Advertisement

Main Ad

6 Langkah Membuat Podcast

Podcast? Apa pula itu?

Sebenarnya ini media lama tapi baru booming saat ini. Podcast adalah media audio yang serupa tapi tak sama dengan radio. Kenapa saya bisa bilang begitu, Podcast dan Radio ini sama-sama based on audio dan masing-masing memiliki topik atau program tertentu untuk disiarkan. Perbedaannya adalah siaran radio disalurkan melalui gelombang elektromagnetik melalui antena pemancar dan diterima oleh receiver yang kita sebut radio. Sedangkan podcast menggunakan media internet yang bisa kita download, didengerin ulang, kapan saja, di mana saja.




Meskipun saat ini siaran radio bisa dinikmati pula melalui streaming internet, namun program acaranya biasanya live dan tidak bisa kita dengerin ulang. Perbedaan lainnya, radio memerlukan izin penyiaran sementara podcast masih bebas bebas aja. Artinya, setiap orang bisa aja membuat podcast, sementara perlu biaya besar untuk membuat stasiun radio.

Penjelasan lebih lengkap tentang sejarah Podcast dan mengapa media ini tiba-tiba booming di tahun 2019  sudah saya bahas di channel Podcast My Little Radio. Kamu bisa mendengarkannya melalui Spotify, Apple Podcast, Google Podcast, Anchor.fm dan beberapa hosting podcast lainnya. I'll give the link below.

Nah, sekarang pertanyaannya  bagaimana cara membuat Podcast?

Bagaimana Membuat Channel Podcast 

Sebelumnya, saya akan membagi cara pembuatan podcast dalam tiga tahapan yaitu : membuat channel, merekam, dan mempublished podcast agar dapat didengarkan oleh orang banyak. First thing first, I want to ask you a question, "Why do you wanna create Podcast Channel?" Ini penting, karena akan menjadi dasar mau dibawa ke mana channel podcastmu ini.

1. Menetapkan Niche

Sama seperti blog, ada satu ton podcast di luar sana. Itu berarti kita bisa jadi menemukan podcast beragam yang mungkin sama dengan apa yang kita pikirkan. But, don't worry! Menurut saya, sama seperti stasiun radio, meskipun memutar lagu yang sama namun penyiarnya berbeda. Podcast pun bisa seperti itu.

Misalnya, jika Kamu ingin membuat podcast tentang musik, tanyakan pada diri sendiri apakah ada audiens di luar sana yang ingin mendengar apa yang kamu bicarakan. Kamu bisa mempersempit ide dari musik pada umumnya menjadi Kpop secara khusus, misalnya. Sekarang pilihan kamu jadi spesifik: musik, orang-orang, dan budaya Kpop. Setelah topik dipersempit, kita bisa membuatnya lebih berbeda.

Bisa saja kita berbicara tentang musik dan budaya Kpop dengan sesama Kpopers. Ok, semua memang bisa melakukannya tapi saya percaya setiap orang punya stylenya sendiri. Saya pernah menemukan sebuah channel podcast yang membahas Kpop lalu kemudian buntut-buntutnya ternyata itu adalah channel dakwah Islam. Wow, keren banget kan?

Saya sendiri awalnya membuat channel podcast karena saya rindu siaran radio. Untuk seorang yang sudah pernah siaran sekitar 14 tahun, itu sangat menyiksa. Jadi,, ketika menemukan media Podcast ini, seperti ikan ketemu air. Ini tempat saya berenang lagi dan berbagi pengalaman entah itu hiburan, edukasi, berita ringan ataupun sekedar curhat. Layaknya siaran radio, saya pun menyelipkan musik dan sound effect di episode podcast. Oleh karenanya saya menetapkan niche podcast My Little Radio adalah "Society and Culture"

2. Menentukan Nama Channel Podcast 

Seperti halnya blog, Podcast pun butuh nama untuk menarik perhatian dan mengingatkan pendengar pada kamu. Menentukan nama Podcast itu susah susah gampang. Paing tidak, nama channel bisa menggambarkan channel podcast itu seperti apa dan membuat orang lain tertarik.




Begitu juga dengan channel podcast My Little Radio, saya namakan demikian karena channel podcast ini memiliki rangkaian program acara layaknya siaran radio meskipun tidak memiliki studio seperti stasiun radio pada umumnya. Sampai di sini kira-kira sudah kebayang gak mau namain channel podcast kamu apa?

3. Menyiapkan Peralatan Podcast 

Kamu tidak akan bisa memulai podcast tanpa peralatan, dan peralatan yang bagus akan sangat bermanfaat. Inilah yang dibutuhkan:

a. Microphone 

Podcast adalah media audio dan untuk itu tentunya memerlukan microphone untuk merekam suara kita. Mikrofon apa pun sebenarnya bisa digunakan untuk merekam podcast, tetapi pendengar biasanya dapat mengetahui perbedaan antara mikrofon berkualitas rendah dan tinggi.

Sebagai pemula, saya menyarankan menggunakan microphone yang tidak terlalu mahal namun bisa dipertanggungjawabkan hasil audionya. Kamu bisa menggunakan microphone headset smartphone, clip on mic atau mikrofon desktop dengan harga beragam.

Boleh gak menggunakan microphone internal laptop? Boleh saja, tapi saya tidak menyarankan karena akan terlalu banyak noise yang tertangkap. Saya pribadi pernah menggunakan ketiganya, namun saat ini saya memilih menggunakan clip on mic dengan alasan ‘tidak ribet’, murah dan hasilnya bagus dibanding yang lain.

b. Alat Perekam 

Alat perekam sederhana yang bisa digunakan oleh podcaster pemula adalah “SMARTPHONE” kamu.  Yes, setiap smartphone memiliki aplikasi perekam audio sendiri. Ini bisa kamu pergunakan dengan menyambungkan microphone kamu ke smartphone dan mulai merekam suara.

Alat perekam kedua yang bisa dipergunakan adalah Komputer. Untuk itu kamu memerlukan aplikasi perekam audio yang tentu saja berbeda dengan yang ada di smartphone. Selain itu komputer kamu memerlukan soundcard dan port microphone (jack atau usb) agar bisa tersambung dengan microphone external yang

Tidak perlu khawatir jika dalam proses perekamannya ada kesalahan misalnya ada suara-suara yang tidak diinginkan atau bagian-bagian yang salah. Direkam saja dulu, simpan dan ini akan membawa kita ke bagian berikutnya yaitu editing.

c. Editing Hardware

Proses editing tentu saja memerlukan perangkat lunak dan perangkat keras. Editing Hardware atau perangkat keras untuk mengedit yang bisa digunakan ada dua : Komputer dan Smartphone. Jika kamu memilih komputer, ini berarti kamu harus memindahkan file yang kamu rekam tadi di smartphone ke komputer. Jika kamu merekamnya langsung di komputer akan lebih mudah karena bisa langsung ke proses pengeditan suara menggunakan aplikasi/perangkat lunak editing.

d. Editing Software 

Editing software diperlukan untuk membuang bagian-bagian yang dianggap tidak perlu, suara-suara yang tidak diinginkan, menambah efek tertentu atau membuat suara yang dihasilkan lebih 'bulat' sehingga lebih enak didengar.

Editing software yang biasa saya gunakan adalah Adobe Audition. Ini memang bukan aplikasi gratis meskipun bisa kamu cari cracknya, namun bagi saya aplikasi ini lebih familiar. Melalui aplikasi ini saya bisa mengedit suara saya, menggabungkannya dengan musik atau rekaman suara lainnya. Finishing touchnya saya bisa menggunakan effect podcaster atau broadcasting sehingga keluarannya sudah ready untuk dipublished di podcast hosting.

Selain Adobe Audition,  pilihan berikutnya adalah Audacity. Aplikasi ini gratis dan bisa jadi lebih mudah kamu gunakan. Opsi lainnya adalah aplikasi Wave Editor yang bisa kamu install di smartphone . Aplikasi ini hampir sama dengan Adobe Audition dan Audacity dan sangat user friendly bagi kamu yang lebih memilih menggunakan smartphone. Wave Editor juga memungkinkan kamu untuk merekam sekaligus mengedit,   menekan noise, menghilangkan silence,  mengoreksi pitch termasuk menambahkan efek reverb, chorus dan lainnya layaknya di Adobe Audition.

Bagaimana jika kita men skip tahapan edit, boleh gak? Boleh aja sih, asal kamu yakin kamu merekam suara yang di tempat yang noise-free, kamu tidak memerlukan sound effect, pemotongan durasi dan lain sebagainya.

e. Podcast Hosting

Ini adalah tempat di mana kita menumpangkan rekaman podcast kita agar dapat didengarkan oleh orang lain. Ada berbagai macam podcast hosting, baik itu berbayar maupun gratis. Saya sebagai podcaster pemula, tentu saja memilih podcast hosting yang gratisan dan user friendly. Dari berbagai macam pilihan saya memutuskan untuk mengcreate akun di Anchor.fm. Selain gratis dan penggunaannya mudah, podcast hosting ini mendistribusikan episode podcast kita berbagai ke layanan podcast streaming ‘besar’ hingga podcast streaming yang bahkan belum pernah kudengar namanya, hahaha.

Saat ini podcast My Little Radio tidak hanya bisa didengarkan di Anchor.fm tapi juga di Spotify, Apple Podcast, Google Podcast, Breaker, Overcast, Radio Public dan kamu juga bisa mendengarkannya di blog ini.


4. Membuat Episode Podcast 

Ketika kamu sudah membuat channel podcast di podcast hosting manapun, it doesn’t stop there. Kamu harus mengisi podcast channel yang kamu buat itu dengan episode-episode podcast. Yah, kalau di blog tuh kayak postingan gitu loh..

Seperti postingan blog, episode podcast tersebut membutuhkan persiapan juga. Mau ngomongin apa, flownya gimana, monologue atau dialogue, pakai musik latar apa enggak, yaah you know hal-hal kecil yang kalau dijabarin bakal panjang juga. I’m not gonna flood you with too much information at once, so if you wanna know how to produce a podcast episode, you can listen to My Little Radio episode “Bagaimana Memproduksi Episode Podcast”. Go check it out.

5. Publish Podcast

You already make an episode, now what? Yah dipublish dong di podcast hosting pilihan kamu itu. Cara mempublishnya hampir sama dengan kita mempublish postingan blog. Upload your podcast, and click publish. Tambahkan thumbnail yang menarik and you ready to go. Pretty easy, right?

6. Promote Podcast 

Langkah terakhir adalah mempromosikan podcast yang sudah kamu buat. Ada sekian juta episode podcast yang beredar di internet saat ini dan gak bakal ada yang ngeh kamu sudah mengupload episode yang sudah susah susah kamu buat itu. Unless kamu memang sengaja membuat podcast ini sebagai media untuk menumpahkan curahan hatimu yang gak tau mau disalurkan ke mana, ya sudah sih, biar kamu aja yang denger sendiri.

Ready To Podcasting? 


WOW!!! So much things to do just to make a podcast channel, lol. Informasi lebih lengkap mengenai 6 langkah dalam membuat channel podcast dan memproduksi episode podcast hingga mempromosikannya, bisa kamu dengarkan di channel My Little Radio di :

Apple Podcast : 
https://podcasts.apple.com/us/podcast/my-little-radio/id1480621381?ign-mpt=uo%3D4

Spotify :
https://open.spotify.com/show/1Ayyz82nc7wnvfCGFaZdez

Breaker : 
https://www.breaker.audio/my-little-radio

Google Podcast:
https://podcasts.google.com/?feed=aHR0cHM6Ly9hbmNob3IuZm0vcy9kODc2ZDgwL3BvZGNhc3QvcnNz

Radio Public
https://radiopublic.com/my-little-radio-G3D2Dv

Beberapa waktu lalu saya juga sempat berbagi informasi tentang Podcast di Level Up Forum di salah satu working space di Makassar. Alhamdulillah responnya baik dan makin banyak yang tertarik untuk ngepodcast. Yay!




Saya sendiri masih struggle dan merasa belum popular-popular banget kek youtuber youtuber kondang stand up comedian yang sudah punya nama dan saat ini rame-rame terjun ke podcast. Tapi semoga postingan ini bisa membantu. Kamu sendiri gimana, masih mau mencoba membuat podcast? Let me know what you think in the comments section below. 

Post a Comment

4 Comments

  1. Tips-nya membantu sekali bu. Kebetulan saya baru saja memulai podcast, namun masih mengumpulkan audio-audionya dulu. Semoga masih bisa lanjut ya bu.

    ReplyDelete
  2. pingin buat tapi editing softwarenya itu sama mic nya. Wew suara jelek sih hahaha

    ReplyDelete
  3. Pengeenn bgtt bikin podcast. Sering kepo di IG Kaskus podcast.
    Makasiih bgtt info & tipsnya ya mba. Mau bikin hihiii

    ReplyDelete
  4. Udah bikin dan baru isi beberapa episode. Enggak pake editing segala macem karena yang penting tayang dulu, hahaha..

    Btw, thanks for the information. I'm concerning about editing after all. Wave editor sounds great. I think I'll try that.

    Channel podcast saya ada di anchor, mbak. anchor.fm/diahdwiarti

    ReplyDelete

Silahkan share postingan ini jika suka, tapi.. jangan dicopas ya. Semua komentar dimoderisasi terlebih dahulu. Komen dengan link hidup, mohon maaf tidak saya approve. A happy reader is one of my excitement of being blogger. Terima kasih sudah berkunjung.