak akan banyak membantu kecuali kita tahu beberapa kata dari lirik lagu atau clue tentang nama artis atau band. Dan saya gak bisa menangkap sama sekali liriknya juga gak tahu pasti siapa yang nyanyi. Gimana caranya ya?




5 Aplikasi Mengetahui Judul Lagu Tanpa Men…

Begini Cara Lulus Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Setelah sebulan mutasi di Mamuju, di akhir bulan April saya ditugaskan ke Jakarta demi menempuh diklat Pengadaan Barang dan Jasa yang diselenggarakan oleh LKPP sekaligus ngambil ujian sertifikasinya. Excited? Yes! Entah kenapa saya suka sekali dengan belajar entah itu namanya kuliah, diklat atau sekedar workshop. 'Jeleknya' lagi, saya suka banget ujian. It's like challenging myself of how good I am to comprehend the study.  Weird, isn't it? 
Baca juga : Hello, Mamuju! 
So, ketika akhirnya saya didaftarkan untuk mengikuti diklat sekaligus ujian sertifikasi ini, I was super excited. Yes, I was a little bit worry whether I can pass the exam, secara sudah sangat sangat bukan rahasia lagi kalau ujian sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah itu susaaaahhh banget lulusnya. There's just a little chance that first time taker like me can pass the exam. It's possible though, but it's rarely happen. Terkadang harus ikut ujian dua tiga kali (bahkan denger-denger …

Review L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water

Menginjak usia 40 tahun, aku mulai lebih intens memperhatikan perawatan kulit wajah. Usia di mana kebanyakan orang mulai memiliki satu dua garis kerutan, entah itu di dahi, ujung mata atau sekitar bibir. Kulit wajah sudah tidak sekencang dan sefresh saat masih berumur belasan dan dua puluhan, membuat banyak perempuan termasuk aku  ingin tetap menjaga kelenturan kulit wajah. Keriput memang tidak bisa dihindari, tapi paling tidak bisa dimimalisir bukan? Review L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence WaterKebetulan banget aku menemukan paketan ‘Youthful Kit’. Isinya L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water dan Dex Revitalift White Day Cream. Wah, pucuk dicinta ulam tiba. Pas banget, kebetulan aku sudah sering menggunakan produk-produk L’oreal dan gak pernah ada masalah.


Paket tiba dua hari kemudian dan langsung aku unpacked (check di Youtube Channel Vita Masli, ya. ). Gak sabar banget pengen menggunakan L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water se…